Entri Populer

Entri Populer

Kamis, 03 November 2011

TAP Manajemen 2010.1


NASKAH UJIAN TUGAS AKHIR PROGRAM (EKMA4500) PROGRAM STUDI MANAJEMEN MASA UJIAN 2010.1 Kode Naskah 20; Tgl Ujian : Sabtu, 15-05-10 UJIAN URAIAN MANAJEMEN (EKMA4500) Penting! Kerjakanlah soal ujian ini dengan jujur, jika terbukti melakukan kecurangan /contek-mencontek selama ujian, Anda akan dikenai sanksi akademis berupa pengurangan nilai atau tidak diluluskan (diberi nilai E). Apabila terbukti menggunakan JOKI pada saat ujian, semua mata kuliah yang ditempuh akan diberi nilai E. PT. UNICLEAN PT. Uniclean adalah perusahaan yang memproduksi berbagai macam produk kecantikan seperti shampoo, sabun madi, pasta gigi, hand and body lotion serta berbagai jenis produk lainnya. Perusahaan berdiri sejak tahun 1995 dengan produk utamanya saat itu adalah sabun mandi merek Lembut. Seiring dengan pesatnya permintaan konsumen, perusahaan mulai memproduksi produk-produk lainnya yaitu shampoo merek Dimensi, pasta gigi merek Putihdent dan hand and body lotion merek Marini. Jangka waktu limabelas tahun sejak berdiri, PT Uniclean mampu membuktikan sebagai perusahaan yang dapat bertahan di tengah badai krisis ekonomi dan keuangan yang sempat melanda Indonesia di tahun 1998 dan 2008. Pada tahun 2008, tiga belas tahun setelah perusahaan berdiri, pihak manajemen berencana untuk mengembangkan satu produk perawatan wajah khusus wanita di atas usia 30 tahun karena pihak manajemen mulai membaca keinginan sebagian besar wanita Indonesia yang semakin peduli pada kecantikan wajah. Produk baru tersebut direncanakan akan diluncurkan pada tahun 2010, dua tahun sejak ide awal produk ditemukan. Tuan Henri Kusno sebagai presiden direktur PT Uniclean menunjuk Tuan Adi Mulya selaku manajer pemasaran untuk membentuk tim yang akan merumuskan dan akhirnya memproduksi produk yang dimaksud. Sebagai langkah awal, Tuan Adi Mulya membentuk satu tim lintas divisi. Tim tersebut terdiri dari beberapa orang dari divisi marketing, divisi Research $ Development, divisi finansial serta divisi operasi. Hasil pertemuan awal tim tersebut menunjukan bahwa langkah pertama yang harus dilakukan adalah melakukan survei keinginan konsumen. Tim akan mengadakan riset mengenai keinginan konsumen mengenai produk perawatan wajah yang aman. Survei dilakukan di lima kota besar di Indonesia yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Medan. Survei dilakukan pada wanita diatas usia 30 tahun yang diharapkan menjadi target pasar utama produk yang akan dikembangkan. Survei dilakukan selama enam bulan dan hasil survei menunjukan bahwa konsumen menginginkan produk yang murah, sehat, aman untuk daerah tropis, serta ampuh mengatasi keluhan wanita di usia tersebut, yaitu mampu menghilangkan noda hitam dan kerut di wajah. Hasil survei tersebut langsung ditindaklanjuti oleh divisi Research & Development dengan mengembangkan formula sesuai dengan yang diinginkan konsumen. Setelah dilakukan berbagai macam percobaan dan uji laboratorium, divisi Research & Development akhirnya dapat mengembangkan satu produk yang berkwalitas aman dan sesuai untuk daerah tropis. Menindaklanjuti hasil temuan divisi Research & Development tersebut, divisi finansial harus memutuskan untuk melakukan pembelian satu unit mesin baru yang dapat digunakan untuk memproduksi produk baru tersebut. Terdapat penawaran mesin yang akan diimpor dari Jepang dengan harga Rp 300.000.000, taksiran umur ekonomis mesin selama 4 tahun dan nilai sisa sebesar Rp 80.000.000 pada tahun keempat berdasarkan perhitungan metode penyusutan garis lurus. Mesin ini diharapkan mampu memberikan laba setelah pajak Rp 100.000.000 oada tahun pertama sampai dengan tahun keempat. Pihak manajemen harus menentukan apakah mesin tersebut memberikan keuntungan bagi perusahaan ataukah tidak. Apabila hasil analisis finansial menunjukan bahwa mesin tersebut memberikan keuntungan maka perusahaan akan membelinya. Sebaliknya, apabila ternyata mesin tersebut tidak memberikan keuntungan, maka perusahaan akan beralih ke tawaran lain yang lebih menguntungkan. Divisi marketing selaku divisi yang cukup berperan dalam keberhasilan produk di pasar harus dapat menentukan harga yang sesuai, kemasan serta strategi promosi yang dapat dilakukan. Produk yang baru tersebut diberi merek Masiwhite agar mudah diingat konsumen serta memberikan kesan lebih ekslusif. Tepat pada awal tahun 2010, Maxwhite resimi diluncurkan dipasaran dengan wilayah pemasaran utama meliputi pulasu Jawa, Bali