Entri Populer
-
Deskripsi Matakuliah : EKMA4311 Studi Kelayakan Bisnis Sri Handaru Yuliati Harga Buku : Rp. 64.500,- (disertai multimedia) 3 SKS - Modu...
Entri Populer
-
Deskripsi Matakuliah : EKMA4311 Studi Kelayakan Bisnis Sri Handaru Yuliati Harga Buku : Rp. 64.500,- (disertai multimedia) 3 SKS - Modu...
Rabu, 19 Januari 2011
TAP Administrasi Negara 2004.2
NASKAH UJIAN
TUGAS AKHIR PROGRAM
PROGRAM STUDI ADMINISTRASI NEGARA (ADPU4500)
MASA UJIAN 2004.2
Kode Naskah 47; Tgl Ujian : Sabtu, 06-11-2004
Sifat Ujian : Open Book
Tidak Boleh Pakai Kalkulator
Sesungguhnya, apapun yang Anda perbuat, Tuhan Maha Mengetahui.
Karena itu, bekerjalah dengan jujur dan jangan berbuat curang !
RENTE DALAM BIROKRASI PELAYANAN PUBLIK
A. KASUS
Masyarakat pengguna jasa layanan public terpaksa melakukan rente. Rente adalah kata lain dari uang pelican, uang semir, uang sogok atau pungutan liar yang diberikan kepada birokrasi pelayan public. Masyarakat terpaksa melakukannya karena kalau tidak mereka tidak akan menerima pelayanan yang semestinya.
Hasil penelitian tentang Kinerja Pelayanan Publik pada Instansi Perizinan dan Pertanahan di Sumatra Barat, Sulawesi Selatan, dan DIY menunjukkan hal tersebut. Sebanyak 58% masyarakat mengaku telah memberikan biaya diluar biaya resmi setiap berurusan dengan birokrasi. Pada sisi yang sama, 61% birokrasi atau petugas pelayanan public menyatakan telah menerima pemberian dalam bentuk uang atau barang dari masyarakat. Mengenai pelaku awalnya baik masyarakat maupuan birokrat sama-sama berinisiatif memberi kesempatan untuk melakukan praktik rente ini.
Rente pelayanan public terjadi karena PERTAMA, kuatnya peran birokrasi dalam pemberian pelayanan public yang pada sisi lain tidak seimbang dengan pengawasan yang efektif dari kekuatan politik (DPR/DPRD) dan masyarakat. KEDUA, tiadanya kepemimpinan birokrasi yang menegakkan aturan standard pelayanan dan memberikan sanksi kepada bawahan yang melanggar. Bahkan pemimpin cenderung memberi peluang terjadinya rente tersebut. KETIGA, rendahnya penghasilan yang diterima pegawai. Pegawai cenderung menaikkan standar hidupnya ketika meletakkan diri dalam status social masyarakat. Dalam memenuhi kepentingan ini, pegawai mencari pendapatan tambahan di luar pendapatan resmi.
Sumber : Rente dalam Birokrasi Pelayanan Publik, http://www.cpps.or.id//upload/policy briefs/policy brief rente berokrasi bw. 2.pdf.
B. SOAL :
No. PERTANYAAN : SKOR
1. Jika Anda ingin mereformasi birokrasi sehingga dapat memberikan pelayanan sesuai dengan aspirasi pengguna jasa (masyarakat) bagaimana cara Anda mereformasi birokrasi tersebut?
Gunakan konsep formulasi dan pelaksanaan kebijakan public! 8
2. Rente birokrasi dalam pelayanan public ternyata berkaitan dengan kepemimpinan birokrasi. Analisislah kepemimpinan bagaimana yang dapat menciptakan birokrasi yang bersih, efektif, dan efisien ! 8
3. Jika birokrasi didaerah Anda disinyalir terjadi rente birokrasi dalam pelayanan public, apa yang Anda lakukan bila Anda ingin menyehatkan birokrasi didaerah Anda tersebut? Gunakan konsep diagnosis dan invervensi!. 8
4. Salah satu penyebab rente birokrasi dalam pelayanan public adalah kuatnya peran birokrasi dan lemahnya pengawasan (politik maupun masyarakat). Jika Anda, ingin membenahi birokrasi kita sehingga dapat memberikan pelayanan public yang memuaskan, bagaimana cara membenahi birokrasi kita?
Gunakan konsep system administrasi Negara Indonesia dan teori organisasi! 12
Jumlah 36
Selamat Mengerjakan !!
by jtriwiyanto
Sabtu, 15 Januari 2011
TAP Administrasi Niaga 2005.1
NASKAH UJIAN
TUGAS AKHIR PROGRAM (TAP)
Program Studi Administrasi Niaga
Tutup Buku / Boleh Pakai Kalkulator
Kode Mata Kuliah : ADBI4500
Kode Naskah : 48
Masa Ujian : 051
Tanggal Ujian : Sabtu / 14 – 05 -2005
Waktu Ujian : 11.00 – 14.00 WIB (180 menit)
12.00 - 15.00 WITA (180 menit)
13.00 - 16.00 WIT (180 menit)
Petunjuk:
1. Telitilah kode matakuliah, jumlah halaman, dan jumlah soal dalam naskah TAP ini. Naskah ini terdiri dari 03 halaman yang berisi 05 butir soal. Kalau tidak sesuai laporkan kepada Pengawas.
2. Bacalah petunjuk cara menjawab soal dengan cermat.
3. Nilai hanya diberikan terhadap jawaban yang benar dan tidak akan dikenakan denda terhadap jawaban yang salah.
4. Jawaban ditulis pada Buku Jawaban Ujian (BJU), dengan tulisan yang jelas dan mudah dibaca.
5. Jangan mencorat-coret BJU, gunakan buram atau lembar kosong pada Naskah Ujian untuk coret-mencoret.
6. Tidak diperkenankan meminta penjelasan kepada siapapun yang berkaitan dengan materi ujian.
7. Naskah Ujian ini tidak dilampiri tabel.
8. BJU tidak boleh kotor, basah, terlibat atau robek.
9. Periksalah kembali penulisan identitas kemahasiswaan Anda pada BJU karena, kesalahan pengisian identitas bisa menyebabkan Anda tidak lulus ujian ini.
10. Setelah selesai ujian, serahkan BJU kepada Pengawas Ujian dan naskah ujian boleh diambil.
INDUSTRI ROTAN
DI TENGAH MELIMPAHNYA BAHAN BAKU
Indonesia merupakan negara penghasil rotan terbesar di dunia, namun devisa yang diperoleh dari hasil ekspor rotan masih relatif kecil. Sebagai contoh, ketika keran ekspor rotan mentah dibuka sejak tahun 1999, total ekspor rotan asalan dan setengah jadi pada tahun 2003 mencapai 28,5 juta kilogram dengan nilai jual hanya 18,16 juta dollar Amerika Serikat (AS) atau Rp 163,49 milyar (dengan kurs Rp 9.000 per dollar AS). Kini, pemerintah melarang ekspor rotan mentah dan rotan asalan. Tujuan kebijakan ini antara lain agar pemerintah daerah dan masyarakat bisa mengolah rotan mentah menjadi produk rotan sehingga memiliki nilai tambah yang tinggi.
Sebagai gambaran, satu peti kemas produk kerajinan rotan menghabiskan bahan baku sekitar 3.000 kilogram. Jika rotan mentah yang diekspor sebanyak 28,5 juta kilogram, sebenarnya bisa menghasilkan 9.500 kontainer kerajinan rotan. Harga produk atau kerajinan rotan minimal 8.500 dollar AS per kontainer atau seluruhnya senilai 80,75 juta dolar AS. Berarti nilai tambah produk rotan hampir lima kali lipat dibandingkan dengan rotan asalah/mentah.
Salah satu daerah yang memiliki industri rotan adalah Cirebon, khususnya di kabupaten Kuningan, Majalengka, Indramayu, Cirebon, dan Kota Cirebon. Kini, lebih dari 400.000 orang penduduk menggantungkan hidup dari usaha mebel rotan. Bisnis rotan di Cirebon seakan sudah menggurita, mulai dari industri rumahan sampai perusahaan eksportir.
Menurut catatan Asosiasi Industri Permebelan & Kerajian Indonesia (Asmindo) Komisariat Daerah Cirebon yang dikuti dari sumber data Depperindag Kabupaten Cirebon tahun 1999, realisasi ekspor mebel rotan Cirebon (tidak termasuk kerajinan tangan yang umumnya berbahan baku limbah mebel rotan) tercatat senilai 84,38 juta dollar AS, tahun 2000 menjadi 91,55 juta dollar AS, tahun 2003 sebesar 101,67 juta dollar AS, dan tahun 2004 sekitar 116,57 juta dollar AS. Nilai tersebut belum termasuk yang diekspor melalui Jakarta dan kota lainnya di Indonesia. Selain menggarap pasar ekspor, industri rotan Cirebon juga menyasar pasar lokal, meskipun omzet mebel rotan ekspor nilainya lebih besar daripada pasar lokal.
Tahun 1995 mebel rotan buatan Indonesia, Cirebon khususnya, masih bisa bersaing dengan produksi China, tetapi sekarang China tak bisa disepelekan. Dari sisi desain dan kualitas, mebel rotan buatan China tidak kalah dari produk kita, namun harganya bisa jauh lebih murah.
Salah satu yang diharapkan pengusaha mebel rotan dari pemerintah adalah pemberlakuan terminal handling charge (THC) yang bersaing. Menurut pengusaha, komponen THC di Indonesia termasuk tinggi dibandingkan dengan negara Asia lainnya, yaitu sebesar 260 dollar AS untuk setiap kontainer berukuran sekitar 40 kaki. Sebagai perbandingan, THC serupa di Malaysia hanya sebesar 68 dolar AS, Singapura mematok 160 dollar AS, Thailand 75 dollar AS, dan Myanmar hanya 50 dollar AS.
Dari gambaran industri mebel rotan di Cirebon, tampak bahwa industri mebel dan kerajinan rotan di negara kita memliki potensi yang luar biasa, baik dari segi penyerapan tenaga kerja mapun devisa ekspor. Hal ini tidak lepas dari melimpahnya hasil hutan tersebut yang ada di negara kita. Namun hingga kini industri mebel rotan kita masih kalah bersaing di pasar internasional dengan produk yang sama dari negara, yang justru bukan penghasil rotan, yaitu China dan Taiwan. Oleh karena itu, pemerintah pusat dan pemerintah daerah (penghasil rotan) harus bekerja keras untuk mendayagunakan hasil hutan tersebut, sebagai salah satu kekayaan negara yang sangat menjanjikan bagi kemakmuran bangsa.
Pertanyaan
Nomor Satu
• Jelaskan tiga fungsi manajemen keuangan. Berikan ilustrasi dengan contoh perkembangan industri mebel di Indonesia. (Nilai: 6 poin)
• Susunlah Laporan Sumber dan Penggunaan Dana PT Rattani berdasarkan necara PT Rattani tahun 2003 dan 2004 berikut ini: (Nilai: 6 poin)
• Tanggal ; 31-12-2003 ; 31-12-2004
Kas ; Rp 1.750.000,- ; Rp 1.900.000,-
Piutang ; Rp 3.500.000,- ; Rp 5.200.000,-
Persediaan ; Rp 8.150.000,- ; Rp 12.600.000,-
Mesin dan Peralatan ; Rp 3.500.000,- ; Rp 5.000.000,-
Depresiasi ; Rp 350.000,- ; Rp 500.000,-
Tanah ; Rp 20.000.000,- ; Rp 20.000.000,-
Gedung ; Rp 25.000.000,- ; Rp 35.000.000,-
Depresiasi ; Rp 1.500.000,- ; Rp 1.500.000,-
Total Aktiva ; Rp 63.750.000,- ; Rp 81.700.000,-
Utang Dagang ; Rp 7.450.000,- ; Rp 8.600.000,-
Utang Bank ; Rp 30.000.000,- ; Rp 35.000.000,-
Utang Jangka Panjang ; Rp 20.000.000,- ; Rp 30.000.000,-
Laba Ditahan ; Rp 6.300.000,- ; Rp 8.100.000,-
Total Pasiva & Modal; Rp 63.750.000,- ; Rp 81.700.000,-
• Jika pinjaman PT Rattani tahun 2003 dikenakan harga flat rate oleh bank, dengan jangka waktu pinjaman selama 3 tahun, hitunglah besarnya biaya modal PT Rattani untuk tahun 2003! Realisasi pinjaman terhitung mulai bulan Mei 2003. (Nilai: 4 poin)
Nomor Dua
• Dari wacana di atas, dapat dikatakan bahwa posisi pengusaha-pengusaha industri rotan Indonesia dalam pasar industri rotan internasional adalah sebagai penantang pasar! Jelaskan yang dimaksud dengan penantang pasar dan jelaskan minimal dua karakteristiknya! (Nilai: 6 poin)
• Dengan posisi pengusaha-pengusaha rotan Indonesia sebagai penantang pasar, jelaskan minimal dua strategi penyerangan untuk mengungguli dominasi pengusaha-pengusaha China dan Taiwan! (Nilai: 4 poin)
• Bagaimana penerapan strategi Segmenting, Targetting, dan Positioning (STP) dalam industri pasar industri rotan! (Nilai: 6 poin)
Nomor Tiga
• Mengingat kebutuhan tiap tahun akan bahan baku rotan yang begitu besar, maka PT Rattani harus memperhitungkan jumlah pembelian ekonomisnya (EOQ). Jika diketahui harga rotan mentah per tahun mencapai 1.500 kg, dengan harga beli Rp 5.000,- per kg, biaya pemesanan adalah Rp 50.000,- untuk setiap kali pesan, serta biaya penyimpanan diperhitungkan 0,5% dari nilai kebutuhan rotan per tahun, maka hitunglah jumlah pembelian ekonomisnya (EOQ)? (Nilai: 4 poin)
• Berdasarkan prediksi volume penjualan yang akan meningkat untuk tahun-tahun mendatang, PT Rattani bermaksud mendirikan pabrik mebel rotan baru. Jelaskan minimal tiga aspek penting yang harus dipertimbangkan oleh PT Rattani dalam pemilihan lokasi pabrik? (Nilai: 6 poin)
Nomor Empat
• Dengan menggunakan metode analisis SWOT, coba Anda lakukan analisis terhadap industri mebel dan kerajian rotan Indonesia! (Nilai: 8 poin)
• Jelaskan tiga upaya yang akan dilakukan oleh pemerintah dalam mengembangkan industri rotan di tanah air! (Nilai: 6 poin)
Nomor Lima
• Berkaitan dengan rencana pembangunan pabrik mebel rotan baru oleh PT Rattani, maka dibutuhkan tambahan karyawan baru, baik pada tingkat manajerial maupun tingkat operasional. Alat analisis yang penting dalam rencana rekrutmen tersebut adalah Analisis Jabatan (Job Analysis). Secara garis besar terdapat dua informasi penting yang diperoleh dari analisis jabatan. Jelaskan! (Nilai: 4 poin)
• Jelaskan spesifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan oleh pabrik mebel atau kerajinan rotan (3 buah)! (Nilai: 6 poin)
• Agar pegawai tingkat operasional PT Rattani memiliki semangat kerja yang tinggi, jelaskan minimal tiga upaya yang dapat dilakukan oleh pihak manajemen PT Rattani? (Nilai: 6 poin)
Total Nilai: 72 poin
TUGAS AKHIR PROGRAM (TAP)
Program Studi Administrasi Niaga
Tutup Buku / Boleh Pakai Kalkulator
Kode Mata Kuliah : ADBI4500
Kode Naskah : 48
Masa Ujian : 051
Tanggal Ujian : Sabtu / 14 – 05 -2005
Waktu Ujian : 11.00 – 14.00 WIB (180 menit)
12.00 - 15.00 WITA (180 menit)
13.00 - 16.00 WIT (180 menit)
Petunjuk:
1. Telitilah kode matakuliah, jumlah halaman, dan jumlah soal dalam naskah TAP ini. Naskah ini terdiri dari 03 halaman yang berisi 05 butir soal. Kalau tidak sesuai laporkan kepada Pengawas.
2. Bacalah petunjuk cara menjawab soal dengan cermat.
3. Nilai hanya diberikan terhadap jawaban yang benar dan tidak akan dikenakan denda terhadap jawaban yang salah.
4. Jawaban ditulis pada Buku Jawaban Ujian (BJU), dengan tulisan yang jelas dan mudah dibaca.
5. Jangan mencorat-coret BJU, gunakan buram atau lembar kosong pada Naskah Ujian untuk coret-mencoret.
6. Tidak diperkenankan meminta penjelasan kepada siapapun yang berkaitan dengan materi ujian.
7. Naskah Ujian ini tidak dilampiri tabel.
8. BJU tidak boleh kotor, basah, terlibat atau robek.
9. Periksalah kembali penulisan identitas kemahasiswaan Anda pada BJU karena, kesalahan pengisian identitas bisa menyebabkan Anda tidak lulus ujian ini.
10. Setelah selesai ujian, serahkan BJU kepada Pengawas Ujian dan naskah ujian boleh diambil.
INDUSTRI ROTAN
DI TENGAH MELIMPAHNYA BAHAN BAKU
Indonesia merupakan negara penghasil rotan terbesar di dunia, namun devisa yang diperoleh dari hasil ekspor rotan masih relatif kecil. Sebagai contoh, ketika keran ekspor rotan mentah dibuka sejak tahun 1999, total ekspor rotan asalan dan setengah jadi pada tahun 2003 mencapai 28,5 juta kilogram dengan nilai jual hanya 18,16 juta dollar Amerika Serikat (AS) atau Rp 163,49 milyar (dengan kurs Rp 9.000 per dollar AS). Kini, pemerintah melarang ekspor rotan mentah dan rotan asalan. Tujuan kebijakan ini antara lain agar pemerintah daerah dan masyarakat bisa mengolah rotan mentah menjadi produk rotan sehingga memiliki nilai tambah yang tinggi.
Sebagai gambaran, satu peti kemas produk kerajinan rotan menghabiskan bahan baku sekitar 3.000 kilogram. Jika rotan mentah yang diekspor sebanyak 28,5 juta kilogram, sebenarnya bisa menghasilkan 9.500 kontainer kerajinan rotan. Harga produk atau kerajinan rotan minimal 8.500 dollar AS per kontainer atau seluruhnya senilai 80,75 juta dolar AS. Berarti nilai tambah produk rotan hampir lima kali lipat dibandingkan dengan rotan asalah/mentah.
Salah satu daerah yang memiliki industri rotan adalah Cirebon, khususnya di kabupaten Kuningan, Majalengka, Indramayu, Cirebon, dan Kota Cirebon. Kini, lebih dari 400.000 orang penduduk menggantungkan hidup dari usaha mebel rotan. Bisnis rotan di Cirebon seakan sudah menggurita, mulai dari industri rumahan sampai perusahaan eksportir.
Menurut catatan Asosiasi Industri Permebelan & Kerajian Indonesia (Asmindo) Komisariat Daerah Cirebon yang dikuti dari sumber data Depperindag Kabupaten Cirebon tahun 1999, realisasi ekspor mebel rotan Cirebon (tidak termasuk kerajinan tangan yang umumnya berbahan baku limbah mebel rotan) tercatat senilai 84,38 juta dollar AS, tahun 2000 menjadi 91,55 juta dollar AS, tahun 2003 sebesar 101,67 juta dollar AS, dan tahun 2004 sekitar 116,57 juta dollar AS. Nilai tersebut belum termasuk yang diekspor melalui Jakarta dan kota lainnya di Indonesia. Selain menggarap pasar ekspor, industri rotan Cirebon juga menyasar pasar lokal, meskipun omzet mebel rotan ekspor nilainya lebih besar daripada pasar lokal.
Tahun 1995 mebel rotan buatan Indonesia, Cirebon khususnya, masih bisa bersaing dengan produksi China, tetapi sekarang China tak bisa disepelekan. Dari sisi desain dan kualitas, mebel rotan buatan China tidak kalah dari produk kita, namun harganya bisa jauh lebih murah.
Salah satu yang diharapkan pengusaha mebel rotan dari pemerintah adalah pemberlakuan terminal handling charge (THC) yang bersaing. Menurut pengusaha, komponen THC di Indonesia termasuk tinggi dibandingkan dengan negara Asia lainnya, yaitu sebesar 260 dollar AS untuk setiap kontainer berukuran sekitar 40 kaki. Sebagai perbandingan, THC serupa di Malaysia hanya sebesar 68 dolar AS, Singapura mematok 160 dollar AS, Thailand 75 dollar AS, dan Myanmar hanya 50 dollar AS.
Dari gambaran industri mebel rotan di Cirebon, tampak bahwa industri mebel dan kerajinan rotan di negara kita memliki potensi yang luar biasa, baik dari segi penyerapan tenaga kerja mapun devisa ekspor. Hal ini tidak lepas dari melimpahnya hasil hutan tersebut yang ada di negara kita. Namun hingga kini industri mebel rotan kita masih kalah bersaing di pasar internasional dengan produk yang sama dari negara, yang justru bukan penghasil rotan, yaitu China dan Taiwan. Oleh karena itu, pemerintah pusat dan pemerintah daerah (penghasil rotan) harus bekerja keras untuk mendayagunakan hasil hutan tersebut, sebagai salah satu kekayaan negara yang sangat menjanjikan bagi kemakmuran bangsa.
Pertanyaan
Nomor Satu
• Jelaskan tiga fungsi manajemen keuangan. Berikan ilustrasi dengan contoh perkembangan industri mebel di Indonesia. (Nilai: 6 poin)
• Susunlah Laporan Sumber dan Penggunaan Dana PT Rattani berdasarkan necara PT Rattani tahun 2003 dan 2004 berikut ini: (Nilai: 6 poin)
• Tanggal ; 31-12-2003 ; 31-12-2004
Kas ; Rp 1.750.000,- ; Rp 1.900.000,-
Piutang ; Rp 3.500.000,- ; Rp 5.200.000,-
Persediaan ; Rp 8.150.000,- ; Rp 12.600.000,-
Mesin dan Peralatan ; Rp 3.500.000,- ; Rp 5.000.000,-
Depresiasi ; Rp 350.000,- ; Rp 500.000,-
Tanah ; Rp 20.000.000,- ; Rp 20.000.000,-
Gedung ; Rp 25.000.000,- ; Rp 35.000.000,-
Depresiasi ; Rp 1.500.000,- ; Rp 1.500.000,-
Total Aktiva ; Rp 63.750.000,- ; Rp 81.700.000,-
Utang Dagang ; Rp 7.450.000,- ; Rp 8.600.000,-
Utang Bank ; Rp 30.000.000,- ; Rp 35.000.000,-
Utang Jangka Panjang ; Rp 20.000.000,- ; Rp 30.000.000,-
Laba Ditahan ; Rp 6.300.000,- ; Rp 8.100.000,-
Total Pasiva & Modal; Rp 63.750.000,- ; Rp 81.700.000,-
• Jika pinjaman PT Rattani tahun 2003 dikenakan harga flat rate oleh bank, dengan jangka waktu pinjaman selama 3 tahun, hitunglah besarnya biaya modal PT Rattani untuk tahun 2003! Realisasi pinjaman terhitung mulai bulan Mei 2003. (Nilai: 4 poin)
Nomor Dua
• Dari wacana di atas, dapat dikatakan bahwa posisi pengusaha-pengusaha industri rotan Indonesia dalam pasar industri rotan internasional adalah sebagai penantang pasar! Jelaskan yang dimaksud dengan penantang pasar dan jelaskan minimal dua karakteristiknya! (Nilai: 6 poin)
• Dengan posisi pengusaha-pengusaha rotan Indonesia sebagai penantang pasar, jelaskan minimal dua strategi penyerangan untuk mengungguli dominasi pengusaha-pengusaha China dan Taiwan! (Nilai: 4 poin)
• Bagaimana penerapan strategi Segmenting, Targetting, dan Positioning (STP) dalam industri pasar industri rotan! (Nilai: 6 poin)
Nomor Tiga
• Mengingat kebutuhan tiap tahun akan bahan baku rotan yang begitu besar, maka PT Rattani harus memperhitungkan jumlah pembelian ekonomisnya (EOQ). Jika diketahui harga rotan mentah per tahun mencapai 1.500 kg, dengan harga beli Rp 5.000,- per kg, biaya pemesanan adalah Rp 50.000,- untuk setiap kali pesan, serta biaya penyimpanan diperhitungkan 0,5% dari nilai kebutuhan rotan per tahun, maka hitunglah jumlah pembelian ekonomisnya (EOQ)? (Nilai: 4 poin)
• Berdasarkan prediksi volume penjualan yang akan meningkat untuk tahun-tahun mendatang, PT Rattani bermaksud mendirikan pabrik mebel rotan baru. Jelaskan minimal tiga aspek penting yang harus dipertimbangkan oleh PT Rattani dalam pemilihan lokasi pabrik? (Nilai: 6 poin)
Nomor Empat
• Dengan menggunakan metode analisis SWOT, coba Anda lakukan analisis terhadap industri mebel dan kerajian rotan Indonesia! (Nilai: 8 poin)
• Jelaskan tiga upaya yang akan dilakukan oleh pemerintah dalam mengembangkan industri rotan di tanah air! (Nilai: 6 poin)
Nomor Lima
• Berkaitan dengan rencana pembangunan pabrik mebel rotan baru oleh PT Rattani, maka dibutuhkan tambahan karyawan baru, baik pada tingkat manajerial maupun tingkat operasional. Alat analisis yang penting dalam rencana rekrutmen tersebut adalah Analisis Jabatan (Job Analysis). Secara garis besar terdapat dua informasi penting yang diperoleh dari analisis jabatan. Jelaskan! (Nilai: 4 poin)
• Jelaskan spesifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan oleh pabrik mebel atau kerajinan rotan (3 buah)! (Nilai: 6 poin)
• Agar pegawai tingkat operasional PT Rattani memiliki semangat kerja yang tinggi, jelaskan minimal tiga upaya yang dapat dilakukan oleh pihak manajemen PT Rattani? (Nilai: 6 poin)
Total Nilai: 72 poin
Senin, 04 Januari 2010
KISAH NAGA BARU
Kisah Naga Baru
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kisah naga baru Ada sebuah kisah menarik yang dimuat di sebuah koran ibukota kira kira pada tahun 2002, dengan judul Naga baru. Ceriteranya nya kurang lebih begini:
Alkisah pada suatu hari seorang pendekar perguruan silat yang sangat sakti dibujuk oleh murid muridnya untuk masuk kedalam sebuah gua dan mengalahkan seekor naga yang menghuni gua tersebut. Sudah ratusan pendekar yang masuk dan berusaha membunuh naga tersebut tetapi mereka tak pernah keluar dari gua dengan selamat.
Karena merasa tertantang, maka sang pendekar guru segera masuk kedalam gua dan ternyata bahwa sang naga sama sekali tidak sakti. Dengan sekali tebasan pedang saja sang naga langsung tersungkur mati. Sang pendekar segera melihat sekeliling gua, ternyata penuh dengan bongkahan emas permata yang kemilau sangat mempesona. Sang pendekar guru tergiur untuk mengambil beberapa genggam permata untuk oleh-oleh kepada murid-muridnya sekaligus sebagai bukti bahwa dia telah berhasil mengalahkan sang naga.
Namun apa lacur?? Begitu meraup harta permata tersebut seketika sang pendekar guru menjelma menjadi seekor naga. Karena merasa malu maka sang pendekar guru memilih tetap tinggal di dalam gua, dan menjadi Naga Baru. Murid murid diluar gua merasa cemas dan menyangka gurunya telah tewas diterkam sang Naga, padahal gurunya telah menjelma menjadi naga yang baru.
Kisah ini sedikit banyak ada kemiripannya dengan para pemegang kekuasaan. Yang semula masih idealis, begitu menjabat biasanya juga sama saja, bahkan kadang kadang lebih buruk dari penguasa yang dicela sebelumnya.
Diperoleh dari "http://id.wikipedia.org/wiki/"
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kisah naga baru Ada sebuah kisah menarik yang dimuat di sebuah koran ibukota kira kira pada tahun 2002, dengan judul Naga baru. Ceriteranya nya kurang lebih begini:
Alkisah pada suatu hari seorang pendekar perguruan silat yang sangat sakti dibujuk oleh murid muridnya untuk masuk kedalam sebuah gua dan mengalahkan seekor naga yang menghuni gua tersebut. Sudah ratusan pendekar yang masuk dan berusaha membunuh naga tersebut tetapi mereka tak pernah keluar dari gua dengan selamat.
Karena merasa tertantang, maka sang pendekar guru segera masuk kedalam gua dan ternyata bahwa sang naga sama sekali tidak sakti. Dengan sekali tebasan pedang saja sang naga langsung tersungkur mati. Sang pendekar segera melihat sekeliling gua, ternyata penuh dengan bongkahan emas permata yang kemilau sangat mempesona. Sang pendekar guru tergiur untuk mengambil beberapa genggam permata untuk oleh-oleh kepada murid-muridnya sekaligus sebagai bukti bahwa dia telah berhasil mengalahkan sang naga.
Namun apa lacur?? Begitu meraup harta permata tersebut seketika sang pendekar guru menjelma menjadi seekor naga. Karena merasa malu maka sang pendekar guru memilih tetap tinggal di dalam gua, dan menjadi Naga Baru. Murid murid diluar gua merasa cemas dan menyangka gurunya telah tewas diterkam sang Naga, padahal gurunya telah menjelma menjadi naga yang baru.
Kisah ini sedikit banyak ada kemiripannya dengan para pemegang kekuasaan. Yang semula masih idealis, begitu menjabat biasanya juga sama saja, bahkan kadang kadang lebih buruk dari penguasa yang dicela sebelumnya.
Diperoleh dari "http://id.wikipedia.org/wiki/"
Rabu, 09 Desember 2009
KISAH UJIAN TAP
CATATAN UJIAN TAP
Dear All,
Berbagi pengalaman mengenai TAP kemarin 2009.2, saya juga ada "kejadian" atau pengalaman yang membuat saya "tak enak makan dan tak nyenyak tidur"...... .
Ceritanya
Sebagaimana dimaklumi bahwa untuk jurusan Pemerintahan terdiri dari 5 (lima) Mata Kuliah Pendukung TAP: Organisasi & Manajemen Pemerintahan, Kebijakan Pemerintahan, Sistem Pemerintahan Indonesia, Perubahan Sosial & Pembangunan dan Manajemen Pelayanan Umum.
Menjelang ujian TAP, kelima modul dari kelima MK tersebut telah saya pelajari termasuk pokok bahasan yang berkaitan dengan pentingnya konsep "Desenteralisasi" dalam kerangka otonomi di Indoensia.
Dari kelima modul tersebut, bahasan mengenai pentingnya "desentralisasi" tersebut dijelaskan dalam modul MK "Sistem Pemerintahan Indonesia" misalnya pandangan The Lian Gie ataupun tokoh lainnya. Termasuk yang paling membantu adalah pandangan penyusun modul (Siti Aisyah, dkk) yang secara explisit mengemukakan alasan/faktor-faktor pentingnya "desentralisasi" di negara kita terutama dilihat dari beberapa dimensi/aspek.
Dari kelima modul mata kuliah pendukung TAP tersebut diatas, sejauh yang saya pelajari tidak ada yang membahas mengenai pentingnya desentralisasi menurut pandangan Smith.
Masalah kemudian
Yang menjadi masalah kemudian ketika tiba "hari H" TAP, konsep pandangan desentralisasi yang menurut saya ada pada modul MK Pendukung TAP (seperti disebutkan diatas) tidak satupun yang ditanyakan (soal TAP), malah sebaliknya konsep pandangan Smith yang notabene tidak tercantum dalam modul MK pendukung TAP ditanyakan (sebagai soal TAP) - soal TAP No. # 5 -
Waktu mau mengerjakan TAP, rasanya saya masih terngiang konsep pandangan menurut Siti Aisyah dkk, mengenai konsep pentingnya Desentralisasi tersebut bagi negara kita oleh karena pandangan tersebut sangat ideal, jelas, padat dan komprehensive sehingga sangat relevant antara teori dan kenyataan. Tetapi, ketika melihat soal/pertanyaan tersebut (konsepsi Smith) sesaat fikiran saya goyah semua perasaan bercampur aduk karena konsepsi Smith itu tidak saya temukan dalam kelima modul MK pendukung TAP.
Do'a dan Harapan
Semua soal TAP telah selesai saya kerjakan - termasuk soal No. # 5 itu yang terus menggangu fikiran saya- rasanya saya ingin "mempertanggung-jawabkan" jawaban saya atas soal no. # 5 tersebut secara berhadapan langsung dengan para penilai, dan saya ingin menjelaskan:
1) Penyebab arah jawaban saya dalam TAP seperti itu,
2) Keterkaitan konsep teorities pendekatan eknominya "Adam SMITH" dengan konsep pentingnya desentralisasi bagi negara kita yang substansinya sangat relevant dengan padangan Siti Aisyah, dkk terutama salah-satunya dari dimensi/aspek perekonomian dan pembangunan (sebagaimana yang saya maksud dalam menjawab soal TAP # 5)
Kalaupun "pertangung-jawaban" secara langsung kepada para dosen/penilai itu tidak terjadi, tapi saya yakin dan percaya bahwa konsepsi Adam SMITH (pendekatan ekonomi) sangat erat kaitannya dengan pentingnya desentralisasi.
--o0o--
Duhai ibuku tercinta, maafkan anakmu yang dhoif ini kelulusanku adalah dambaanmu semasa hidup seperti juga dambaanku......, karena kini kau telah mendahului kami menghadap Yang Kuasa sebelum kau menyaksikan anakmu ini lulus dan diwisuda.... maafkanlah !, do'aku untuk mu wahai Ibu tercinta semoga kau bahagia disisiNya, aamiin...
Kiranya cukup sekian "berbagi pengalaman" TAP yang pernah saya alami, saya berdo'a kepada Allah swt semoga segala perjuangan kita senantiasa mendapat jalan dan ridho Allah swt, aamiin.
Salam,
Maju Terus & tetap semangat.
Rustandi ; email : ru5t4ndi@yahoo.com
Dear All,
Berbagi pengalaman mengenai TAP kemarin 2009.2, saya juga ada "kejadian" atau pengalaman yang membuat saya "tak enak makan dan tak nyenyak tidur"...... .
Ceritanya
Sebagaimana dimaklumi bahwa untuk jurusan Pemerintahan terdiri dari 5 (lima) Mata Kuliah Pendukung TAP: Organisasi & Manajemen Pemerintahan, Kebijakan Pemerintahan, Sistem Pemerintahan Indonesia, Perubahan Sosial & Pembangunan dan Manajemen Pelayanan Umum.
Menjelang ujian TAP, kelima modul dari kelima MK tersebut telah saya pelajari termasuk pokok bahasan yang berkaitan dengan pentingnya konsep "Desenteralisasi" dalam kerangka otonomi di Indoensia.
Dari kelima modul tersebut, bahasan mengenai pentingnya "desentralisasi" tersebut dijelaskan dalam modul MK "Sistem Pemerintahan Indonesia" misalnya pandangan The Lian Gie ataupun tokoh lainnya. Termasuk yang paling membantu adalah pandangan penyusun modul (Siti Aisyah, dkk) yang secara explisit mengemukakan alasan/faktor-faktor pentingnya "desentralisasi" di negara kita terutama dilihat dari beberapa dimensi/aspek.
Dari kelima modul mata kuliah pendukung TAP tersebut diatas, sejauh yang saya pelajari tidak ada yang membahas mengenai pentingnya desentralisasi menurut pandangan Smith.
Masalah kemudian
Yang menjadi masalah kemudian ketika tiba "hari H" TAP, konsep pandangan desentralisasi yang menurut saya ada pada modul MK Pendukung TAP (seperti disebutkan diatas) tidak satupun yang ditanyakan (soal TAP), malah sebaliknya konsep pandangan Smith yang notabene tidak tercantum dalam modul MK pendukung TAP ditanyakan (sebagai soal TAP) - soal TAP No. # 5 -
Waktu mau mengerjakan TAP, rasanya saya masih terngiang konsep pandangan menurut Siti Aisyah dkk, mengenai konsep pentingnya Desentralisasi tersebut bagi negara kita oleh karena pandangan tersebut sangat ideal, jelas, padat dan komprehensive sehingga sangat relevant antara teori dan kenyataan. Tetapi, ketika melihat soal/pertanyaan tersebut (konsepsi Smith) sesaat fikiran saya goyah semua perasaan bercampur aduk karena konsepsi Smith itu tidak saya temukan dalam kelima modul MK pendukung TAP.
Do'a dan Harapan
Semua soal TAP telah selesai saya kerjakan - termasuk soal No. # 5 itu yang terus menggangu fikiran saya- rasanya saya ingin "mempertanggung-jawabkan" jawaban saya atas soal no. # 5 tersebut secara berhadapan langsung dengan para penilai, dan saya ingin menjelaskan:
1) Penyebab arah jawaban saya dalam TAP seperti itu,
2) Keterkaitan konsep teorities pendekatan eknominya "Adam SMITH" dengan konsep pentingnya desentralisasi bagi negara kita yang substansinya sangat relevant dengan padangan Siti Aisyah, dkk terutama salah-satunya dari dimensi/aspek perekonomian dan pembangunan (sebagaimana yang saya maksud dalam menjawab soal TAP # 5)
Kalaupun "pertangung-jawaban" secara langsung kepada para dosen/penilai itu tidak terjadi, tapi saya yakin dan percaya bahwa konsepsi Adam SMITH (pendekatan ekonomi) sangat erat kaitannya dengan pentingnya desentralisasi.
--o0o--
Duhai ibuku tercinta, maafkan anakmu yang dhoif ini kelulusanku adalah dambaanmu semasa hidup seperti juga dambaanku......, karena kini kau telah mendahului kami menghadap Yang Kuasa sebelum kau menyaksikan anakmu ini lulus dan diwisuda.... maafkanlah !, do'aku untuk mu wahai Ibu tercinta semoga kau bahagia disisiNya, aamiin...
Kiranya cukup sekian "berbagi pengalaman" TAP yang pernah saya alami, saya berdo'a kepada Allah swt semoga segala perjuangan kita senantiasa mendapat jalan dan ridho Allah swt, aamiin.
Salam,
Maju Terus & tetap semangat.
Rustandi ; email : ru5t4ndi@yahoo.com
Selasa, 08 Desember 2009
Pengenalan Universitas Terbuka
Mengenal Universitas Terbuka
Universitas Terbuka (UT) adalah Perguruan Tinggi Negeri ke 45 di Indonesia yang diresmikan pada tanggal 4 September 1984, berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 41 Tahun 1984.
A. Tujuan Pendirian UT
UT didirikan dengan tujuan:
1. memberikan kesempatan yang luas bagi warga negara Indonesia dan warga negara asing, di mana pun tempat tinggalnya untuk memperoleh pendidikan tinggi;
2. memberikan layanan pendidikan tinggi bagi mereka, yang karena bekerja atau karena alasan lain, tidak dapat melanjutkan belajar di perguruan tinggi tatap muka;
3. mengembangkan program pendidikan akademik dan profesional yang disesuaikan dengan kebutuhan nyata pembangunan, yang belum banyak dikembangkan oleh perguruan tinggi lain.
B. Sistem Belajar Mengajar
UT menerapkan sistem belajar jarak jauh dan terbuka. Istilah jarak jauh berarti pembelajaran tidak dilakukan secara tatap muka, melainkan menggunakan media, baik media cetak (modul) maupun non-cetak (audio/video, komputer/Internet, siaran radio dan televisi). Makna terbuka adalah tidak ada pembatasan usia, tahun ijazah, masa belajar, waktu registrasi, frekuensi mengikuti ujian, dan sebagainya. Batasan yang ada hanyalah bahwa setiap mahasiswa UT harus sudah menamatkan jenjang pendidikan menengah atas (SMA atau yang sederajat).
C. Cara Belajar
Mahasiswa UT diharapkan dapat belajar secara mandiri. Cara belajar mandiri menghendaki mahasiswa untuk belajar atas prakarsa atau inisiatif sendiri. Belajar mandiri dapat dilakukan secara sendiri ataupun berkelompok, baik dalam kelompok belajar maupun dalam kelompok tutorial. UT menyediakan bahan ajar yang dibuat khusus untuk dapat di pelajari secara mandiri. Selain menggunakan bahan ajar yang disediakan oleh UT, mahasiswa juga dapat mengambil inisiatif untuk memanfaatkan perpustakaan, mengikuti tutorial baik secara tatap muka maupun melalui Internet, radio, dan televisi, serta menggunakan sumber belajar lain seperti bahan belajar berbantuan komputer dan program audio/ video. Apabila mengalami kesulitan belajar, mahasiswa dapat meminta informasi atau bantuan tutorial kepada Unit Program Belajar Jarak Jauh Universitas Terbuka (UPBJJ-UT) setempat.
Belajar mandiri dalam banyak hal ditentukan oleh kemampuan belajar secara efisien. Kemampuan belajar tergantung pada kecepatan membaca dan kemampuan memahami isi bacaan. Untuk dapat belajar mandiri secara efisien, mahasiswa UT dituntut memiliki disiplin diri, inisiatif, dan motivasi belajar yang kuat. Mahasiswa juga dituntut untuk dapat mengatur waktunya dengan efisien, sehingga dapat belajar secara teratur berdasarkan jadwal belajar yang ditentukan sendiri. Oleh karena itu agar dapat berhasil belajar di UT, calon mahasiswa harus siap untuk belajar secara mandiri.
D. Sistem Kredit Semester
Universitas Terbuka, seperti halnya perguruan tinggi yang lain, menerapkan Sistem Kredit Semester untuk menetapkan beban studi mahasiswa tiap semester. Dalam Sistem Kredit Semester, beban studi yang harus diselesaikan dalam satu program studi diukur dengan satuan kredit semester (sks). Setiap matakuliah diberi bobot 2-4 sks atau lebih. Satu semester adalah satuan waktu kegiatan belajar selama kurang lebih 16 minggu.
Dalam pendidikan tinggi tatap muka, mahasiswa yang mengambil beban studi satu sks harus mengikuti perkuliahan selama satu jam per minggu di kelas dan satu jam untuk praktek, praktikum atau belajar di rumah, sehingga dalam satu semester mahasiswa harus mengalokasikan waktu belajar sekitar 32 jam. Untuk menempuh matakuliah yang berbobot 3 sks dibutuhkan waktu belajar sekitar 96 jam per semester.