dan Sumatera. Pertumbuhan penjualan yang masih lambat di awal-awal penjualan produk merupakan tantangan utama yang harus dihadapi pihak manajemen. Agar Maxwhite dapat menarik minat konsumen yang peka terhadap harga, maka dilakukan strategi pemasaran yang memfokuskan pada kemasan dan harga yang terjangkau. Produk dibuat dalam dua macam kemasan, yaitu kemasan kecil seberat 5 gram dan kemasan besar seberat 15 gram. Untuk menerobos pasar dan memperoleh pangsa pasar yang besar, divisi pemasaran melakukan strategi lebih memperkenalkan kemasan kecil dengan harga per unit yang murah diiringi dengan tingkat promosi yang tinggi. Survei pasar menunjukan saaat ini beberapa katagori perusahaan juga menawarkan produk yang sama. Promosi gencar dilakuak pada stasiun-stasiun televisi swasta serta beberapa majalah dan tabloid wanita untuk menghadapi persaingan yang kuat. Kemasan 5 gram dibuat dengan pertimbangan bahwa kemasan tersebut cukup untuk digunakan selama satu bulan, sehingga lebih ekonomis. Promosi gencar dilakukan untuk memperkenalan produk Maxwhite dengan harga murah dan pas untuk penggunaan selama satu bulan. Pada pertengahan tahun 2010, PT Uniclean berencana untuk memperluas daerah pemasaran meliputi wilayah Indonesia bagian timur yang diharapkan dapat memberikan tambahan keuntungan bagi perusahaan. Pihak manajemen memiliki 3 alternatif kota yang dapat dijadikan gudang distribusi pengiriman yaitu kota A, Kota B, dan Kota C. Gudang ini berfungis untuk menerima barang dari pusat dan selanjutnya memasarkan barang-barang tersebut ke seluruh kota pemasaran di wilayah Indonesia timur. Apabila gudang ditempatkan di kota A, maka biaya tetap per bulan yang akan ditanggung perusahaan saat gudang telah beroperasi adalah sebesar Rp 20.000.000 dan biaya variable sebesar Rp 1.200 per unit. Untuk kota B biaya tetap perbulan adalah sebesar Rp 30.000.000 dan biaya variable sebesar Rp 1.000 per unit, dan untuk kota C biaya tetap perbulan adalah sebesar Rp 26.000.000 dan biaya variable sebesar Rp 1.100 per unit. Gudang yang akan digunakan diharapkan mampu menampung produk sebanyak 1.000 unit per bulan. Pimpinan puncak PT Uniclean menyadari betul bahwa tingkat persaingan yang dihadapi tidaklah ringan. Untuk mempersiapkan pengoperasian gudang baru yang diperkirakan mulai beroperasi pada tahun 2011, pihak manajemen mulai menghitung jumlah karyawan dan tenaga penjual yang akan dipekerjakan. Dalam merekurt karyawan baru, perusahaan biasanya menggunakan recruiting yield pyramid untuk menghitung jumlah pelamar yang harus dihasilkan oleh perusahaan. Dari pengalaman yang lalau diperoleh data sebagi berikut : 1. Rasio antara penawaran deng karyawan (baru) yang benar-benar diangkat adalah 2:1 2. Rasio antara calon karyawan yang diwawancara dengan penawaran yang diberikan perusahaan adalah 3:2 3. Rasio antara calon karyawan yang diundang untuk diwawancara dengan calon yang senyatanya diwawancara adalah 2:1 4. Rasio antaracalon karyawan yang pertama kali kontak dengan perusahaan dengan yang benar-benar diundang adalah 2:1 PERTANYAAN : 1. Tentukan apakah penawaran mesin dari Jepang tersebut sebaiknya dibeli atau tidak dengan menggunakan metode Net Present Value (NPV) dengan tingkat bunga yang relevan adalah 16% pertahun ! 2. Tentukan lokasi gudang mana yang sebaiknya dipilih dengan mempertimbangkan biaya tetap dan biaya variable di tiap-tiap lokasi ! 3. a. Tentukan produk Maxwhite berada pada tahap apa dalam daur hidup produknya ! Jelaskan alasan Saudara berdasarkan uraian pada soal ! b. Berdasarkan uraian soal, strategi pemasaran apakah yang digunakan oleh pihak manajemen PT. Uniclean sesuai dengan tahapan daur hidup produk yang sudah Anda pilih pada point a? Jelaskan alasan Saudara berdasarkan uraian pada soal! 4. Tentukan besaran pengontak awal yang harus dihasilkan oleh perusahaan jika perusahaan menetapkan jumlah karyawan yang akan diangkat sebanyak 40 orang ! Disalin dari aslinya oleh - Roy Mahendrajaya Gautama - 014307928 file Jtriwiyanto

6 komentar:

  1. Tanks, infonya, sangat bermanfaat, salam hormat , mahasiswa UT Fakultas Ekonomi. GBU

    BalasHapus
  2. Terimakasih atas informasinya, sangat membantu.
    salam kenal dari saya mahasiswa fakultas Ekonomi :)

    BalasHapus
  3. Terimakasihh atat uraiannya.. tapi ko tdk ada jawabannya y

    BalasHapus
  4. terima kasih atas infonya,sangat membantu

    BalasHapus
  5. kalo boleh contohnya ada dengan jawabannya biar kita tau gimana cara ngejawabnya.

    BalasHapus