Dalam sistem pendidikan jarak jauh, mahasiswa juga harus mengalokasikan waktu yang sama dengan mahasiswa tatap muka (2 jam per minggu per sks). Hanya saja kegiatan belajarnya lebih banyak dilakukan secara mandiri (di rumah, melalui kelompok belajar, dan tutorial)
Khusus untuk UT, satu sks disetarakan dengan tiga modul bahan ajar cetak (BMP). Satu modul terdiri atas 50-60 halaman, sehingga bahan ajar dengan bobot 3 sks berkisar antara 450-540 halaman tergantung pada jenis mata kuliahnya. Berdasarkan hasil penelitian, kemampuan membaca dan memahami rata-rata mahasiswa adalah 5-6 halaman per jam. Sehingga untuk membaca bahan ajar dengan bobot 3 sks diperlukan waktu (450 s.d. 540) : (5 s.d. 6) = 90 jam. Apabila satu semester mempunyai waktu 16 minggu maka waktu yang diperlukan untuk membaca bahan ajar dengan bobot 3 sks adalah 90 : 16 kurang lebih 6 jam per minggu. Misalnya mahasiswa mengambil 15 sks/semester maka yang bersangkutan harus mengalokasikan waktu belajar sebanyak 15 : 3 x 6 = 30 jam per minggu atau kira-kira 5 jam per hari(1 minggu dihitung 6 hari belajar).
Dengan sistem belajar seperti ini mahasiswa UT diharapkam mengalokasikan waktu belajar sesuai dengan beban sks yang diambil atau mengambil beban sks setiap semester sesuai dengan waktu belajar yang dapat dialokasikan serta mempertimbangkan kemampuan akademik masing-masing.
E. Penyelenggaraan Pendidikan di UT
Dalam penyelenggaraan pendidikan, UT bekerja sama dengan semua perguruan tinggi negeri/swasta serta instansi yang relevan yang ada di Indonesia. Pada setiap propinsi atau kota yang terdapat perguruan tinggi negeri, tersedia unit layanan UT yang disebut Unit Program Belajar Jarak Jauh – Universitas Terbuka (UPBJJ-UT). Perguruan tinggi negeri setempat berperan sebagai pembina UPBJJ-UT serta membantu dalam penulisan bahan ajar, tutorial, praktikum, dan ujian.
Untuk memberikan layanan pendidikan secara optimal kepada mahasiswa yang tersebar di seluruh penjuru tanah air dan di luar negeri, UT bekerja sama dengan instansi lain seperti Bank BRI, Televisi Republik Indonesia (TVRI), Radio Republik Indonesia (RRI), Radio Siaran Pemerintah Daerah, Radio Siaran Swasta Niaga, Pemerintah Propinsi dan Kabupaten/Kota, Atase Pendidikan KBRI, Perpustakaan Nasional RI dan Perpustakaan Daerah, serta Indosat.
Universitas Terbuka juga bekerja sama dengan instansi-instansi yang ingin meningkatkan kualitas sumber daya karyawannya, baik instansi pemerintah, BUMN maupun swasta. Mereka dapat mengikuti program yang ada di UT atau memesan program studi baru yang sesuai dengan kebutuhan instansinya. UT selama ini telah mendapatkan kepercayaan dari pemerintah untuk meningkatkan kualitas guru SD dan Taman Kanak-Kanak melalui program yang dikenal sebagai program Pendidikan Dasar (Pendas).
Selain itu UT juga telah mendapat kepercayaan untuk meningkatkan kualitas SDM dari TNI, Bank BRI, Bank BNI, PT Garuda Indonesia, PT Merpati Nusantara, Departemen Pertanian, Sekretariat Wakil Presiden, Pondok Pesantren dan beberapa instansi lainnya.
Posted by: Humas UT On 10/22/2007 10:23 AM
Sumber : www.ut.ac.id
Universitas Terbuka (UT) adalah Perguruan Tinggi Negeri ke 45 di Indonesia yang diresmikan pada tanggal 4 September 1984, berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 41 Tahun 1984.
A. Tujuan Pendirian UT
UT didirikan dengan tujuan:
1. memberikan kesempatan yang luas bagi warga negara Indonesia dan warga negara asing, di mana pun tempat tinggalnya untuk memperoleh pendidikan tinggi;
2. memberikan layanan pendidikan tinggi bagi mereka, yang karena bekerja atau karena alasan lain, tidak dapat melanjutkan belajar di perguruan tinggi tatap muka;
3. mengembangkan program pendidikan akademik dan profesional yang disesuaikan dengan kebutuhan nyata pembangunan, yang belum banyak dikembangkan oleh perguruan tinggi lain.
B. Sistem Belajar Mengajar
UT menerapkan sistem belajar jarak jauh dan terbuka. Istilah jarak jauh berarti pembelajaran tidak dilakukan secara tatap muka, melainkan menggunakan media, baik media cetak (modul) maupun non-cetak (audio/video, komputer/Internet, siaran radio dan televisi). Makna terbuka adalah tidak ada pembatasan usia, tahun ijazah, masa belajar, waktu registrasi, frekuensi mengikuti ujian, dan sebagainya. Batasan yang ada hanyalah bahwa setiap mahasiswa UT harus sudah menamatkan jenjang pendidikan menengah atas (SMA atau yang sederajat).
C. Cara Belajar
Mahasiswa UT diharapkan dapat belajar secara mandiri. Cara belajar mandiri menghendaki mahasiswa untuk belajar atas prakarsa atau inisiatif sendiri. Belajar mandiri dapat dilakukan secara sendiri ataupun berkelompok, baik dalam kelompok belajar maupun dalam kelompok tutorial. UT menyediakan bahan ajar yang dibuat khusus untuk dapat di pelajari secara mandiri. Selain menggunakan bahan ajar yang disediakan oleh UT, mahasiswa juga dapat mengambil inisiatif untuk memanfaatkan perpustakaan, mengikuti tutorial baik secara tatap muka maupun melalui Internet, radio, dan televisi, serta menggunakan sumber belajar lain seperti bahan belajar berbantuan komputer dan program audio/ video. Apabila mengalami kesulitan belajar, mahasiswa dapat meminta informasi atau bantuan tutorial kepada Unit Program Belajar Jarak Jauh Universitas Terbuka (UPBJJ-UT) setempat.
Belajar mandiri dalam banyak hal ditentukan oleh kemampuan belajar secara efisien. Kemampuan belajar tergantung pada kecepatan membaca dan kemampuan memahami isi bacaan. Untuk dapat belajar mandiri secara efisien, mahasiswa UT dituntut memiliki disiplin diri, inisiatif, dan motivasi belajar yang kuat. Mahasiswa juga dituntut untuk dapat mengatur waktunya dengan efisien, sehingga dapat belajar secara teratur berdasarkan jadwal belajar yang ditentukan sendiri. Oleh karena itu agar dapat berhasil belajar di UT, calon mahasiswa harus siap untuk belajar secara mandiri.
D. Sistem Kredit Semester
Universitas Terbuka, seperti halnya perguruan tinggi yang lain, menerapkan Sistem Kredit Semester untuk menetapkan beban studi mahasiswa tiap semester. Dalam Sistem Kredit Semester, beban studi yang harus diselesaikan dalam satu program studi diukur dengan satuan kredit semester (sks). Setiap matakuliah diberi bobot 2-4 sks atau lebih. Satu semester adalah satuan waktu kegiatan belajar selama kurang lebih 16 minggu.
Dalam pendidikan tinggi tatap muka, mahasiswa yang mengambil beban studi satu sks harus mengikuti perkuliahan selama satu jam per minggu di kelas dan satu jam untuk praktek, praktikum atau belajar di rumah, sehingga dalam satu semester mahasiswa harus mengalokasikan waktu belajar sekitar 32 jam. Untuk menempuh matakuliah yang berbobot 3 sks dibutuhkan waktu belajar sekitar 96 jam per semester.
Dalam sistem pendidikan jarak jauh, mahasiswa juga harus mengalokasikan waktu yang sama dengan mahasiswa tatap muka (2 jam per minggu per sks). Hanya saja kegiatan belajarnya lebih banyak dilakukan secara mandiri (di rumah, melalui kelompok belajar, dan tutorial)
Khusus untuk UT, satu sks disetarakan dengan tiga modul bahan ajar cetak (BMP). Satu modul terdiri atas 50-60 halaman, sehingga bahan ajar dengan bobot 3 sks berkisar antara 450-540 halaman tergantung pada jenis mata kuliahnya. Berdasarkan hasil penelitian, kemampuan membaca dan memahami rata-rata mahasiswa adalah 5-6 halaman per jam. Sehingga untuk membaca bahan ajar dengan bobot 3 sks diperlukan waktu (450 s.d. 540) : (5 s.d. 6) = 90 jam. Apabila satu semester mempunyai waktu 16 minggu maka waktu yang diperlukan untuk membaca bahan ajar dengan bobot 3 sks adalah 90 : 16 kurang lebih 6 jam per minggu. Misalnya mahasiswa mengambil 15 sks/semester maka yang bersangkutan harus mengalokasikan waktu belajar sebanyak 15 : 3 x 6 = 30 jam per minggu atau kira-kira 5 jam per hari(1 minggu dihitung 6 hari belajar).
Dengan sistem belajar seperti ini mahasiswa UT diharapkam mengalokasikan waktu belajar sesuai dengan beban sks yang diambil atau mengambil beban sks setiap semester sesuai dengan waktu belajar yang dapat dialokasikan serta mempertimbangkan kemampuan akademik masing-masing.
E. Penyelenggaraan Pendidikan di UT
Dalam penyelenggaraan pendidikan, UT bekerja sama dengan semua perguruan tinggi negeri/swasta serta instansi yang relevan yang ada di Indonesia. Pada setiap propinsi atau kota yang terdapat perguruan tinggi negeri, tersedia unit layanan UT yang disebut Unit Program Belajar Jarak Jauh – Universitas Terbuka (UPBJJ-UT). Perguruan tinggi negeri setempat berperan sebagai pembina UPBJJ-UT serta membantu dalam penulisan bahan ajar, tutorial, praktikum, dan ujian.
Untuk memberikan layanan pendidikan secara optimal kepada mahasiswa yang tersebar di seluruh penjuru tanah air dan di luar negeri, UT bekerja sama dengan instansi lain seperti Bank BRI, Televisi Republik Indonesia (TVRI), Radio Republik Indonesia (RRI), Radio Siaran Pemerintah Daerah, Radio Siaran Swasta Niaga, Pemerintah Propinsi dan Kabupaten/Kota, Atase Pendidikan KBRI, Perpustakaan Nasional RI dan Perpustakaan Daerah, serta Indosat.
Universitas Terbuka juga bekerja sama dengan instansi-instansi yang ingin meningkatkan kualitas sumber daya karyawannya, baik instansi pemerintah, BUMN maupun swasta. Mereka dapat mengikuti program yang ada di UT atau memesan program studi baru yang sesuai dengan kebutuhan instansinya. UT selama ini telah mendapatkan kepercayaan dari pemerintah untuk meningkatkan kualitas guru SD dan Taman Kanak-Kanak melalui program yang dikenal sebagai program Pendidikan Dasar (Pendas).
Selain itu UT juga telah mendapat kepercayaan untuk meningkatkan kualitas SDM dari TNI, Bank BRI, Bank BNI, PT Garuda Indonesia, PT Merpati Nusantara, Departemen Pertanian, Sekretariat Wakil Presiden, Pondok Pesantren dan beberapa instansi lainnya.
Posted by: Humas UT On 10/22/2007 10:23 AM
Sumber : www.ut.ac.id
Jumat, 20 November 2009
EKMA4570 Penganggaran
Deskripsi Mata Kuliah :
EKMA4570 Penganggaran
M. Nafarin
Harga Buku : Rp. 60.000,- (disertai multimedia)
3 SKS - Modul 1-9 / Edisi 1
ISBN : 979011141X
DDC22 : 658.154
Copyright (BMP) © Jakarta: Universitas Terbuka, 2007
Mata kuliah ini membahas tentang anggaran perusahaan yang meliputi gambaran umum pengangaran, anggaran jualan, anggaran produksi, anggaran biaya komersial, anggaran utang-piutang, anggaran kas, anggaran sediaan, anggaran variabel dan anggaran tetap, analisis keuangan dan akuntansi dalam penyusunan anggaran serta penyusunan penganggaran nirlaba.
pembelian online:
http://ebook.ut.ac.id
Tinjauan Mata Kuliah
Mata kuliah Penganggaran mencakup penyusunan anggaran perusahaan dan anggaran bukan perusahaan (anggaran nirlaba). Penyusunan anggaran perusahaan pada mata kuliah ini meliputi perusahaan manufaktur, perusahaan dagang, dan beberapa perusahaan jasa. Penyusunan anggaran nirlaba pada mata kuliah ini berupa penyusunan anggaran negara di Indonesia.
Mata kuliah Penganggaran ini mempunyai bobot 3 SKS, tiap SKS terdiri atas 3 modul sehingga 3 SKS sebanyak 9 modul, terdiri atas modul:
Modul 1 akan membahas tentang Gambaran Umum Penganggaran Perusahaan. Tujuan pokok bahasan ini adalah agar mengerti hubungan perencanaan dengan penganggaran perusahaan, dan memahami fungsi dan macam anggaran.
Modul 2 akan membahas tentang Penyusunan Anggaran Operasional I. Tujuan pokok bahasan ini agar mengerti dan mampu tentang cara membuat ramalan jualan dan mampu menyusun anggaran jualan.
Modul 3 akan membahas tentang Penyusunan Anggaran Operasional II. Tujuan pokok bahasan ini agar mengerti dan mampu menyusun anggaran produk dan anggaran biaya pabrik, yang meliputi: biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik.
Modul 4 akan membahas tentang Penyusunan Anggaran Operasional III. Tujuan pokok bahasan ini adalah agar mengerti dan mampu menyusun anggaran biaya penjualan dan anggaran biaya administrasi, serta anggaran laba-rugi. Anggaran laba-rugi merupakan tujuan penyusunan anggaran operasional.
Modul 5 akan membahas tentang Penyusunan Anggaran Keuangan I. Tujuan pokok bahasan ini adalah agar mengerti dan mampu menyusun anggaran kas, dan anggaran piutang.
Modul 6 akan membahas tentang Penyusunan Anggaran Keuangan II. Tujuan pokok bahasan ini adalah agar mengerti dan mampu menyusun anggaran sediaan, anggaran utang, dan anggaran neraca. Anggaran neraca merupakan tujuan penyusunan anggaran keuangan.
Modul 7 akan membahas tentang Penyusunan Anggaran Variabel dan Anggaran Tetap. Tujuan pokok bahasan ini adalah agar mengerti dan mampu menyusun anggaran perusahaan industri (manufaktur), anggaran perusahaan dagang, dan anggaran perusahaan jasa dalam bentuk anggaran variabel dan anggaran tetap.
Modul 8 akan membahas tentang Analisis Keuangan dan Akunting dalam Penyusunan Anggaran. Tujuan pokok bahasan ini adalah agar mengerti dan mampu menggunakan analisis rasio keuangan dan analisis masa resisi untuk menyusun anggaran, serta mengerti tentang istilah dalam akunting yang tidak rancu untuk digunakan dalam penyusunan anggaran.
Modul 9 akan membahas tentang Penganggaran Nirlaba. Tujuan pokok bahasan ini adalah agar mengerti tentang gambaran umum penganggaran nirlaba, dan mengerti tentang penyusunan anggaran negara di Indonesia.
Mata kuliah ini membahas tentang anggaran perusahaan yang meliputi gambaran umum penganggaran, anggaran jualan, anggaran produksi, anggaran biaya komersial, anggaran utang-piutang, anggaran kas, anggaran sediaan, anggaran variabel dan anggaran tetap, analisis keuangan dan akuntansi dalam penyusunan anggaran, serta penyusunan penganggaran nirlaba.
Orientasi penyajian modul ini adalah untuk memudahkan bagi mahasiswa. Di mana pada setiap kegiatan belajar dilengkapi dengan soal dan latihan. Semua ini bertujuan untuk mengikhtisarkan materi yang kompleks serta memperjelas dan memperkuat konsep-konsep yang mendasar.
Pelajarilah modul ini sungguh-sungguh, kemudian cobalah menyelesaikan sendiri soal tanpa melihat kunci jawabannya, kecuali sudah selesai mengerjakan. Bila masih terdapat kesalahan cobalah terus sampai jawaban Anda mendekati kesempurnaan.
Sebaiknya modul ini dipelajari dari modul ke modul berikutnya secara bertahap, karena modul yang satu selalu berkaitan dengan modul yang lain, anggaran yang satu selalu berkaitan dengan anggaran yang lain. Hal ini disebabkan penganggaran adalah suatu proses yang saling berkaitan antara proses yang satu dengan proses yang lain.
Sebelum mempelajari Modul 2 dan modul seterusnya pelajarilah lebih dahulu Modul 8 Kegiatan Belajar 2 agar Anda mendapat pemahaman tentang istilah dalam akunting yang mendalam untuk penyusunan anggaran.
Untuk memudahkan memahami perhitungan anggaran sangat diperlukan pemahaman dasar akunting dan statistik, karena penganggaran merupakan bidang dari akunting dan termasuk bagian dari akunting manajemen. Akunting, penganggaran, dan statistik bukanlah ilmu pasti, tetapi menggunakan ilmu pasti, ilmu hitung, aljabar, dan matematika. Oleh karena itu, untuk mempelajari penganggaran diperlukan pemahaman ilmu pasti.
Secara ringkas, arus pembelajaran BMP Penganggaran ini dapat dilihat seperti bagan berikut ini:
Rangkuman Mata Kuliah
MODUL 1
GAMBARAN UMUM PENGANGGARAN PERUSAHAAN
Kegiatan Belajar 1
Perencanaan dan Penganggaran Perusahaan
Perencanaan merupakan salah satu dari fungsi manajemen dan penganggaran merupakan salah satu jenis perencanaan. Penganggaran meliputi penganggaran perusahaan dan penganggaran bukan perusahaan. Penganggaran perusahaan berarti penganggaran untuk organisasi yang bertujuan mencari laba, sedangkan penganggaran bukan perusahaan (penganggaran nirlaba) berarti penganggaran untuk organisasi yang tidak bertujuan mencari laba.
Penganggaran beda dengan anggaran, perencanaan beda dengan rencana. Perencanaan adalah proses menyusun rencana, sedangkan rencana adalah hasil perencanaan. Penganggaran adalah proses menyusun anggaran, sedangkan anggaran adalah hasil penganggaran. Rencana dapat dinyatakan dalam angka (kuantitatif) tetapi dapat juga tidak dinyatakan dalam angka (kuantitatif), sedangkan anggaran dinyatakan dalam angka (kuantitatif) dan umumnya dalam satuan mata uang. Penganggaran sangat erat hubungannya dengan akunting, karena penganggaran merupakan salah satu bidang akunting dan termasuk bagian akunting manajemen.
Anggaran banyak manfaatnya sebagai alat pelaksanaan pekerjaan, tetapi anggaran juga mempunyai kelemahan, sebab anggaran dibuat berdasarkan asumsi, bila asumsinya berubah maka anggaran kurang bermanfaat, kecuali direvisi sesuai dengan perubahan asumsi.
Kegiatan Belajar 2
Fungsi dan Macam Anggaran
Anggaran berfungsi sebagai alat perencanaan memberikan gambaran yang jelas dalam satuan barang dan uang. Anggaran berfungsi sebagai alat pelaksanaan memberikan pedoman agar pekerjaan dapat dilaksanakan secara selaras. Anggaran berfungsi sebagai alat pengawasan, yaitu digunakan sebagai alat menilai pelaksanaan pekerjaan.
Anggaran dapat dikelompokkan dari segi dasar penyusunan terdiri atas: anggaran variabel dan anggaran tetap, dari segi penyusunan terdiri atas anggaran periodik dan anggaran kontinu, dari segi jangka waktu terdiri atas: anggaran jangka panjang dan anggaran jangka pendek, dari segi bidangnya terdiri atas: anggaran operasional dan anggaran keuangan, dari segi kemampuan menyusun terdiri atas: anggaran komprehensif dan anggaran parsial, dari segi fungsinya terdiri atas anggaran apropriasi dan anggaran kinerja, dari segi penentuan harga pokok produk terdiri atas: anggaran tradisional dan anggaran berdasar kegiatan.
MODUL 2
PENYUSUNAN ANGGARAN OPERASIONAL I
Kegiatan Belajar 1
Peramalan Jualan
Peramalan menurut L.F. Orwick merupakan fungsi manajemen pertama sebelum dilakukan perencanaan. Penganggaran merupakan salah satu jenis perencanaan, karena anggaran adalah salah satu jenis rencana. Oleh karena itu, sebelum dibuat anggaran terlebih dahulu dibuat ramalan. Dalam hal ini sebelum dibuat anggaran jualan terlebih dahulu dibuat ramalan jualan.
Teknik membuat ramalan jualan dapat dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Teknik membuat ramalan jualan secara kualitatif dengan menggunakan metode pendapat, antara lain: pendapat para ahli, pendapat para pramuniaga, pendapat survey konsumen, pendapat para manajer pemasaran. Peramalan jualan secara kuantitatif, antara lain dapat menggunakan analisis trend garis lurus, analisis trend bukan garis lurus, analisis regresi sederhana, analisis regresi berganda, dan metode distribusi probabilitas.
Peramalan jualan secara kualitatif biasanya digunakan untuk perusahaan yang baru berdiri, belum mempunyai data kuantitatif, mempunyai data kuantitatif tetapi tidak dapat digunakan (tidak lengkap). Peramalan jualan secara kualitatif sifatnya subjektif, tidak seobjektif peramalan jualan secara kuantitatif.
Kegiatan Belajar 2
Penyusunan Anggaran Jualan
Anggaran jualan adalah anggaran hasil penjualan. Jualan artinya hasil penjualan. Penjualan artinya proses menjual. Menjual artinya menyerahkan sesuatu kepada pembeli dengan harga tertentu pada saat tertentu.
Kegunaan anggaran jualan terutama sebagai dasar penyusunan anggaran lainnya, dan sebagai ujung tombak dalam memperoleh laba.
Faktor yang mempengaruhi anggaran jualan selain ramalan jualan, antara lain faktor: pemasaran, keuangan, ekonomis, teknis, kebijakan perusahaan, penduduk, kondisi, dan lain-lain.
Penyusunan anggaran jualan dimulai dari mempertimbangkan faktor yang mempengaruhi anggaran jualan. Setelah itu menetapkan harga jual untuk produk tertentu dan daerah tertentu. Kemudian membuat taksiran tiap jenis produk yang akan dijual dan penentuan produk yang akan dijual pada daerah tertentu. Langkah selanjutnya adalah memperhitungkan anggaran jualan, dan kemudian disusunlah anggaran jualan.
MODUL 3
PENYUSUNAN ANGGARAN OPERASIONAL II
Kegiatan Belajar 1
Pengertian Produksi dan Anggaran Biaya Produksi
Biaya pabrik beda dengan biaya produksi, biaya pabrik meliputi biaya bahan baku (BBB), biaya tenaga kerja langsung (BTKL), dan biaya overhead pabrik (BOP) yang terjadi pada satu periode, yaitu periode ini, sedangkan biaya produksi meliputi BBB, BTKL, dan BOP yang terjadi pada dua periode, yaitu periode lalu dan periode ini.
Anggaran produksi berarti anggaran kegiatan, karena produksi adalah proses kegiatan membuat produk. Produksi tidak perlu dianggarkan, tetapi dijadwalkan. Dengan demikian istilah anggaran produksi tidak tepat. Oleh karena itu Kegiatan Belajar 1 ini diberi judul anggaran produk, karena produk perlu dianggarkan.
Untuk menyusun anggaran produksi atau anggaran produk jadi dihasilkan periode ini dihitung berdasarkan anggaran jualan ditambah sediaan produk jadi akhir yang dianggarkan, menghasilkan produk jadi siap dijual. Produk jadi siap dijual dikurang sediaan produk jadi awal menghasilkan produk yang dianggarkan, dalam hal ini anggaran produk jadi dihasilkan periode ini:
Anggaran produk dapat disusun dalam empat cara: (1) mengutamakan stabilitas produk, (2) mengutamakan stabilitas sediaan, (3) kombinasi stabilitas produk dengan stabilitas sediaan, (4) disesuaikan dengan keperluan manajemen.
Kegiatan Belajar 2
Penyusunan Anggaran Bahan Baku
Tujuan utama disusun anggaran bahan baku adalah untuk menjaga kelancaran produksi, dan bahan baku adalah komponen utama dari suatu produk.
Kuantitas bahan baku tersedia untuk dipakai adalah kuantitas bahan baku yang dibeli ditambah kuantitas sediaan bahan baku awal. Kuantitas bahan baku dipakai adalah kuantitas bahan baku tersedia untuk dipakai dikurang kuantitas sediaan bahan baku. Biaya bahan baku adalah kuantitas bahan baku dipakai dikali harga bahan baku per unit. Kuantitas bahan baku dipakai dapat juga diperoleh dari kuantitas produk jadi yang diproduksi periode ini dikali standar bahan baku dipakai per unit produk.
Belian bahan baku adalah biaya bahan baku ditambah sediaan bahan baku awal dikurang sediaan bahan baku akhir.
Kegiatan Belajar 3
Penyusunan Anggaran Biaya Tenaga Kerja Langsung dan Biaya Overhead Pabrik
Tenaga kerja langsung adalah tenaga manusia yang langsung bekerja mengolah produk. Biaya tenaga kerja langsung adalah upah yang harus dibayar untuk tenaga kerja langsung. Upah untuk tenaga kerja langsung biasanya menggunakan sistem upah per unit produk yang dihasilkan atau sistem upah per jam kerja langsung. Untuk memperoleh biaya tenaga langsung yang dianggarkan adalah jam kerja langsung terpakai dikali standar upah tenaga kerja langsung per jam. Jam kerja langsung terpakai adalah produksi dianggarkan dikali standar jam tenaga kerja langsung.
Dengan adanya anggaran tenaga kerja langsung dapat disiapkan kas untuk pembayarannya, sehingga dapat memperlancar produksi.
Anggaran tenaga kerja langsung besar kecilnya dipengaruhi oleh produk dianggarkan, standar jam kerja langsung, dan standar tarif upah tenaga kerja langsung.
Biaya overhead pabrik (BOP) adalah biaya yang terjadi di pabrik, selain biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. Bila ingin menyusun anggaran rugi-laba metode penentuan harga pokok variabel (variable costing) maka biaya overhead pabrik dipisahkan menjadi BOP variabel dan BOP tetap, tetapi bila ingin menyusun anggaran rugi-laba metode penentuan harga pokok penuh BOP tidak perlu dipisahkan menjadi dua, terkecuali untuk kepentingan pembedaan anggaran rugi-laba antara metode penentuan harga pokok variabel dengan metode penentuan harga pokok penuh.
MODUL 4
PENYUSUNAN ANGGARAN OPERASIONAL III
Kegiatan Belajar 1
Penyusunan Anggaran Beban Penjualan
Beban penjualan meliputi: beban komisi penjualan, beban promosi, beban distribusi, beban penghapusan piutang usaha, beban turun harga, tetapi tidak termasuk harga pokok barang terjual.
Beban penghapusan piutang usaha dan beban turun harga yang termasuk beban penjualan, karena beban tersebut terjadinya ditaksir, sudah diduga. Penghapusan piutang usaha dan turun harga yang terjadinya tidak terduga (insidental) tidak termasuk beban penjualan, tetapi termasuk pos luar biasa (insidental).
Beban penjualan merupakan beban (biaya) yang dikelompokkan menurut fungsi organisasi, dalam hal ini beban penjualan merupakan tanggung jawab fungsi manajer penjualan atau yang lebih luas lagi. tanggung jawab fungsi manajer pemasaran. Beban penjualan terjadi sebagai akibat adanya kegiatan penjualan. Beban penjualan berguna untuk meningkatkan volume barang yang dijual.
Oleh karena itu, bila barang yang dijual tidak meningkat, sedangkan beban penjualan meningkat maka manajer harus bertanggung jawab mengenai permasalahan tersebut.
Kegiatan Belajar 2
Penyusunan Anggaran Beban Administrasi dan Anggaran Rugi Laba
Anggaran beban administrasi dan umum merupakan salah satu unsur beban usaha. Beban usaha terdiri atas beban penjualan dan beban administrasi dan umum. Oleh karena itu, beban administrasi dan umum adalah beban usaha dikurang beban penjualan. Beban administrasi dan umum adalah beban selain beban penjualan, selain harga pokok barang terjual, selain beban non usaha.
Kegunaan anggaran beban administrasi dan umum pada dasarnya untuk menunjang kegiatan produksi dan kegiatan penjualan.
Salah satu unsur beban administrasi dan umum adalah beban depresiasi bangunan, beban depresiasi kendaraan dan alat keperluan kantor. Untuk menentukan beban depresiasi ada beberapa metode yang dapat digunakan, antara lain: metode beban tetap, metode beban berkurang, metode beban bertambah, dan metode beban variabel.
Anggaran beban administrasi dan umum adalah salah satu unsur anggaran operasional. Oleh karena itu, anggaran beban administrasi dan umum diperlukan dalam menyusun anggaran rugi-laba.
Anggaran rugi-laba yang merupakan tujuan disusunnya anggaran operasional memerlukan anggaran keuangan, sebaliknya anggaran keuangan memerlukan anggaran operasional. Sebagai contoh, untuk menyusun anggaran rugi-laba (anggaran operasional) diperlukan anggaran sediaan (anggaran keuangan), seperti anggaran sediaan bahan baku untuk menyusun anggaran biaya bahan baku, anggaran sediaan produk jadi dan sediaan produk dalam proses diperlukan untuk menyusun anggaran rugi-laba. Di sisi lain untuk menyusun anggaran keuangan (anggaran neraca), seperti anggaran modal sendiri (anggaran laba di tahan) diperlukan anggaran rugi-laba, karena rugi-laba mempengaruhi besar kecilnya modal sendiri (anggaran keuangan). Rugi mengurangi modal sendiri, sedangkan laba menambah modal sendiri
MODUL 5
PENYUSUNAN ANGGARAN KEUANGAN I
Kegiatan Belajar 1
Penyusunan Anggaran Kas
Anggaran kas adalah anggaran yang menunjukkan perubahan kas dan memberikan alasan mengenai perubahan kas dan memberikan alasan mengenai perubahan kas tersebut dengan menunjukkan arus kas masuk sebagai sumber kas dan arus kas keluar sebagai arus kas digunakan sehingga tampak kelebihan atau kekurangan kas, dan saldo kas selama periode tertentu dari suatu organisasi.
Kas masuk dan kas keluar diklasifikasikan dalam kegiatan utama perusahaan, yaitu kegiatan operasi, kegiatan investasi, dan kegiatan pendanaan.
Salah satu tujuan pokok disajikan anggaran kas adalah untuk menyelesaikan anggaran tentang likuiditas organisasi, dan manfaat (guna) anggaran kas untuk mengetahui posisi kemampuan membayar kegiatan rutin (kewajiban jangka pendek), serta memperkuat posisi dalam penawaran.
Anggaran kas dapat disajikan dalam dua bentuk, yaitu bentuk tunggal dan bentuk campuran.
Cara penyusunan anggaran kas ada dua cara pendekatan, yaitu (1) pendekatan kas masuk dan kas keluar atau metode langsung, (2) pendekatan akunting keuangan atau metode tak langsung (metode rekonsialisasi).
Kegiatan Belajar 2
Penyusunan Anggaran Piutang
Piutang adalah hak menagih sejumlah harta dari kreditor kepada debitor yang bersedia melunasi pada waktu yang akan datang. Piutang usaha adalah piutang yang timbul karena menjual barang atau jasa secara kredit.
Kegunaan piutang usaha yang utama adalah untuk meningkatkan volume barang yang dijual agar mampu bersaing.
Faktor yang mempengaruhi anggaran piutang antara lain: volume barang yang dijual secara kredit, standar kredit, jangka waktu kredit, pemberian potongan, pembatasan kredit, kebijakan penagihan piutang.
Langkah penyusunan anggaran piutang usaha; pertama, mengumpulkan data realisasi dan anggaran jualan; kedua, menentukan taksiran piutang tak tertagih (bila ada) dan syarat pembayaran; ketiga, menghitung anggaran piutang usaha termasuk menghitung taksiran kerugian piutang (bila ada); dan keempat, menyusun anggaran piutang
MODUL 6
PENYUSUNAN ANGGARAN KEUANGAN II
Kegiatan Belajar 1
Penyusunan Anggaran Sediaan
Sediaan pada perusahaan manufaktur terdiri atas: sediaan produk jadi, sediaan produk dalam proses, sediaan bahan baku, sediaan bahan pembantu, sediaan suku cadang, sediaan pernik, tetapi yang dibahas hanya tiga macam sediaan, yaitu sediaan produk jadi, sediaan produk dalam proses, dan sediaan bahan baku.
Sediaan pada perusahaan dagang terdiri atas: sediaan barang dagangan, dan sediaan pernik, tetapi yang dibahas hanya sediaan barang dagangan.
Cara menentukan anggaran sediaan produk jadi dan sediaan produk dalam proses menggunakan (1) tingkat perputaran sediaan. Anggaran sediaan produk jadi juga dapat dihitung dengan cara (2) membuat anggaran produk.
Anggaran sediaan bahan baku dapat dihitung dengan tiga cara: (1) menggunakan tingkat perputaran sediaan, dapat dengan cara (2) menentukan tingkat kuantitas pesanan ekonomis (KPE), di samping itu juga dapat dihitung dengan cara (3) membuat anggaran belian bahan baku.
Anggaran sediaan barang dagangan dapat dihitung dengan tiga cara: (1) tingkat perputaran sediaan, (2) menentukan tingkat pesanan ekonomis., dan (3) membuat anggaran belian barang dagangan.
Cara menentukan anggaran sediaan bahan baku dengan memb:aat anggaran belian bahan baku, dan cara menentukan anggaran sediaan barang dagangan dengan membuat anggaran belian barang dagangan cocok bila akunting keuangan menggunakan pencatatan metode fisik.
Kegiatan Belajar 2
Penyusunan Anggaran Utang dan Neraca
Utang meliputi utang jangka pendek dan utang jangka panjang. Utang jangka pendek adalah utang yang jangka waktunya tidak lebih dari satu tahun. Seperti: utang usaha, beban terutang, utang wesel, dan lain-lain. Utang jangka panjang adalah utang yang jangka waktunya lebih dari satu tahun, seperti utang obligasi.
Utang jangka pendek digunakan untuk membelanjai modal kerja (harta lancar), sedangkan utang jangka panjang digunakan untuk membelanjai harta tak lancar. Belanja harta lancar dan harta tak lancar ini dapat digunakan untuk kegiatan ekspansi, yaitu memperluas kegiatan produksi dan pemasaran untuk meraih laba yang sebesar-besarnya.
Kegiatan ekspansi akan memperbesar utang, di samping itu juga struktur modal mempengaruhi besar kecilnya utang, semakin besar modal sendiri semakin besar kesempatan memperoleh utang yang besar, sebaliknya semakin kecil modal sendiri yang dimiliki semakin kecil kemungkinan memperoleh utang yang besar.
Modal sendiri dari suatu badan usaha strukturnya berbeda antara badan usaha yang satu dengan badan usaha yang lain. Di Indonesia dikenal badan usaha perseorangan, firma, persekutuan komanditer, perseroan terbatas, dan koperasi.
MODUL 7
PENYUSUNAN ANGGARAN VARIABEL DAN ANGGARAN TETAP
Kegiatan Belajar 1
Penyusunan Anggaran Perusahaan Industri
Penyusunan anggaran tetap perusahaan industri terdiri atas anggaran operasional dan anggaran keuangan. Anggaran operasional dan anggaran keuangan disebut anggaran induk. Anggaran tetap menggunakan metode penentuan harga pokok penuh, sedangkan anggaran variabel menggunakan penentuan harga pokok variabel. Anggaran tetap disusun untuk diperbandingkan dengan realisasi laporan keuangan dihasilkan oleh akunting keuangan, sedangkan anggaran variabel digunakan manajemen untuk perencanaan laba jangka pendek dan pengambilan keputusan keuangan, seperti: keputusan menerima atau menolak pesanan khusus, keputusan menaikkan harga jual atau menaikkan volume jualan.
Dalam anggaran tetap terdapat: anggaran jualan, anggaran produk, anggaran biaya bahan baku dan anggaran belian bahan baku, anggaran biaya overhead pabrik, anggaran harga pokok barang terjual, anggaran laba-rugi, anggaran kas, dan anggaran neraca.
Dalam anggaran variabel terdapat anggaran laba-rugi direncanakan dengan membuat anggaran titik impas, dan anggaran laba-rugi untuk alternatif pengambilan keputusan.
Kegiatan Belajar 2
Penyusunan Anggaran Perusahaan Dagang
Perusahaan manufaktur (industri) kegiatannya membeli barang untuk diolah menjadi produk jadi, sedangkan perusahaan dagang kegiatannya membeli barang untuk dijual. Dengan demikian anggaran pada perusahaan dagang lebih sedikit daripada perusahaan industri. Penyusunan anggaran perusahaan dagang lebih sederhana dibandingkan dengan penyusunan anggaran perusahaan manufaktur, karena dalam perusahaan dagang tidak terdapat istilah bahan baku, tenaga kerja langsung overhead pabrik, produk jadi, dan produk dalam proses. Produk jadi yang terdapat dalam perusahaan manufaktur, dalam perusahaan dagang terdapat barang dagangan.
Seperti halnya pada perusahaan manufaktur terdapat anggaran tetap dan anggaran variabel, pada perusahaan dagang juga terdapat anggaran tetap dan anggaran variabel, tetapi pada perusahaan dagang tidak menggunakan metode penentuan harga pokok penuh untuk menyusun anggaran tetap seperti yang terdapat pada perusahaan manufaktur. Anggaran tetap pada perusahaan dagang meliputi anggaran jualan, anggaran belian barang dagangan, anggaran harga pokok barang terjual, anggaran beban penjualan dan administrasi (beban usaha), anggaran laba-rugi, anggaran kas, dan anggaran neraca.
Begitu juga dalam hal menyusun anggaran variabel pada perusahaan dagang tidak menggunakan metode penentuan harga variabel seperti yang terdapat pada perusahaan manufaktur. Hal ini disebabkan perusahaan dagang tidak berproduksi sehingga tidak menggunakan metode penentuan harga pokok produk. Harga pokok barang terjual pada perusahaan dagang merupakan biaya variabel, sedangkan harga pokok barang terjual dalam perusahaan manufaktur yang menggunakan metode penentuan harga pokok penuh bukan termasuk biaya variabel, kecuali menggunakan metode penentuan harga pokok variabel. Anggaran variabel pada perusahaan dagang seperti halnya pada perusahaan manufaktur dapat digunakan untuk perencanaan laba jangka pendek dan dapat juga digunakan dalam pengambilan keputusan, hanya saja dalam Kegiatan Belajar 2 ini tidak diuraikan tentang anggaran variabel yang digunakan dalam pengambilan keputusan, karena pada dasarnya sama dengan perusahaan manufaktur.
Kegiatan Belajar 3
Penyusunan Anggaran Perusahaan Jasa
Bank seperti halnya kegiatan produksi di perusahaan atau kegiatan pembeli barang dagangan di pasar perusahaan dagang. Kegiatan kredit di bank seperti halnya kegiatan penjualan di perusahaan manufaktur dan perusahaan dagang.
Siapa pun di bank terdiri atas simpanan giro, simpanan tabungan, dan simpanan deposito.
Kredit di bank terdiri atas, kredit modal kerja, kredit investasi dan kredit konsumsi. Kredit modal kerja dan kredit investasi biasanya disebut kredit produksi sebagai lawan kredit konsumsi.
Dalam penjelasan anggaran variabel per gandaan, bunga simpanan merupakan biaya variabel sedangkan bunga kredit dapatan (revenues).
Analisis selisih pada perusahaan pada perubahan analisis selisih terdiri dari atas analisis selisih kredit berupa selisih volume kredit dan analisis selisih simpanan berupa selisih volume simpanan selisih tingkat bunga simpanan dan selisih biaya bunga simpanan.
Pada perusahaan jasa perpakiran juga dapat dibuat analisis titik impas seperti halnya pada perusahaan jasa, analisis titik impas penting dalam hal persamaan jangka pendek karena dengan diketahui titik impas dapat menyediakan barang jasa yang dijual agar tidak berada di bawah titik impas yang mengakibatkan perusahaan merugi.
MODUL 8
ANALISIS KEUANGAN DAN AKUNTING DALAM PENYUSUNAN ANGGARAN
Kegiatan Belajar 1
Penggunaan Analisis Keuangan untuk Penyusunan Anggaran
Analisis keuangan berupa rasio keuangan dan analisis masa resisi dapat digunakan untuk menyusun anggaran.
Rasio keuangan meliputi rasio likuiditas, rasio solvabilitas, dan rasio rentabilitas. Rasio rentabilitas adalah rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memperoleh laba dengan sumber daya yang tersedia. Rasio rentabilitas, seperti: margin laba kotor, rentabilitas ekonomis, dan rentabilitas modal sendiri. Rasio likuiditas adalah rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban lancar. Rasio likuiditas seperti: rasio kas, rasio piutang, rasio cepat, rasio lancar, perputaran sediaan, periode pengumpulan, piutang. Rasio solvabilitas adalah rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan memenuhi seluruh kewajibannya. Rasio solvabilitas seperti rasio utang dan modal, rasio utang jangka panjang dengan modal, struktur keuangan vertikal, dan struktur keuangan horizontal. Untuk menyusun anggaran digunakan rasio keuangan yang ideal menurut manajemen.
Untuk mengantisipasi keadaan masa resisi sangat penting bagi suatu perusahaan membuat anggaran pada masa sebelum resisi dan pada masa resisi yang kemungkinan akan terjadi.
Kegiatan Belajar 2
Kerancuan dalam Akunting
Aktiva tetap tidak berwujud beda artinya dengan aktiva tidak berwujud. Aktiva tidak berwujud meliputi arti aktiva tetap tidak berwujud dan aktiva lancar tidak berwujud, serta aktiva tidak lancar lainnya yang tidak berwujud.
Kewajiban beda artinya dengan utang. Kewajiban meliputi arti utang dan modal sendiri.
Penghasilan beda dengan pendapatan, penghasilan artinya proses memperoleh hasil, sedangkan pendapatan artinya proses memperoleh yang didapat. Dalam laporan laba-rugi mestinya menggunakan istilah hasilan (income) dan dapatan (revenues), bukan penghasilan dan pendapatan, karena yang dimaksud bukan prosesnya, tetapi hasilnya.
Biaya (cost) dan beban (expenses) dapat beda maksudnya. Biaya dalam arti luas meliputi harga pokok dan beban. Biaya dalam arti luas tidak dapat digunakan dalam akunting keuangan.
Biaya pabrik beda dengan biaya produksi, biaya produksi meliputi biaya pabrik, sedangkan biaya pabrik bagian daripada biaya produksi.
MODUL 9
PENGANGGARAN NIRLABA
Kegiatan Belajar 1
Gambaran Umum Penganggaran Nirlaba
Penganggaran sektor publik merupakan proses yang sangat vital bagi organisasi sektor publik. Anggaran publik penting sebab anggaran membantu menentukan tingkat kebutuhan masyarakat. Anggaran merupakan instrumen kebijakan fiskal pemerintah untuk mempengaruhi keadaan ekonomi melalui kebijakan pengeluaran dan perpajakan. Dengan anggaran, pemerintah dapat mengalokasikan sumber daya yang langka untuk menggerakkan pembangunan sosial ekonomi, menjamin kesinambungan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Anggaran merupakan sarana untuk menunjukkan akuntabilitas pemerintah terhadap publik.
Terdapat dua pendekatan dalam menyusun anggaran sektor publik, yaitu pendekatan tradisional dan pendekatan Manajemen Publik Baru (MPB). Anggaran tradisional memiliki ciri utama bersifat tambahan dan bersifat belanja bagian. Pendekatan dimaksudkan untuk mengatasi kelemahan dari sistem tradisional. Anggaran dengan pendekatan MPB terdiri dari beberapa jenis, yaitu anggaran kinerja, anggaran berdasar nol, dan SP3. Anggaran dengan pendekatan MPB sangat menekankan pada-konsep nilai uang dan pengawasan atas kinerja keluaran. Perubahan dari sistem anggaran tradisional menuju sistem anggaran dengan pendekatan MPB merupakan bagian penting dari reformasi anggaran. Reformasi anggaran sektor publik dilakukan untuk menjadikan anggaran lebih berorientasi pada kepentingan publik dan menekankan nilai uang. Beberapa jenis anggaran dengan pendekatan MPB, seperti anggaran berdasar nol, SP3 dan anggaran kinerja perlu dikaji lebih mendalam sebelum diaplikasikan, karena pada masing-masing jenis anggaran tersebut memiliki kelebihan dan kelemahan. Penerapan sistem anggaran juga perlu mempertimbangkan aspek sosial, kultural, dan kesiapan teknologi yang dimiliki oleh pemerintah.
Dari uraian tentang sistem perencanaan, pemrograman dan penganggaran (SP3) ada beberapa hal yang penting untuk diperhatikan:
1. Bahwa SP3 adalah alat pembantu bagi pemimpin untuk mengambil keputusan di dalam rangka mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan. Ini berarti bahwa SP3 bukanlah suatu sistem yang merencanakan atau memformulasikan sesuatu tujuan sebagaimana biasanya yang menjadi esensi pokok dari suatu perencanaan. Bagaimana kualifikasi satu tujuan misalnya tujuan pembangunan dari suatu negara, atau daerah tertentu bukanlah tanggung jawab SP3, karena hal seperti itu merupakan tanggung jawab dari pemegang kendali politik kenegaraan. Apa yang telah diformulasikan oleh para pemegang kendali politik kenegaraan, yaitu para negarawan dan politisi baik yang ada di dalam pemerintahan maupun yang ada di dalam Lembaga Legislatif yang kelak menjadi tujuan nasional, ke arah mana seluruh kebijakan ditujukan. Di sinilah letak peranan SP3, yaitu sebagai alat yang dipakai untuk merumuskan berbagai macam kegiatan yang didukung oleh sumber yang langka yang karenanya harus disusun pengalokasian penggunaannya secara nasional, berdaya guna dan berhasil guna sehingga tujuan yang telah ditetapkan oleh para pemegang kendali pemerintahan dan kenegaraan itu benar-benar dicapai. Sebagai suatu metode dan sebagai suatu sistem tata laksana anggaran, SP3 dapat memungkinkan pendayagunaan secara maksimal daya yang langka tersebut, melalui suatu proses perencanaan yang di dalamnya terlihat proses mencari alternatif pemecahan masalah. Apabila hal tersebut telah dapat diketahui maka selanjutnya dapat menuju kepada penyusunan langkah konkret dalam bentuk pembuatan program dan pembuatan anggaran.
2. Bahwa SP3 meletakkan tanggung jawab yang besar terhadap pemimpin untuk berusaha mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan mengusahakan agar aparat organisasi yang di bawah koordinasi dan kekuasaan/komandonya, tidak ada yang terlepas atau menyimpang dari sasaran yang hendak dicapai. Konsekuensinva ialah pemimpin harus merupakan pemegang inisiatif yang dominan di dalam mengarahkan pembuatan perencanaan dan pembuatan program serta kegiatan yang harus dilakukan oleh aparat secara integratif.
3. Bahwa SP3 adalah proses perencanaan anggaran yang merupakan refleksi dari pengalaman yang lalu, yang mempengaruhi anggaran yang sekarang dan kemudian proyeksi pada anggaran yang akan datang. Dalam menetapkan, berbagai macam program dan proyek di samping terikat kepada tujuan jangka pendek dan menengah serta jangka panjang juga terikat kepada kemampuan yang nyata dari hasil pelaksanaan sehingga memungkinkan perubahan atau variasi' dari penentuan target berikutnya.
Kegiatan Belajar 2
Penyusunan Anggaran Negara di Indonesia
Tahap penyusunan anggaran negara di Indonesia pada dasarnya ada empat karena tahap pengawasan atas pelaksanaan anggaran termasuk tahap pelaksanaan anggaran. Tahap pertama adalah tahap persiapan, yaitu tahap penyusunan rancangan anggaran yang memerlukan jangka waktu penyusunan sekitar 6 bulan. Pada tahap pertama ini pekerjaan persiapan anggaran dilaksanakan oleh unit khusus dalam suatu organisasi pemerintahan, di Indonesia dilaksanakan oleh Departemen Keuangan cq. Direktorat Jenderal Anggaran bekerja sama dengan Bappenas yang menyangkut anggaran pembangunan. Tahap kedua, adalah tahap pengesahan yaitu tahap pengajuan rancangan anggaran kepada DPR untuk disahkan, yang memerlukan jangka waktu sekitar 3 bulan. Pada tahap kedua ini merupakan tahap penentuan anggaran, meliputi kegiatan analisis, evaluasi atas berbagai macam permintaan anggaran dengan mempertimbangkan faktor penunjang dan faktor penghambat terutama prioritas target yang hendak dicapai, selain itu disiapkan semua memorandum (nota keuangan) yang memberikan alasan bagi penentuan anggaran. Tahap ketiga adalah tahap pelaksanaan dan pengawasan anggaran memerlukan waktu 12 bulan. Pada tahap ketiga ini dipersoalkan tentang tata cara pengurusan uang anggaran dan cara pengawasannya. Tahap keempat adalah tahap terakhir, yaitu tahap pertanggungjawaban anggaran memerlukan waktu 6 bulan. Pada tahap keempat ini merupakan tahap penyusunan laporan pertanggungjawaban anggaran, laporan realisasi anggaran, Nota Perhitungan Anggaran Negara (Nota PAN) yang disertai hasil pemeriksaan BPK. Dengan demikian satu siklus anggaran memerlukan jangka waktu 2 7 bulan.
Anggaran Sumber dan Belanja Negara seperti pada Tabel 9.2 yang sering dikenal dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah seperti Tabel 9.4 sesungguhnya merupakan anggaran kas, yaitu anggaran sumber atau anggaran pendapatan merupakan anggaran kas masuk, sedangkan anggaran belanja merupakan anggaran kas keluar
Sumber :www.ut.ac.id
EKMA4570 Penganggaran
M. Nafarin
Harga Buku : Rp. 60.000,- (disertai multimedia)
3 SKS - Modul 1-9 / Edisi 1
ISBN : 979011141X
DDC22 : 658.154
Copyright (BMP) © Jakarta: Universitas Terbuka, 2007
Mata kuliah ini membahas tentang anggaran perusahaan yang meliputi gambaran umum pengangaran, anggaran jualan, anggaran produksi, anggaran biaya komersial, anggaran utang-piutang, anggaran kas, anggaran sediaan, anggaran variabel dan anggaran tetap, analisis keuangan dan akuntansi dalam penyusunan anggaran serta penyusunan penganggaran nirlaba.
pembelian online:
http://ebook.ut.ac.id
Tinjauan Mata Kuliah
Mata kuliah Penganggaran mencakup penyusunan anggaran perusahaan dan anggaran bukan perusahaan (anggaran nirlaba). Penyusunan anggaran perusahaan pada mata kuliah ini meliputi perusahaan manufaktur, perusahaan dagang, dan beberapa perusahaan jasa. Penyusunan anggaran nirlaba pada mata kuliah ini berupa penyusunan anggaran negara di Indonesia.
Mata kuliah Penganggaran ini mempunyai bobot 3 SKS, tiap SKS terdiri atas 3 modul sehingga 3 SKS sebanyak 9 modul, terdiri atas modul:
Modul 1 akan membahas tentang Gambaran Umum Penganggaran Perusahaan. Tujuan pokok bahasan ini adalah agar mengerti hubungan perencanaan dengan penganggaran perusahaan, dan memahami fungsi dan macam anggaran.
Modul 2 akan membahas tentang Penyusunan Anggaran Operasional I. Tujuan pokok bahasan ini agar mengerti dan mampu tentang cara membuat ramalan jualan dan mampu menyusun anggaran jualan.
Modul 3 akan membahas tentang Penyusunan Anggaran Operasional II. Tujuan pokok bahasan ini agar mengerti dan mampu menyusun anggaran produk dan anggaran biaya pabrik, yang meliputi: biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik.
Modul 4 akan membahas tentang Penyusunan Anggaran Operasional III. Tujuan pokok bahasan ini adalah agar mengerti dan mampu menyusun anggaran biaya penjualan dan anggaran biaya administrasi, serta anggaran laba-rugi. Anggaran laba-rugi merupakan tujuan penyusunan anggaran operasional.
Modul 5 akan membahas tentang Penyusunan Anggaran Keuangan I. Tujuan pokok bahasan ini adalah agar mengerti dan mampu menyusun anggaran kas, dan anggaran piutang.
Modul 6 akan membahas tentang Penyusunan Anggaran Keuangan II. Tujuan pokok bahasan ini adalah agar mengerti dan mampu menyusun anggaran sediaan, anggaran utang, dan anggaran neraca. Anggaran neraca merupakan tujuan penyusunan anggaran keuangan.
Modul 7 akan membahas tentang Penyusunan Anggaran Variabel dan Anggaran Tetap. Tujuan pokok bahasan ini adalah agar mengerti dan mampu menyusun anggaran perusahaan industri (manufaktur), anggaran perusahaan dagang, dan anggaran perusahaan jasa dalam bentuk anggaran variabel dan anggaran tetap.
Modul 8 akan membahas tentang Analisis Keuangan dan Akunting dalam Penyusunan Anggaran. Tujuan pokok bahasan ini adalah agar mengerti dan mampu menggunakan analisis rasio keuangan dan analisis masa resisi untuk menyusun anggaran, serta mengerti tentang istilah dalam akunting yang tidak rancu untuk digunakan dalam penyusunan anggaran.
Modul 9 akan membahas tentang Penganggaran Nirlaba. Tujuan pokok bahasan ini adalah agar mengerti tentang gambaran umum penganggaran nirlaba, dan mengerti tentang penyusunan anggaran negara di Indonesia.
Mata kuliah ini membahas tentang anggaran perusahaan yang meliputi gambaran umum penganggaran, anggaran jualan, anggaran produksi, anggaran biaya komersial, anggaran utang-piutang, anggaran kas, anggaran sediaan, anggaran variabel dan anggaran tetap, analisis keuangan dan akuntansi dalam penyusunan anggaran, serta penyusunan penganggaran nirlaba.
Orientasi penyajian modul ini adalah untuk memudahkan bagi mahasiswa. Di mana pada setiap kegiatan belajar dilengkapi dengan soal dan latihan. Semua ini bertujuan untuk mengikhtisarkan materi yang kompleks serta memperjelas dan memperkuat konsep-konsep yang mendasar.
Pelajarilah modul ini sungguh-sungguh, kemudian cobalah menyelesaikan sendiri soal tanpa melihat kunci jawabannya, kecuali sudah selesai mengerjakan. Bila masih terdapat kesalahan cobalah terus sampai jawaban Anda mendekati kesempurnaan.
Sebaiknya modul ini dipelajari dari modul ke modul berikutnya secara bertahap, karena modul yang satu selalu berkaitan dengan modul yang lain, anggaran yang satu selalu berkaitan dengan anggaran yang lain. Hal ini disebabkan penganggaran adalah suatu proses yang saling berkaitan antara proses yang satu dengan proses yang lain.
Sebelum mempelajari Modul 2 dan modul seterusnya pelajarilah lebih dahulu Modul 8 Kegiatan Belajar 2 agar Anda mendapat pemahaman tentang istilah dalam akunting yang mendalam untuk penyusunan anggaran.
Untuk memudahkan memahami perhitungan anggaran sangat diperlukan pemahaman dasar akunting dan statistik, karena penganggaran merupakan bidang dari akunting dan termasuk bagian dari akunting manajemen. Akunting, penganggaran, dan statistik bukanlah ilmu pasti, tetapi menggunakan ilmu pasti, ilmu hitung, aljabar, dan matematika. Oleh karena itu, untuk mempelajari penganggaran diperlukan pemahaman ilmu pasti.
Secara ringkas, arus pembelajaran BMP Penganggaran ini dapat dilihat seperti bagan berikut ini:
Rangkuman Mata Kuliah
MODUL 1
GAMBARAN UMUM PENGANGGARAN PERUSAHAAN
Kegiatan Belajar 1
Perencanaan dan Penganggaran Perusahaan
Perencanaan merupakan salah satu dari fungsi manajemen dan penganggaran merupakan salah satu jenis perencanaan. Penganggaran meliputi penganggaran perusahaan dan penganggaran bukan perusahaan. Penganggaran perusahaan berarti penganggaran untuk organisasi yang bertujuan mencari laba, sedangkan penganggaran bukan perusahaan (penganggaran nirlaba) berarti penganggaran untuk organisasi yang tidak bertujuan mencari laba.
Penganggaran beda dengan anggaran, perencanaan beda dengan rencana. Perencanaan adalah proses menyusun rencana, sedangkan rencana adalah hasil perencanaan. Penganggaran adalah proses menyusun anggaran, sedangkan anggaran adalah hasil penganggaran. Rencana dapat dinyatakan dalam angka (kuantitatif) tetapi dapat juga tidak dinyatakan dalam angka (kuantitatif), sedangkan anggaran dinyatakan dalam angka (kuantitatif) dan umumnya dalam satuan mata uang. Penganggaran sangat erat hubungannya dengan akunting, karena penganggaran merupakan salah satu bidang akunting dan termasuk bagian akunting manajemen.
Anggaran banyak manfaatnya sebagai alat pelaksanaan pekerjaan, tetapi anggaran juga mempunyai kelemahan, sebab anggaran dibuat berdasarkan asumsi, bila asumsinya berubah maka anggaran kurang bermanfaat, kecuali direvisi sesuai dengan perubahan asumsi.
Kegiatan Belajar 2
Fungsi dan Macam Anggaran
Anggaran berfungsi sebagai alat perencanaan memberikan gambaran yang jelas dalam satuan barang dan uang. Anggaran berfungsi sebagai alat pelaksanaan memberikan pedoman agar pekerjaan dapat dilaksanakan secara selaras. Anggaran berfungsi sebagai alat pengawasan, yaitu digunakan sebagai alat menilai pelaksanaan pekerjaan.
Anggaran dapat dikelompokkan dari segi dasar penyusunan terdiri atas: anggaran variabel dan anggaran tetap, dari segi penyusunan terdiri atas anggaran periodik dan anggaran kontinu, dari segi jangka waktu terdiri atas: anggaran jangka panjang dan anggaran jangka pendek, dari segi bidangnya terdiri atas: anggaran operasional dan anggaran keuangan, dari segi kemampuan menyusun terdiri atas: anggaran komprehensif dan anggaran parsial, dari segi fungsinya terdiri atas anggaran apropriasi dan anggaran kinerja, dari segi penentuan harga pokok produk terdiri atas: anggaran tradisional dan anggaran berdasar kegiatan.
MODUL 2
PENYUSUNAN ANGGARAN OPERASIONAL I
Kegiatan Belajar 1
Peramalan Jualan
Peramalan menurut L.F. Orwick merupakan fungsi manajemen pertama sebelum dilakukan perencanaan. Penganggaran merupakan salah satu jenis perencanaan, karena anggaran adalah salah satu jenis rencana. Oleh karena itu, sebelum dibuat anggaran terlebih dahulu dibuat ramalan. Dalam hal ini sebelum dibuat anggaran jualan terlebih dahulu dibuat ramalan jualan.
Teknik membuat ramalan jualan dapat dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Teknik membuat ramalan jualan secara kualitatif dengan menggunakan metode pendapat, antara lain: pendapat para ahli, pendapat para pramuniaga, pendapat survey konsumen, pendapat para manajer pemasaran. Peramalan jualan secara kuantitatif, antara lain dapat menggunakan analisis trend garis lurus, analisis trend bukan garis lurus, analisis regresi sederhana, analisis regresi berganda, dan metode distribusi probabilitas.
Peramalan jualan secara kualitatif biasanya digunakan untuk perusahaan yang baru berdiri, belum mempunyai data kuantitatif, mempunyai data kuantitatif tetapi tidak dapat digunakan (tidak lengkap). Peramalan jualan secara kualitatif sifatnya subjektif, tidak seobjektif peramalan jualan secara kuantitatif.
Kegiatan Belajar 2
Penyusunan Anggaran Jualan
Anggaran jualan adalah anggaran hasil penjualan. Jualan artinya hasil penjualan. Penjualan artinya proses menjual. Menjual artinya menyerahkan sesuatu kepada pembeli dengan harga tertentu pada saat tertentu.
Kegunaan anggaran jualan terutama sebagai dasar penyusunan anggaran lainnya, dan sebagai ujung tombak dalam memperoleh laba.
Faktor yang mempengaruhi anggaran jualan selain ramalan jualan, antara lain faktor: pemasaran, keuangan, ekonomis, teknis, kebijakan perusahaan, penduduk, kondisi, dan lain-lain.
Penyusunan anggaran jualan dimulai dari mempertimbangkan faktor yang mempengaruhi anggaran jualan. Setelah itu menetapkan harga jual untuk produk tertentu dan daerah tertentu. Kemudian membuat taksiran tiap jenis produk yang akan dijual dan penentuan produk yang akan dijual pada daerah tertentu. Langkah selanjutnya adalah memperhitungkan anggaran jualan, dan kemudian disusunlah anggaran jualan.
MODUL 3
PENYUSUNAN ANGGARAN OPERASIONAL II
Kegiatan Belajar 1
Pengertian Produksi dan Anggaran Biaya Produksi
Biaya pabrik beda dengan biaya produksi, biaya pabrik meliputi biaya bahan baku (BBB), biaya tenaga kerja langsung (BTKL), dan biaya overhead pabrik (BOP) yang terjadi pada satu periode, yaitu periode ini, sedangkan biaya produksi meliputi BBB, BTKL, dan BOP yang terjadi pada dua periode, yaitu periode lalu dan periode ini.
Anggaran produksi berarti anggaran kegiatan, karena produksi adalah proses kegiatan membuat produk. Produksi tidak perlu dianggarkan, tetapi dijadwalkan. Dengan demikian istilah anggaran produksi tidak tepat. Oleh karena itu Kegiatan Belajar 1 ini diberi judul anggaran produk, karena produk perlu dianggarkan.
Untuk menyusun anggaran produksi atau anggaran produk jadi dihasilkan periode ini dihitung berdasarkan anggaran jualan ditambah sediaan produk jadi akhir yang dianggarkan, menghasilkan produk jadi siap dijual. Produk jadi siap dijual dikurang sediaan produk jadi awal menghasilkan produk yang dianggarkan, dalam hal ini anggaran produk jadi dihasilkan periode ini:
Anggaran produk dapat disusun dalam empat cara: (1) mengutamakan stabilitas produk, (2) mengutamakan stabilitas sediaan, (3) kombinasi stabilitas produk dengan stabilitas sediaan, (4) disesuaikan dengan keperluan manajemen.
Kegiatan Belajar 2
Penyusunan Anggaran Bahan Baku
Tujuan utama disusun anggaran bahan baku adalah untuk menjaga kelancaran produksi, dan bahan baku adalah komponen utama dari suatu produk.
Kuantitas bahan baku tersedia untuk dipakai adalah kuantitas bahan baku yang dibeli ditambah kuantitas sediaan bahan baku awal. Kuantitas bahan baku dipakai adalah kuantitas bahan baku tersedia untuk dipakai dikurang kuantitas sediaan bahan baku. Biaya bahan baku adalah kuantitas bahan baku dipakai dikali harga bahan baku per unit. Kuantitas bahan baku dipakai dapat juga diperoleh dari kuantitas produk jadi yang diproduksi periode ini dikali standar bahan baku dipakai per unit produk.
Belian bahan baku adalah biaya bahan baku ditambah sediaan bahan baku awal dikurang sediaan bahan baku akhir.
Kegiatan Belajar 3
Penyusunan Anggaran Biaya Tenaga Kerja Langsung dan Biaya Overhead Pabrik
Tenaga kerja langsung adalah tenaga manusia yang langsung bekerja mengolah produk. Biaya tenaga kerja langsung adalah upah yang harus dibayar untuk tenaga kerja langsung. Upah untuk tenaga kerja langsung biasanya menggunakan sistem upah per unit produk yang dihasilkan atau sistem upah per jam kerja langsung. Untuk memperoleh biaya tenaga langsung yang dianggarkan adalah jam kerja langsung terpakai dikali standar upah tenaga kerja langsung per jam. Jam kerja langsung terpakai adalah produksi dianggarkan dikali standar jam tenaga kerja langsung.
Dengan adanya anggaran tenaga kerja langsung dapat disiapkan kas untuk pembayarannya, sehingga dapat memperlancar produksi.
Anggaran tenaga kerja langsung besar kecilnya dipengaruhi oleh produk dianggarkan, standar jam kerja langsung, dan standar tarif upah tenaga kerja langsung.
Biaya overhead pabrik (BOP) adalah biaya yang terjadi di pabrik, selain biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. Bila ingin menyusun anggaran rugi-laba metode penentuan harga pokok variabel (variable costing) maka biaya overhead pabrik dipisahkan menjadi BOP variabel dan BOP tetap, tetapi bila ingin menyusun anggaran rugi-laba metode penentuan harga pokok penuh BOP tidak perlu dipisahkan menjadi dua, terkecuali untuk kepentingan pembedaan anggaran rugi-laba antara metode penentuan harga pokok variabel dengan metode penentuan harga pokok penuh.
MODUL 4
PENYUSUNAN ANGGARAN OPERASIONAL III
Kegiatan Belajar 1
Penyusunan Anggaran Beban Penjualan
Beban penjualan meliputi: beban komisi penjualan, beban promosi, beban distribusi, beban penghapusan piutang usaha, beban turun harga, tetapi tidak termasuk harga pokok barang terjual.
Beban penghapusan piutang usaha dan beban turun harga yang termasuk beban penjualan, karena beban tersebut terjadinya ditaksir, sudah diduga. Penghapusan piutang usaha dan turun harga yang terjadinya tidak terduga (insidental) tidak termasuk beban penjualan, tetapi termasuk pos luar biasa (insidental).
Beban penjualan merupakan beban (biaya) yang dikelompokkan menurut fungsi organisasi, dalam hal ini beban penjualan merupakan tanggung jawab fungsi manajer penjualan atau yang lebih luas lagi. tanggung jawab fungsi manajer pemasaran. Beban penjualan terjadi sebagai akibat adanya kegiatan penjualan. Beban penjualan berguna untuk meningkatkan volume barang yang dijual.
Oleh karena itu, bila barang yang dijual tidak meningkat, sedangkan beban penjualan meningkat maka manajer harus bertanggung jawab mengenai permasalahan tersebut.
Kegiatan Belajar 2
Penyusunan Anggaran Beban Administrasi dan Anggaran Rugi Laba
Anggaran beban administrasi dan umum merupakan salah satu unsur beban usaha. Beban usaha terdiri atas beban penjualan dan beban administrasi dan umum. Oleh karena itu, beban administrasi dan umum adalah beban usaha dikurang beban penjualan. Beban administrasi dan umum adalah beban selain beban penjualan, selain harga pokok barang terjual, selain beban non usaha.
Kegunaan anggaran beban administrasi dan umum pada dasarnya untuk menunjang kegiatan produksi dan kegiatan penjualan.
Salah satu unsur beban administrasi dan umum adalah beban depresiasi bangunan, beban depresiasi kendaraan dan alat keperluan kantor. Untuk menentukan beban depresiasi ada beberapa metode yang dapat digunakan, antara lain: metode beban tetap, metode beban berkurang, metode beban bertambah, dan metode beban variabel.
Anggaran beban administrasi dan umum adalah salah satu unsur anggaran operasional. Oleh karena itu, anggaran beban administrasi dan umum diperlukan dalam menyusun anggaran rugi-laba.
Anggaran rugi-laba yang merupakan tujuan disusunnya anggaran operasional memerlukan anggaran keuangan, sebaliknya anggaran keuangan memerlukan anggaran operasional. Sebagai contoh, untuk menyusun anggaran rugi-laba (anggaran operasional) diperlukan anggaran sediaan (anggaran keuangan), seperti anggaran sediaan bahan baku untuk menyusun anggaran biaya bahan baku, anggaran sediaan produk jadi dan sediaan produk dalam proses diperlukan untuk menyusun anggaran rugi-laba. Di sisi lain untuk menyusun anggaran keuangan (anggaran neraca), seperti anggaran modal sendiri (anggaran laba di tahan) diperlukan anggaran rugi-laba, karena rugi-laba mempengaruhi besar kecilnya modal sendiri (anggaran keuangan). Rugi mengurangi modal sendiri, sedangkan laba menambah modal sendiri
MODUL 5
PENYUSUNAN ANGGARAN KEUANGAN I
Kegiatan Belajar 1
Penyusunan Anggaran Kas
Anggaran kas adalah anggaran yang menunjukkan perubahan kas dan memberikan alasan mengenai perubahan kas dan memberikan alasan mengenai perubahan kas tersebut dengan menunjukkan arus kas masuk sebagai sumber kas dan arus kas keluar sebagai arus kas digunakan sehingga tampak kelebihan atau kekurangan kas, dan saldo kas selama periode tertentu dari suatu organisasi.
Kas masuk dan kas keluar diklasifikasikan dalam kegiatan utama perusahaan, yaitu kegiatan operasi, kegiatan investasi, dan kegiatan pendanaan.
Salah satu tujuan pokok disajikan anggaran kas adalah untuk menyelesaikan anggaran tentang likuiditas organisasi, dan manfaat (guna) anggaran kas untuk mengetahui posisi kemampuan membayar kegiatan rutin (kewajiban jangka pendek), serta memperkuat posisi dalam penawaran.
Anggaran kas dapat disajikan dalam dua bentuk, yaitu bentuk tunggal dan bentuk campuran.
Cara penyusunan anggaran kas ada dua cara pendekatan, yaitu (1) pendekatan kas masuk dan kas keluar atau metode langsung, (2) pendekatan akunting keuangan atau metode tak langsung (metode rekonsialisasi).
Kegiatan Belajar 2
Penyusunan Anggaran Piutang
Piutang adalah hak menagih sejumlah harta dari kreditor kepada debitor yang bersedia melunasi pada waktu yang akan datang. Piutang usaha adalah piutang yang timbul karena menjual barang atau jasa secara kredit.
Kegunaan piutang usaha yang utama adalah untuk meningkatkan volume barang yang dijual agar mampu bersaing.
Faktor yang mempengaruhi anggaran piutang antara lain: volume barang yang dijual secara kredit, standar kredit, jangka waktu kredit, pemberian potongan, pembatasan kredit, kebijakan penagihan piutang.
Langkah penyusunan anggaran piutang usaha; pertama, mengumpulkan data realisasi dan anggaran jualan; kedua, menentukan taksiran piutang tak tertagih (bila ada) dan syarat pembayaran; ketiga, menghitung anggaran piutang usaha termasuk menghitung taksiran kerugian piutang (bila ada); dan keempat, menyusun anggaran piutang
MODUL 6
PENYUSUNAN ANGGARAN KEUANGAN II
Kegiatan Belajar 1
Penyusunan Anggaran Sediaan
Sediaan pada perusahaan manufaktur terdiri atas: sediaan produk jadi, sediaan produk dalam proses, sediaan bahan baku, sediaan bahan pembantu, sediaan suku cadang, sediaan pernik, tetapi yang dibahas hanya tiga macam sediaan, yaitu sediaan produk jadi, sediaan produk dalam proses, dan sediaan bahan baku.
Sediaan pada perusahaan dagang terdiri atas: sediaan barang dagangan, dan sediaan pernik, tetapi yang dibahas hanya sediaan barang dagangan.
Cara menentukan anggaran sediaan produk jadi dan sediaan produk dalam proses menggunakan (1) tingkat perputaran sediaan. Anggaran sediaan produk jadi juga dapat dihitung dengan cara (2) membuat anggaran produk.
Anggaran sediaan bahan baku dapat dihitung dengan tiga cara: (1) menggunakan tingkat perputaran sediaan, dapat dengan cara (2) menentukan tingkat kuantitas pesanan ekonomis (KPE), di samping itu juga dapat dihitung dengan cara (3) membuat anggaran belian bahan baku.
Anggaran sediaan barang dagangan dapat dihitung dengan tiga cara: (1) tingkat perputaran sediaan, (2) menentukan tingkat pesanan ekonomis., dan (3) membuat anggaran belian barang dagangan.
Cara menentukan anggaran sediaan bahan baku dengan memb:aat anggaran belian bahan baku, dan cara menentukan anggaran sediaan barang dagangan dengan membuat anggaran belian barang dagangan cocok bila akunting keuangan menggunakan pencatatan metode fisik.
Kegiatan Belajar 2
Penyusunan Anggaran Utang dan Neraca
Utang meliputi utang jangka pendek dan utang jangka panjang. Utang jangka pendek adalah utang yang jangka waktunya tidak lebih dari satu tahun. Seperti: utang usaha, beban terutang, utang wesel, dan lain-lain. Utang jangka panjang adalah utang yang jangka waktunya lebih dari satu tahun, seperti utang obligasi.
Utang jangka pendek digunakan untuk membelanjai modal kerja (harta lancar), sedangkan utang jangka panjang digunakan untuk membelanjai harta tak lancar. Belanja harta lancar dan harta tak lancar ini dapat digunakan untuk kegiatan ekspansi, yaitu memperluas kegiatan produksi dan pemasaran untuk meraih laba yang sebesar-besarnya.
Kegiatan ekspansi akan memperbesar utang, di samping itu juga struktur modal mempengaruhi besar kecilnya utang, semakin besar modal sendiri semakin besar kesempatan memperoleh utang yang besar, sebaliknya semakin kecil modal sendiri yang dimiliki semakin kecil kemungkinan memperoleh utang yang besar.
Modal sendiri dari suatu badan usaha strukturnya berbeda antara badan usaha yang satu dengan badan usaha yang lain. Di Indonesia dikenal badan usaha perseorangan, firma, persekutuan komanditer, perseroan terbatas, dan koperasi.
MODUL 7
PENYUSUNAN ANGGARAN VARIABEL DAN ANGGARAN TETAP
Kegiatan Belajar 1
Penyusunan Anggaran Perusahaan Industri
Penyusunan anggaran tetap perusahaan industri terdiri atas anggaran operasional dan anggaran keuangan. Anggaran operasional dan anggaran keuangan disebut anggaran induk. Anggaran tetap menggunakan metode penentuan harga pokok penuh, sedangkan anggaran variabel menggunakan penentuan harga pokok variabel. Anggaran tetap disusun untuk diperbandingkan dengan realisasi laporan keuangan dihasilkan oleh akunting keuangan, sedangkan anggaran variabel digunakan manajemen untuk perencanaan laba jangka pendek dan pengambilan keputusan keuangan, seperti: keputusan menerima atau menolak pesanan khusus, keputusan menaikkan harga jual atau menaikkan volume jualan.
Dalam anggaran tetap terdapat: anggaran jualan, anggaran produk, anggaran biaya bahan baku dan anggaran belian bahan baku, anggaran biaya overhead pabrik, anggaran harga pokok barang terjual, anggaran laba-rugi, anggaran kas, dan anggaran neraca.
Dalam anggaran variabel terdapat anggaran laba-rugi direncanakan dengan membuat anggaran titik impas, dan anggaran laba-rugi untuk alternatif pengambilan keputusan.
Kegiatan Belajar 2
Penyusunan Anggaran Perusahaan Dagang
Perusahaan manufaktur (industri) kegiatannya membeli barang untuk diolah menjadi produk jadi, sedangkan perusahaan dagang kegiatannya membeli barang untuk dijual. Dengan demikian anggaran pada perusahaan dagang lebih sedikit daripada perusahaan industri. Penyusunan anggaran perusahaan dagang lebih sederhana dibandingkan dengan penyusunan anggaran perusahaan manufaktur, karena dalam perusahaan dagang tidak terdapat istilah bahan baku, tenaga kerja langsung overhead pabrik, produk jadi, dan produk dalam proses. Produk jadi yang terdapat dalam perusahaan manufaktur, dalam perusahaan dagang terdapat barang dagangan.
Seperti halnya pada perusahaan manufaktur terdapat anggaran tetap dan anggaran variabel, pada perusahaan dagang juga terdapat anggaran tetap dan anggaran variabel, tetapi pada perusahaan dagang tidak menggunakan metode penentuan harga pokok penuh untuk menyusun anggaran tetap seperti yang terdapat pada perusahaan manufaktur. Anggaran tetap pada perusahaan dagang meliputi anggaran jualan, anggaran belian barang dagangan, anggaran harga pokok barang terjual, anggaran beban penjualan dan administrasi (beban usaha), anggaran laba-rugi, anggaran kas, dan anggaran neraca.
Begitu juga dalam hal menyusun anggaran variabel pada perusahaan dagang tidak menggunakan metode penentuan harga variabel seperti yang terdapat pada perusahaan manufaktur. Hal ini disebabkan perusahaan dagang tidak berproduksi sehingga tidak menggunakan metode penentuan harga pokok produk. Harga pokok barang terjual pada perusahaan dagang merupakan biaya variabel, sedangkan harga pokok barang terjual dalam perusahaan manufaktur yang menggunakan metode penentuan harga pokok penuh bukan termasuk biaya variabel, kecuali menggunakan metode penentuan harga pokok variabel. Anggaran variabel pada perusahaan dagang seperti halnya pada perusahaan manufaktur dapat digunakan untuk perencanaan laba jangka pendek dan dapat juga digunakan dalam pengambilan keputusan, hanya saja dalam Kegiatan Belajar 2 ini tidak diuraikan tentang anggaran variabel yang digunakan dalam pengambilan keputusan, karena pada dasarnya sama dengan perusahaan manufaktur.
Kegiatan Belajar 3
Penyusunan Anggaran Perusahaan Jasa
Bank seperti halnya kegiatan produksi di perusahaan atau kegiatan pembeli barang dagangan di pasar perusahaan dagang. Kegiatan kredit di bank seperti halnya kegiatan penjualan di perusahaan manufaktur dan perusahaan dagang.
Siapa pun di bank terdiri atas simpanan giro, simpanan tabungan, dan simpanan deposito.
Kredit di bank terdiri atas, kredit modal kerja, kredit investasi dan kredit konsumsi. Kredit modal kerja dan kredit investasi biasanya disebut kredit produksi sebagai lawan kredit konsumsi.
Dalam penjelasan anggaran variabel per gandaan, bunga simpanan merupakan biaya variabel sedangkan bunga kredit dapatan (revenues).
Analisis selisih pada perusahaan pada perubahan analisis selisih terdiri dari atas analisis selisih kredit berupa selisih volume kredit dan analisis selisih simpanan berupa selisih volume simpanan selisih tingkat bunga simpanan dan selisih biaya bunga simpanan.
Pada perusahaan jasa perpakiran juga dapat dibuat analisis titik impas seperti halnya pada perusahaan jasa, analisis titik impas penting dalam hal persamaan jangka pendek karena dengan diketahui titik impas dapat menyediakan barang jasa yang dijual agar tidak berada di bawah titik impas yang mengakibatkan perusahaan merugi.
MODUL 8
ANALISIS KEUANGAN DAN AKUNTING DALAM PENYUSUNAN ANGGARAN
Kegiatan Belajar 1
Penggunaan Analisis Keuangan untuk Penyusunan Anggaran
Analisis keuangan berupa rasio keuangan dan analisis masa resisi dapat digunakan untuk menyusun anggaran.
Rasio keuangan meliputi rasio likuiditas, rasio solvabilitas, dan rasio rentabilitas. Rasio rentabilitas adalah rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memperoleh laba dengan sumber daya yang tersedia. Rasio rentabilitas, seperti: margin laba kotor, rentabilitas ekonomis, dan rentabilitas modal sendiri. Rasio likuiditas adalah rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban lancar. Rasio likuiditas seperti: rasio kas, rasio piutang, rasio cepat, rasio lancar, perputaran sediaan, periode pengumpulan, piutang. Rasio solvabilitas adalah rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan memenuhi seluruh kewajibannya. Rasio solvabilitas seperti rasio utang dan modal, rasio utang jangka panjang dengan modal, struktur keuangan vertikal, dan struktur keuangan horizontal. Untuk menyusun anggaran digunakan rasio keuangan yang ideal menurut manajemen.
Untuk mengantisipasi keadaan masa resisi sangat penting bagi suatu perusahaan membuat anggaran pada masa sebelum resisi dan pada masa resisi yang kemungkinan akan terjadi.
Kegiatan Belajar 2
Kerancuan dalam Akunting
Aktiva tetap tidak berwujud beda artinya dengan aktiva tidak berwujud. Aktiva tidak berwujud meliputi arti aktiva tetap tidak berwujud dan aktiva lancar tidak berwujud, serta aktiva tidak lancar lainnya yang tidak berwujud.
Kewajiban beda artinya dengan utang. Kewajiban meliputi arti utang dan modal sendiri.
Penghasilan beda dengan pendapatan, penghasilan artinya proses memperoleh hasil, sedangkan pendapatan artinya proses memperoleh yang didapat. Dalam laporan laba-rugi mestinya menggunakan istilah hasilan (income) dan dapatan (revenues), bukan penghasilan dan pendapatan, karena yang dimaksud bukan prosesnya, tetapi hasilnya.
Biaya (cost) dan beban (expenses) dapat beda maksudnya. Biaya dalam arti luas meliputi harga pokok dan beban. Biaya dalam arti luas tidak dapat digunakan dalam akunting keuangan.
Biaya pabrik beda dengan biaya produksi, biaya produksi meliputi biaya pabrik, sedangkan biaya pabrik bagian daripada biaya produksi.
MODUL 9
PENGANGGARAN NIRLABA
Kegiatan Belajar 1
Gambaran Umum Penganggaran Nirlaba
Penganggaran sektor publik merupakan proses yang sangat vital bagi organisasi sektor publik. Anggaran publik penting sebab anggaran membantu menentukan tingkat kebutuhan masyarakat. Anggaran merupakan instrumen kebijakan fiskal pemerintah untuk mempengaruhi keadaan ekonomi melalui kebijakan pengeluaran dan perpajakan. Dengan anggaran, pemerintah dapat mengalokasikan sumber daya yang langka untuk menggerakkan pembangunan sosial ekonomi, menjamin kesinambungan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Anggaran merupakan sarana untuk menunjukkan akuntabilitas pemerintah terhadap publik.
Terdapat dua pendekatan dalam menyusun anggaran sektor publik, yaitu pendekatan tradisional dan pendekatan Manajemen Publik Baru (MPB). Anggaran tradisional memiliki ciri utama bersifat tambahan dan bersifat belanja bagian. Pendekatan dimaksudkan untuk mengatasi kelemahan dari sistem tradisional. Anggaran dengan pendekatan MPB terdiri dari beberapa jenis, yaitu anggaran kinerja, anggaran berdasar nol, dan SP3. Anggaran dengan pendekatan MPB sangat menekankan pada-konsep nilai uang dan pengawasan atas kinerja keluaran. Perubahan dari sistem anggaran tradisional menuju sistem anggaran dengan pendekatan MPB merupakan bagian penting dari reformasi anggaran. Reformasi anggaran sektor publik dilakukan untuk menjadikan anggaran lebih berorientasi pada kepentingan publik dan menekankan nilai uang. Beberapa jenis anggaran dengan pendekatan MPB, seperti anggaran berdasar nol, SP3 dan anggaran kinerja perlu dikaji lebih mendalam sebelum diaplikasikan, karena pada masing-masing jenis anggaran tersebut memiliki kelebihan dan kelemahan. Penerapan sistem anggaran juga perlu mempertimbangkan aspek sosial, kultural, dan kesiapan teknologi yang dimiliki oleh pemerintah.
Dari uraian tentang sistem perencanaan, pemrograman dan penganggaran (SP3) ada beberapa hal yang penting untuk diperhatikan:
1. Bahwa SP3 adalah alat pembantu bagi pemimpin untuk mengambil keputusan di dalam rangka mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan. Ini berarti bahwa SP3 bukanlah suatu sistem yang merencanakan atau memformulasikan sesuatu tujuan sebagaimana biasanya yang menjadi esensi pokok dari suatu perencanaan. Bagaimana kualifikasi satu tujuan misalnya tujuan pembangunan dari suatu negara, atau daerah tertentu bukanlah tanggung jawab SP3, karena hal seperti itu merupakan tanggung jawab dari pemegang kendali politik kenegaraan. Apa yang telah diformulasikan oleh para pemegang kendali politik kenegaraan, yaitu para negarawan dan politisi baik yang ada di dalam pemerintahan maupun yang ada di dalam Lembaga Legislatif yang kelak menjadi tujuan nasional, ke arah mana seluruh kebijakan ditujukan. Di sinilah letak peranan SP3, yaitu sebagai alat yang dipakai untuk merumuskan berbagai macam kegiatan yang didukung oleh sumber yang langka yang karenanya harus disusun pengalokasian penggunaannya secara nasional, berdaya guna dan berhasil guna sehingga tujuan yang telah ditetapkan oleh para pemegang kendali pemerintahan dan kenegaraan itu benar-benar dicapai. Sebagai suatu metode dan sebagai suatu sistem tata laksana anggaran, SP3 dapat memungkinkan pendayagunaan secara maksimal daya yang langka tersebut, melalui suatu proses perencanaan yang di dalamnya terlihat proses mencari alternatif pemecahan masalah. Apabila hal tersebut telah dapat diketahui maka selanjutnya dapat menuju kepada penyusunan langkah konkret dalam bentuk pembuatan program dan pembuatan anggaran.
2. Bahwa SP3 meletakkan tanggung jawab yang besar terhadap pemimpin untuk berusaha mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan mengusahakan agar aparat organisasi yang di bawah koordinasi dan kekuasaan/komandonya, tidak ada yang terlepas atau menyimpang dari sasaran yang hendak dicapai. Konsekuensinva ialah pemimpin harus merupakan pemegang inisiatif yang dominan di dalam mengarahkan pembuatan perencanaan dan pembuatan program serta kegiatan yang harus dilakukan oleh aparat secara integratif.
3. Bahwa SP3 adalah proses perencanaan anggaran yang merupakan refleksi dari pengalaman yang lalu, yang mempengaruhi anggaran yang sekarang dan kemudian proyeksi pada anggaran yang akan datang. Dalam menetapkan, berbagai macam program dan proyek di samping terikat kepada tujuan jangka pendek dan menengah serta jangka panjang juga terikat kepada kemampuan yang nyata dari hasil pelaksanaan sehingga memungkinkan perubahan atau variasi' dari penentuan target berikutnya.
Kegiatan Belajar 2
Penyusunan Anggaran Negara di Indonesia
Tahap penyusunan anggaran negara di Indonesia pada dasarnya ada empat karena tahap pengawasan atas pelaksanaan anggaran termasuk tahap pelaksanaan anggaran. Tahap pertama adalah tahap persiapan, yaitu tahap penyusunan rancangan anggaran yang memerlukan jangka waktu penyusunan sekitar 6 bulan. Pada tahap pertama ini pekerjaan persiapan anggaran dilaksanakan oleh unit khusus dalam suatu organisasi pemerintahan, di Indonesia dilaksanakan oleh Departemen Keuangan cq. Direktorat Jenderal Anggaran bekerja sama dengan Bappenas yang menyangkut anggaran pembangunan. Tahap kedua, adalah tahap pengesahan yaitu tahap pengajuan rancangan anggaran kepada DPR untuk disahkan, yang memerlukan jangka waktu sekitar 3 bulan. Pada tahap kedua ini merupakan tahap penentuan anggaran, meliputi kegiatan analisis, evaluasi atas berbagai macam permintaan anggaran dengan mempertimbangkan faktor penunjang dan faktor penghambat terutama prioritas target yang hendak dicapai, selain itu disiapkan semua memorandum (nota keuangan) yang memberikan alasan bagi penentuan anggaran. Tahap ketiga adalah tahap pelaksanaan dan pengawasan anggaran memerlukan waktu 12 bulan. Pada tahap ketiga ini dipersoalkan tentang tata cara pengurusan uang anggaran dan cara pengawasannya. Tahap keempat adalah tahap terakhir, yaitu tahap pertanggungjawaban anggaran memerlukan waktu 6 bulan. Pada tahap keempat ini merupakan tahap penyusunan laporan pertanggungjawaban anggaran, laporan realisasi anggaran, Nota Perhitungan Anggaran Negara (Nota PAN) yang disertai hasil pemeriksaan BPK. Dengan demikian satu siklus anggaran memerlukan jangka waktu 2 7 bulan.
Anggaran Sumber dan Belanja Negara seperti pada Tabel 9.2 yang sering dikenal dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah seperti Tabel 9.4 sesungguhnya merupakan anggaran kas, yaitu anggaran sumber atau anggaran pendapatan merupakan anggaran kas masuk, sedangkan anggaran belanja merupakan anggaran kas keluar
Sumber :www.ut.ac.id
EKMA4568 Pemasaran Jasa
Deskripsi Mata Kuliah :
EKMA4568
Pemasaran Jasa
Rambat Lupiyoadi
Harga Buku : Rp. 40.500,-
2 SKS - Modul 1-9 / Edisi 1
ISBN : 9790111150
DDC22 : 658.8
Copyright (BMP) © Jakarta: Universitas Terbuka, 2007
Mata kuliah ini menjelaskan pemasaran jasa dengan menggunakan pendekatan hubungan pelanggan yang berorientasi pada paradigma relationship marketing. Paradigma ini menekankan pada pentingnya mempertahankan konsumen dan menciptakan konsumen loyal melalui pemberian kepuasan konsumen dan kualitas secara optimal. Hal ini penting dilakukan oleh pelaku bisnis jasa untuk dapat menciptakan keunggulan bersaing (competitive advantage). Konsep-konsep yang dibahas dalam mata kuliah ini dimulai dari aspek pemahaman mendasar yaitu dengan melihat berbagai aspek dari sudut pandang yang berkaitan dengan perkembangan dan pengaruh lingkungan terhadap bsinis jasa dan pemahaman terhadap konsumen yaitu perilaku konsumen, segmentasi pasar, memahami harapan dan persepsi konsumen. Aspek strategis dan oprasional yang juga perlu dikembangkan adalah pengembangan jasa baru, menciptakan kepuasan pelanggan dan manajemen kualitas jasa. Untuk meningkatkan optimalisasi pengembangan strategi pemasaran jasa perlu didukung oleh peningkatan kinerja service provider dalam hal menciptakan long lasting relationship dengan konsumen, mendisain standar pelayanan yang berkualitas.
pembelian online:
http://ebook.ut.ac.id
Tinjauan Mata Kuliah
Mata kuliah ini menjelaskan pemasaran jasa dengan menggunakan pendekatan hubungan pelanggan yang berorientasi pada paradigma relationship marketing. Paradigma ini menekankan pada pentingnya mempertahankan konsumen dan menciptakan konsumen loyal melalui pemberian kepuasan konsumen dan kualitas secara optimal. Hal ini penting dilakukan oleh pelaku bisnis jasa untuk dapat menciptakan keunggulan bersaing (competitive advantage).
Sehubungan dengan hal tersebut maka konsep-konsep yang dibahas dalam matakulaih ini dimulai dari aspek pemahaman mendasar yaitu dengan melihat berbagai aspek dari sudut pandang yang berkaitan dengan perkembangan dan pengaruh lingkungan terhadap bisnis jasa dan pemahaman terhadap konsumen yaitu perilaku konsumen, segmentasi pasar, memahami harapan dan persepsi konsumen.
Pemahaman konsep dasar ini penting untuk memperdalam konsep-konsep selanjutnya yang berkaitan dengan aspek strategis dan operasional seperti bauran pemasaran jasa yang membahas 7 unsur pemasaran jasa yaitu: produk, harga, distribusi, promosi, orang, proses dan pelayanan konsumen. Aspek strategis dan operasional yang juga perlu dikembangkan adalah pengembangan jasa baru, menciptakan kepuasan pelanggan dan manajemen kualitas jasa. Untuk meningkatkan optimalisasi pengembangan strategi pemasaran jasa perlu didukung oleh peningkatan kinerja service provider dalam hal menciptakan long lasting relationship dengan konsumen, mendisain standard pelayanan yang berkualitas.
Peran SDM (karyawan) dalam jasa juga merupakan komponen penting yang perlu dipahami dengan baik dengan melihat pentingnya posisi mereka sebagai ujung tombak keberhasilan bisnis jasa. Pelaku bisnis jasa tidak hanya dituntut untuk memahami konsumen eksternal, tetapi juga harus memahami peran penting konsumen internal. Keberhasilan perusahaan dalam mengelola berbagai aspek yang bersifat operasional dan strategis diharapkan dapat memberikan dampak yang positif baik secara ekonomi maupun finansial untuk mempertahankan kelanjutan hidup perusahaan (company survival)
Pembahasan dalam modul ini diberikan secara komprehensif yang meliputi:
Modul 1 : Dinamika bisnis jasa dan pentingnya pemasaran jasa
Modul 2 : Perilaku pelanggan dan Segmenting-Targeting-Positioning jasa
Modul 3 : Memahami harapan dan persepsi konsumen
Modul 4 : Bauran pemasaran jasa
Modul 5 : Pengembangan jasa baru
Modul 6 : Kepuasan pelanggan dan implikasinya terhadap perilaku purna Penggunaan jasa
Modul 7 : Manajemen kualitas jasa
Modul 8 : Peran penting SDM (karyawan) dalam bisnis jasa
Modul 9 : Efek ekonomi dan finansial
Rangkuman Mata Kuliah
MODUL 1
DINAMIKA BISNIS JASA DAN PENTINGNYA PEMASARAN JASA
Kegiatan Belajar 1
Profil Bisnis Jasa dan Pengaruh Perubahan Lingkungan
Kegiatan belajar ini membahas mengenai berbagai perubahan faktor lingkungan yang mempengaruhi perkembangan sektor jasa. Adapun faktor lingkungan tersebut adalah:konsumen, pesaing, teknologi-inovasi, globalisasi, ekonomi, pemerintah dan sosial budaya. Diantara faktor lingkungan tersebut, maka perkembangan teknologi (informasi dan komunikasi) oleh banyak kalangan dikatakan sebagai faktor lingkungan yang paling banyak mempengaruhi sektor jasa. Teknologi ini sangat membantu sektor jasa untuk mengelola bisnisnya secara efisien sesuai dengan semangat cost cutting.
Selain itu meningkatnya sektor jasa juga dipicu beberapa faktor pendorong yaitu: meningkatnya tuntutan konsumen terhadap kualitas, pengurangan biaya, pelayanan jasa, konsumen internal, peningkatan produksi dan berkembangnya organisasi Nirlaba.
Perkembangan sektor jasa kedepan akan menunjukkan pertumbuhan signifikan karena adanya perkembangan teknologi internet, digitalisasi dan komunikasi sehingga jarak bukan merupakan kendala karena komunikasi dan informasi dapat dijalin melalui click mouse.
Kegiatan Belajar 2
Definisi Pemasaran Jasa
Jasa yang berbeda dengan good (produk) karena secara kasat mata tidak dapat dilihat menimbulkan berbagai permasalahan dalam mengembangkan strategi pemasaran. Seperti yang dikemukakan oleh Kotler bahwa jasa merupakan setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak lain, pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan apapun. Ada enam karakteristik jasa yang perlu diperhatikan oleh penyedia jasa yaitu intangibility (tidak nampak), Perishability (tidak dapat disimpan), Heteroginity (bervariasi), inseparability (tidak dapat dipisahkan antara produksi dan konsumsi), people based (sangat tergantung pada kinerja karyawan) dan contact customer (hubungan dengan konsumen secara langsung).
Karakteristik unik yang dimiliki oleh jasa memiliki esensi utama yaitu perlunya keterlibatan secara langsung karyawan dalam delivery process, sehingga karyawan menjadi ujung tombak keberhasilan jasa. Tetapi dengan perkembangan teknologi ketergantungan terhadap karyawan dapat dieliminasi dan direct customer contact yang sangat costly dapat dikurangi. Misalnya: bisnis perbankan pada saat ini menggunakan ATM (Anjungan Tunai Mandiri) untuk membantu konsumen melakukan self service berbagai keperluan yang berkaitan dengan keuangan mereka.
MODUL 2
PERILAKU PELANGGAN DAN SEGMENTASI-TARGETING-POSITIONING JASA
Kegiatan Belajar 1
Perilaku Pelanggan dalam Jasa
Keputusan konsumen memilih atau membeli jasa sangat tergantung pada bagaimana penyedia jasa dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh dalam setiap tahapan proses keputusan konsumen. Proses keputusan konsumen tidaklah sesederhana yang dibayangkan, tetapi melalui berbagai tahapan yang dimulai dari pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian dan keputusan sesudah pembelian.
Perilaku konsumen dapat dipengaruhi oleh faktor budaya. Penyesuaian terhadap budaya ini menjadi sangat penting karena munculnya peluang pasar di era globalisasi. Untuk ini penyedia jasa harus memperhatikan dan mulai melakukan penyesuaian terhadap perbedaan budaya across border market
Kegiatan Belajar 2
Segmentasi dan Target Pasar
Treat as individual, not as a number, itu merupakan kata hati pelanggan dimanapun. Dengan kata lain perlakukan konsumen dengan cara baik dan benar sehingga dapat memenuhi kebutuhan dengan baik. Jika itu dapat dilakukan penyedia jasa maka hati pelanggan akan menjadi terpikat, maka profit dan keuntungan tinggal soal waktu. vJika demikian maka penyedia jasa harus mulai memperhatikan arti penting segmentasi dalam upaya memikat hati konsumen melalui pemenuhan kebutuhan secara baik. Untuk memperkuat segmentasi pasar, perlu dilakukan targeting untuk dapat membidik kelompok konsumen yang lebih spesifik.
Kegiatan Belajar 3
Positioning dan Differensiasi Produk Jasa
Banyak perusahaan jasa mengenalkan satu atau beberapa diferensiasi namun gagal karena positioningnya kurang kuat. Oleh karena itu perusahaan jasa perlu mengembangkan satu positioning yang membedakan tawarannya (offering) kepada pasarnya.
MODUL 3
MEMAHAMI HARAPAN DAN PERSEPSI KONSUMEN
Kegiatan Belajar 1
Harapan Konsumen Terhadap Jasa
Memahami harapan konsumen menjadi salah satu kunci keberhasilan bagi penyedia jasa. Harapan sering dinyatakan sebagai titik acuan (point of reference) Perbandingan antara apa yang dirasakan dengan yang diharapkan. Jika harapan tidak sesuai, maka konsumen akan kecewa dan kemungkinan pindah ke produk jasa pesaing. Sampai dimana perusahaan dapat memenuhi harapan pelanggan akan berpengaruh terhadap persepsi kualitas jasa. Oleh karena sangat penting artinya bagi perusahaan untuk mengetahui harapan pelanggan dalam penyampaian pelayanan berkualitas.
Harapan konsumen terdiri dari dua tingkatan yaitu harapan tertinggi (desired service) dan harapan minimum (adequacy service). Di antara tingkatan itu ada zona toleransi yaitu konsumen mau menerima variasi dan heteoginitas produk jasa.
Kegiatan Belajar 2
Persepsi Pelanggan Terhadap Jasa vAspek intangibility yang menyebabkan produk jasa hanya dapat dirasakan telah menyebabkan kualitas pelayanan (service quality) sangat menentukan. Keunggulan suatu produk jasa tergantung keunikan serta kualitas yang diperlihatkan oleh jasa tersebut, Jasa secara spesifikasi harus market oriented serta memperhatikan kebutuhan dan keinginan pelanggan. Untuk mengukur seberapa jauh konsumen dapat merasakan kualitas jasa maka Parasuraman dan Zeithalm, mengemukakan 5 dimensi yaitu reliability, assurance, empati, tangible dan responsiveness.
Kegiatan Belajar 3
Peningkatan Kualitas Jasa Melalui Sistem Informasi Pelanggan-Riset Pemasaran
Sistem informasi kualitas pelayanan membantu perusahaan meningkatkan penyampaian kualitas jasa yang optimal. Sistem ini membantu memperbaiki pelayanan dalam organisasi sangat komplek, melibatkan pengetahuan tentang apa yang dilakukan pada banyak bidang seperti tekhnologi, sistem pelayanan, seleksi pegawai, training dan pelatihan, dan sistem penggajian.
Dengan mengembangkan sistem informasi kualitas pelayanan yang efektif maka perusahaan dapat memperoleh manfaat yaitu: mendorong dan memungkinkan manajemen untuk menyatukan suara-suara konsumen dalam membuat keputusan; menemukan prioritas pelayanan konsumen, mengidentifikasikan prioritas perbaikan pelayanan dan memberikan pedoman dalam mengambil keputusan alokasi sumber daya; memperhatikan pengaruh dari langkah awal kualitas pelayanan dan investas dan menawarkan pekerjaan berdasarkan data untuk pelayanan utama yang baik dan pelayanan sederhana yang benar.
MODUL 4
BAURAN PEMASARAN JASA
Kegiatan Belajar 1
Produk Jasa
Konsep produk jasa harus dilihat sebagai suatu bundle of activities antara produk jasa inti dan jasa-jasa pendukung, untuk dapat menghasilkan total offering secara optimal, sehingga dapat memenuhi kebutuhan, keinginan dan harapan konsumen. Dengan mengembangkan jasa-jasa pendukung suatu produk jasa akan mempunyai keunggulan bersaing sebagai senjata untuk survive.
Selain itu penyedia jasa dapat memilih alternatif strategi produk jasa yaitu: melakukan penetrasi pasar, pengembangan pasar, pengembangan produk jasa dan diverifikasi. Strategi mana yang dipilih sangat tergantung pada situasi masing-masing perusahaan. Bagi penyedia jasa yang akan melakukan diversifikasi harus memanfaatkan teknologi dan melakukan inovasi, sehingga dapat menghasilkan produk jasa yang mampu memberikan solusi bagi pelanggan.
Kegiatan Belajar 2
Strategi Harga Jasa
Penentuan harga produk jasa harus melihat dari perspektif konsumen dan pasar, yaitu dengan melihat 3 (tiga) komponen yang dapat menjadi pertimbangan yaitu biaya, nilai dan kompetisi. Penentuan produk jasa dapat dikaitkan dengan konsep net value, semakin besar manfaat yang dirasakan dibanding biaya yang dikeluarkan akan dinilai konsumen sebagai positif value.
Ada 3 (tiga) faktor penting yang perlu dipertimbangkan dalam penentuan harga yaitu persaingan, elastisitas dan struktur biaya. Penyedia jasa dapat memilih banyak alternatif dalam menentukan harga yang tepat sesuai dengan produk jasa yang ditawarkan.
Kegiatan Belajar 3
Promosi dan Edukasi
Promosi pemasaran berperan bagi perusahaan jasa tidak hanya sekedar memberikan informasi penting mengenai produk jasa yang ditawarkan perusahaan, tetapi juga sangat bermanfaat untuk mempengaruhi dan membujuk konsumen untuk membeli jasa perusahaan dibanding pesaing. Untuk melakukan kegiatan promosi ini dengan optimal perusahaan jasa dapat menggunakan bauran promosi yang terdiri dari periklanan (advertising), Penjualan Langsung (personal selling), promosi penjualan (sales promotion), PR (public relation), informasi dari mulut ke mulut (word of mouth), Pemasaran Langsung (direct marketing), dan publikasi.
Kegiatan Belajar 4
Perantara Pemasaran
Salah satu faktor penentu keberhasilan perusahaan jasa adalah bagaimana delivery proses produk jasanya dapat berjalan secara efektif. Peran perantara dalam hal ini menjadi penting tidak hanya berkaitan dengan keputusan pemilihan channel (saluran) yang digunakan tetapi juga keputusan mengenai pemilihan lokasi dimana perusahaan harus beroperasi.
Dalam penentuan lokasi ada tiga pertimbangan penting yang harus diperhatikan perusahaan jasa yaitu: konsumen mendatangi penyedia jasa, konsumen didatangi penyedia jasa atau ada mediator (kepanjangan tangan) antara penyedia jasa dan konsumen. Pemilihan saluran distribusi yang dapat digunakan perusahaan jasa adalah: agen penjualan, agen/broker, franchise dan agen pembelian.
MODUL 5
PENGEMBANGAN JASA BARU
Kegiatan Belajar 1
Perusahaan Dagang
Untuk mempercepat pengembangan jasa baru maka proses linier dimana antar tahapan berjalan saling berurutan menjadi tidak efisien. Banyak perusahaan memutuskan untuk mempercepat pengembangan jasa baru dengan cara mengembangkan produk jasa secara fleksibel dimana tahapan dilakukan secara fleksibel. Fleksibilitas ini diperlukan untuk mempercepat proses, khususnya pada industri yang bergerak dibidang teknologi, dimana jasa berubah dengan sangat cepat.
Tahapan pengembangan jasa baru dapat dilihat pada tahapan berikut Pada pengembangan jasa baru ada dua tahapan inti yaitu perencanaan (front end planning) dan tahap implementasi. Pada tahap front end planning ada beberapa langkah yang dapat dipergunakan yaitu strategi pengembangan bisnis, strategi pengembangan jasa baru, penerapan ide, pengembangan konsep dan evaluasi dan analisis bisnis. Sedangkan tahap implementasi terdiri dari beberapa langkah yaitu: pengembangan jasa dan pelayanan, test pasar, komersialisasi dan evaluasi.
Kegiatan Belajar 2
Penyajian Jasa
Keberhasilan penyedia jasa dalam penyajian jasa sangat tergantung pada peran beberapa pihak seperti karyawan, konsumen dan perantara. Untuk itu perusahaan harus dapat membina hubungan (relationship) yang baik atas dasar prinsip win-win situation untuk mendorong dan mengoptimalkan kinerja mereka. Membina hubungan baik dengan karyawan dapat dilakukan dengan meningkatkan kompensasi, mengurangi konflik dan motivasi. Dengan pihak konsumen penyedia jasa harus dapat memanfaatkan mereka sebagai co-production tanpa membebani konsumen. Dengan pihak perantara hubungan baik dapat dikembangkan dengan pembagian tugas dan tanggung jawab dan pembagian keuntungan yang jelas.
Kegiatan Belajar 3
Bukti Fisik Jasa (Phisical Evidence)
Bukti jasa dapat dibagi menjadi tiga yaitu yaitu orang (people), proses (process) dan bukti fisik (physical evidence). Ketiga elemen ini berkaitan dan saling mendukung keberhasil dalam menciptakan image kualitas jasa. Selain people dan process, maka peran bukti fisik jasa menjadi penting untuk mengeliminasi aspek intangibility (ketidak nampakan) karena pelanggan seringkali melihat pada petunjuk-petunjuk yang bersifat tangibles dalam bentuk bukti fisik (phisical evidence), Tanda-tanda bukti fisik yang harus diberikan penyedia jasa juga dapat memberikan kesempatan untuk memberikan pesan-pesan yang kuat dan konsisten berkenaan dengan karatkteristik jasa dan apa ingin ditampilkan atau dicapai kepada segmen pasar sasaran.
Bukti fisik berperan penting bagi penyedia jasa dalam membantu sosialiasi, berperan memfasilitasi unjuk kerja atau tindakan-tindakan individual maupun interdependen dari orang-orang yang berada di lingkungan servicescape, yaitu konsumen dan karyawan, sebagai paket dari jasa yang ditawarkan dalam suatu cara yang berbeda dengan cara menawarkan barang, dapat membedakan perusahaan jasa dari pesaing serta menjadi tanda dari segmen pasar mana yang dituju.
MODUL 6
KEPUASAN PELANGGAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PERILAKU PURNA PENGGUNAAN JASA
Kegiatan Belajar 1
Kepuasan Konsumen Memberikan kepuasan konsumen merupakan salah satu strategi untuk mempertahankan kelangsungan hidup perusahan. Pelanggan yang tidak puas akan membuat mereka lari ke pesaing, artinya perusahaan akan kehilangan konsumen. Kehilangan satu konsumen berdampak sangat besar baik dalam jangka pendek dalam bentuk kehilangan revenue penjualan dan dampak pertumbuhan perusahaan jangka panjang. Seperti yang dikemukakan oleh salah seorang CEO terkenal yaitu There is nothing more devastating to your business than the loss of one of your customers. When customer becomes dissatisfied and stops buying from you, your loss is far greater than the sales revenue. You also lose your investment and undermine your ability to grow. Kepuasan konsumen dapat diukur dengan membandingkan antara kinerja produk jasa dengan harapan konsumen. Untuk menciptakan keunggulan bersaing pada saat ini perusahaan jasa tidak cukup sekedar memuaskan konsumen (kinerja=harapan), tetapi harus memberikan delight (perasaan yang sangat puas (kinerja >harapan).
Kegiatan Belajar 2
Kesetiaan Konsumen Banyak pelangan yang menyatakan puas terhadap satu produk jasa pindah ke produk jasa pesaing. Hal ini disebabkan karena, sekedar memuaskan pelanggan tidaklah cukup. Di era hiperkompetitif seperti sekarang ini, penyedia jasa yang sukses perlu membangun dan mempertahankan kesetiaan pelanggan. Loyalitas pelanggan akan memberikan nilai strategik bagi perusahaan yaitu: pembelian ulang, rekomendasi ke konsumen lain dan tidak tergoda produk jasa pesaing.
Kegiatan Belajar 3
Mempertahankan Konsumen Perusahaan akan rugi jika kehilangan pelanggan. Berdasarkan hasil penelitian menyatakan bahwa kehilangan satu pelanggan berdampak pada perolehan profit jangka panjang yang besar. Hasil riset mengatakan bahwa untuk mendapat pelanggan baru biayanya 5 (lima) kali lebih mahal dibanding mempertahankan konsumen. Oleh karena itu pelanggan harus selalu dijaga agar jangan berpindah. Richard Cross dan Jane Smith memperkenalkan suatu sistim yang dikenal dengan customer bonding atau customer retention sebagai suatu strategi untuk mengikat pelanggan kepada suatu perusahaan. Sistim ini berusaha untuk mempertahankan hubungan yang sudah ada antara perusahaan dengan konsumen, sehingga dapat menciptakan keunggulan bersaing. Proses customer bonding berisikan 5 tahap yaitu awareness bonding, identity bonding, relationship bonding, community bonding dan advocacy bonding.
Kegiatan Belajar 4
Penanganan Keluhan dan Pemulihan Jasa Komplain harus dilihat sebagai sesuatu yang positif bukan merupakan sesuatu yang menunjukkan kelemahan perusahaan. Komplain harus dilihat sebagai gift (hadiah), karena perusahaan dapat memperbaiki kesalahan pelayanan. Komplain mempunyai nilai strategis penting karena konsumen yang mau melakukan komplain hanya sedikit yaitu 4 %, sedangkan yang 96% pergi begitu saja ke perusahaan lain. Melalui komplain sebenarnya konsumen menginkan penggantian, kecepatan dan perhatian yang baik dari perusahaan. Untuk memulihkan kekecewaan konsumen perusahaan dapat menerapkan strategi service recovery (do it right for the second time) jika tidak dapat do it right for the first time.
MODUL 7
MANAJEMEN KUALITAS JASA
Kegiatan Belajar 1
Kualitas Jasa Kualitas diartikan sebagai derajad sejauh mana produk jasa dapat memenuhi desain atau spesifikasi. Pada dasarnya terdapat tiga orientasi kualitas yang seharusnya konsisen satu sama lain yaitu: produk jasa, proses dan persepsi konsumen. Kualitas jasa dapat didayagunakan untuk mengidentifikasi bentuk kepuasan pelanggan. Menurut Parasuraman dan Zeithalm (1985). Perwujudan kepuasan pelanggan dapat diidentifikasi melalui lima dimensi kualitas yaitu tangible, responsiveness, reliability, assurance dan emphaty. Ada 5 (lima) gap yang menyebabkan adanya perbedaan antara persepsi mengenai kualitas jasa yaitu: gap persepsi manajemen, gap spesifikasi kualitas, gap penyampaian pelayanan, gap komunikasi pemasaran dan gap pelayanan yang dirasakan.
Kegiatan Belajar 2
Mengelola Kapasitas dan Permintaan Aspek perishability bahwa jasa tidak dapat disimpan, sehingga penyedia jasa tidak dapat menciptakan inventory untuk jasanya. Pada saat permintaan meningkat sedangkan kapasitas tidak memadai maka perusahan akan mengalami kerugian. Dan sebaliknya pada saat permintaan turun maka ada kapasitas yang tidak digunakan. Untuk itu penyedia jasa dituntut mengelola permintaan dengan baik. Ada lima pendekatan yang dapat digunakan untuk managing demand capacity yaitu tidak melakukan apa-apa; mengurangi permintaan; peningkatan permintaan; sistiem reservasi melalui persediaan permintaan dan antrian formal melalui persediaan permintaan.
Kegiatan Belajar 3
Menunggu Antrian dan Reservasi Antrian (queue) merupakan sebuah gejala dari permasalahan mengenai kapasitas yang tidak mudah dipecahkan. Sebuah antrian terjadi ketika kedatangan pelanggan pada sebuah fasilitas yang melebihi kapasitas. Untuk meningkatkan efektivitas antrian ada beberapa elemen yang perlu diperhatikan yaitu: populasi konsumen, proses penerimaan, balking, reneging, kebijakan bagi konsumen dan proses pelayanan.
MODUL 8
PERAN PENTING SUMBER DAYA MANUSIA (KARYAWAN) DALAM BISNIS JASA
Kegiatan Belajar 1
Peran SDM dalam Organisasi Jasa Inovasi atau mati adalah credo yang harus dilakukan oleh penyedia jasa untuk dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya. Untuk mengembangkan budya inovatif maka peran karyawan sebagai internal marketing sangat besar. Program-program umum yang digunakan untuk mengimplementasikan konsep internal marketing ini adalah melalui training, dukungan manajemen dan komunikasi interaktif dan manajemen SDM .
Kegiatan Belajar 2
Pengaruh Teknologi dalam Jasa Perkembangan yang cepat di dalam teknologi informasi memungkinkan bisnis jasa untuk membuat pengembangan yang radikal dalam proses bisnis dan bahkan menggerakkan operasi bisnis secara lengkap. Pengembangan tersebut dapat membuka perubahan pada pegawai lebih kepada sisi positif karena dapat memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas pelayanan. Tetapi implementasi teknologi informasi seperti tidak mudah, penyedia jasa dihadapkan pada beberapa tantangan yaitu: persaingan harga, kesulitan untuk membuat standard jasa, kurangnya konsistensi karena keterlibatan konsumen yang tinggi, perubahan perilaku dan kepedulian terhadap faktor keamanan
Kegiatan Belajar 3
Menjadi Organisasi Jasa Terkemuka Struktur Organisasi Berorientasi Konsumen Perusahaan Jasa untuk menciptakan inovasi organisasi. Struktur organisasi customer-oriented didasarkan pada konsep kualitas jasa yang merupakan senjata untuk menciptakan keunggulan bersaing. Penerapan struktur organisasi yang berorientasi konsumen tidak hanya berlaku pada perusahaan besar tetapi juga bagi perusahan kecil. Penerapan struktur berorientasi konsumen ini lebih mudah diterapkan pada perusahaan kecil relatif kecil pada tingkat lokal, lebih market-oriented daripada perusahaan besar. Dalam organisasi yang lebih kecil keputusan dibuat lebih cepat dan lebih dekat kepada pasar. Lebih mudah untuk mengembangkan kinerja pemasaran interaktif yang lebih baik dan memberikan kualitas fungsional yang lebih kompetitif pada situasi tersebut. Pemasaran internal tidak terlalu memakan waktu dan memberikan kesulitan. Tetapi Pada pihak lain, ada kekuatan potensial bila perusahaan jasa itu besar. Pada perusahaan yang lebih besar lebih banyak sumber daya yang bisa digunakan dengan maksud untuk mengembangkan dimensi kualitas teknikal pada kebanyakan kasus. Terkadang juga lebih mudah untuk menarik orang yang terlatih untuk memimpin posisi di organisasi besar. Terlebih lagi, skala ekonomi bisa dicapai pada fungsi yang berhubungan dengan produksi, administrasi, keuangan dan sebagainya, yang tidak terlihat di pasar.
MODUL 9
EFEK EKONOMI DAN FINANSIAL
Kegiatan Belajar 1
Efek Ekonomi Jasa Profit tidak dapat dipungkiri merupakan tujuan utama perusahaan, sehingga banyak perusahaan berusaha keras untuk meningkatkan pangsa pasarnya antara lain dengan melakukan penetrasi pasar. Tetapi tingginya profit yang dicapai perusahaan tidak menjamin kesuksesan perusahaan dan hanya memberikan indikasi sesaat padahal perusahaan harus bertahan dalam jangka panjang. Pada saat ini perusahaan harus melihat lebih melihat delivery proses dapat berjalan dengan optimal. Jika delivery berjalan dengan baik perusahaan dapat menahan konsumen (customer retention) yang diharapkan dapat meningkatkan konsumen loyal.
Kegiatan Belajar 2
Efek Finansial Jasa: Pengukuran Kinerja Jasa dengan Balanced Scorecard Penilaian kinerja perusahaan tidak hanya dapat dilihat dari sisi keuangan saja yaitu dengan melihat dampak penawaran jasa terhadap profit karena hanya memperlihatkan kinerja sesaat dan parsial. Untuk mengetahui kinerja perusahaan yang dapat merepresentasikan kelangsungan hidup jangka panjangnya maka Model Balance Score Card dapat menjadi pilihan tepat. BSC ini menggunakan variabel pengukuran yang lebih komprehensif yaitu dengan memperhitungkan
Sumber : www.ut.ac.id
EKMA4568
Pemasaran Jasa
Rambat Lupiyoadi
Harga Buku : Rp. 40.500,-
2 SKS - Modul 1-9 / Edisi 1
ISBN : 9790111150
DDC22 : 658.8
Copyright (BMP) © Jakarta: Universitas Terbuka, 2007
Mata kuliah ini menjelaskan pemasaran jasa dengan menggunakan pendekatan hubungan pelanggan yang berorientasi pada paradigma relationship marketing. Paradigma ini menekankan pada pentingnya mempertahankan konsumen dan menciptakan konsumen loyal melalui pemberian kepuasan konsumen dan kualitas secara optimal. Hal ini penting dilakukan oleh pelaku bisnis jasa untuk dapat menciptakan keunggulan bersaing (competitive advantage). Konsep-konsep yang dibahas dalam mata kuliah ini dimulai dari aspek pemahaman mendasar yaitu dengan melihat berbagai aspek dari sudut pandang yang berkaitan dengan perkembangan dan pengaruh lingkungan terhadap bsinis jasa dan pemahaman terhadap konsumen yaitu perilaku konsumen, segmentasi pasar, memahami harapan dan persepsi konsumen. Aspek strategis dan oprasional yang juga perlu dikembangkan adalah pengembangan jasa baru, menciptakan kepuasan pelanggan dan manajemen kualitas jasa. Untuk meningkatkan optimalisasi pengembangan strategi pemasaran jasa perlu didukung oleh peningkatan kinerja service provider dalam hal menciptakan long lasting relationship dengan konsumen, mendisain standar pelayanan yang berkualitas.
pembelian online:
http://ebook.ut.ac.id
Tinjauan Mata Kuliah
Mata kuliah ini menjelaskan pemasaran jasa dengan menggunakan pendekatan hubungan pelanggan yang berorientasi pada paradigma relationship marketing. Paradigma ini menekankan pada pentingnya mempertahankan konsumen dan menciptakan konsumen loyal melalui pemberian kepuasan konsumen dan kualitas secara optimal. Hal ini penting dilakukan oleh pelaku bisnis jasa untuk dapat menciptakan keunggulan bersaing (competitive advantage).
Sehubungan dengan hal tersebut maka konsep-konsep yang dibahas dalam matakulaih ini dimulai dari aspek pemahaman mendasar yaitu dengan melihat berbagai aspek dari sudut pandang yang berkaitan dengan perkembangan dan pengaruh lingkungan terhadap bisnis jasa dan pemahaman terhadap konsumen yaitu perilaku konsumen, segmentasi pasar, memahami harapan dan persepsi konsumen.
Pemahaman konsep dasar ini penting untuk memperdalam konsep-konsep selanjutnya yang berkaitan dengan aspek strategis dan operasional seperti bauran pemasaran jasa yang membahas 7 unsur pemasaran jasa yaitu: produk, harga, distribusi, promosi, orang, proses dan pelayanan konsumen. Aspek strategis dan operasional yang juga perlu dikembangkan adalah pengembangan jasa baru, menciptakan kepuasan pelanggan dan manajemen kualitas jasa. Untuk meningkatkan optimalisasi pengembangan strategi pemasaran jasa perlu didukung oleh peningkatan kinerja service provider dalam hal menciptakan long lasting relationship dengan konsumen, mendisain standard pelayanan yang berkualitas.
Peran SDM (karyawan) dalam jasa juga merupakan komponen penting yang perlu dipahami dengan baik dengan melihat pentingnya posisi mereka sebagai ujung tombak keberhasilan bisnis jasa. Pelaku bisnis jasa tidak hanya dituntut untuk memahami konsumen eksternal, tetapi juga harus memahami peran penting konsumen internal. Keberhasilan perusahaan dalam mengelola berbagai aspek yang bersifat operasional dan strategis diharapkan dapat memberikan dampak yang positif baik secara ekonomi maupun finansial untuk mempertahankan kelanjutan hidup perusahaan (company survival)
Pembahasan dalam modul ini diberikan secara komprehensif yang meliputi:
Modul 1 : Dinamika bisnis jasa dan pentingnya pemasaran jasa
Modul 2 : Perilaku pelanggan dan Segmenting-Targeting-Positioning jasa
Modul 3 : Memahami harapan dan persepsi konsumen
Modul 4 : Bauran pemasaran jasa
Modul 5 : Pengembangan jasa baru
Modul 6 : Kepuasan pelanggan dan implikasinya terhadap perilaku purna Penggunaan jasa
Modul 7 : Manajemen kualitas jasa
Modul 8 : Peran penting SDM (karyawan) dalam bisnis jasa
Modul 9 : Efek ekonomi dan finansial
Rangkuman Mata Kuliah
MODUL 1
DINAMIKA BISNIS JASA DAN PENTINGNYA PEMASARAN JASA
Kegiatan Belajar 1
Profil Bisnis Jasa dan Pengaruh Perubahan Lingkungan
Kegiatan belajar ini membahas mengenai berbagai perubahan faktor lingkungan yang mempengaruhi perkembangan sektor jasa. Adapun faktor lingkungan tersebut adalah:konsumen, pesaing, teknologi-inovasi, globalisasi, ekonomi, pemerintah dan sosial budaya. Diantara faktor lingkungan tersebut, maka perkembangan teknologi (informasi dan komunikasi) oleh banyak kalangan dikatakan sebagai faktor lingkungan yang paling banyak mempengaruhi sektor jasa. Teknologi ini sangat membantu sektor jasa untuk mengelola bisnisnya secara efisien sesuai dengan semangat cost cutting.
Selain itu meningkatnya sektor jasa juga dipicu beberapa faktor pendorong yaitu: meningkatnya tuntutan konsumen terhadap kualitas, pengurangan biaya, pelayanan jasa, konsumen internal, peningkatan produksi dan berkembangnya organisasi Nirlaba.
Perkembangan sektor jasa kedepan akan menunjukkan pertumbuhan signifikan karena adanya perkembangan teknologi internet, digitalisasi dan komunikasi sehingga jarak bukan merupakan kendala karena komunikasi dan informasi dapat dijalin melalui click mouse.
Kegiatan Belajar 2
Definisi Pemasaran Jasa
Jasa yang berbeda dengan good (produk) karena secara kasat mata tidak dapat dilihat menimbulkan berbagai permasalahan dalam mengembangkan strategi pemasaran. Seperti yang dikemukakan oleh Kotler bahwa jasa merupakan setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak lain, pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan apapun. Ada enam karakteristik jasa yang perlu diperhatikan oleh penyedia jasa yaitu intangibility (tidak nampak), Perishability (tidak dapat disimpan), Heteroginity (bervariasi), inseparability (tidak dapat dipisahkan antara produksi dan konsumsi), people based (sangat tergantung pada kinerja karyawan) dan contact customer (hubungan dengan konsumen secara langsung).
Karakteristik unik yang dimiliki oleh jasa memiliki esensi utama yaitu perlunya keterlibatan secara langsung karyawan dalam delivery process, sehingga karyawan menjadi ujung tombak keberhasilan jasa. Tetapi dengan perkembangan teknologi ketergantungan terhadap karyawan dapat dieliminasi dan direct customer contact yang sangat costly dapat dikurangi. Misalnya: bisnis perbankan pada saat ini menggunakan ATM (Anjungan Tunai Mandiri) untuk membantu konsumen melakukan self service berbagai keperluan yang berkaitan dengan keuangan mereka.
MODUL 2
PERILAKU PELANGGAN DAN SEGMENTASI-TARGETING-POSITIONING JASA
Kegiatan Belajar 1
Perilaku Pelanggan dalam Jasa
Keputusan konsumen memilih atau membeli jasa sangat tergantung pada bagaimana penyedia jasa dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh dalam setiap tahapan proses keputusan konsumen. Proses keputusan konsumen tidaklah sesederhana yang dibayangkan, tetapi melalui berbagai tahapan yang dimulai dari pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian dan keputusan sesudah pembelian.
Perilaku konsumen dapat dipengaruhi oleh faktor budaya. Penyesuaian terhadap budaya ini menjadi sangat penting karena munculnya peluang pasar di era globalisasi. Untuk ini penyedia jasa harus memperhatikan dan mulai melakukan penyesuaian terhadap perbedaan budaya across border market
Kegiatan Belajar 2
Segmentasi dan Target Pasar
Treat as individual, not as a number, itu merupakan kata hati pelanggan dimanapun. Dengan kata lain perlakukan konsumen dengan cara baik dan benar sehingga dapat memenuhi kebutuhan dengan baik. Jika itu dapat dilakukan penyedia jasa maka hati pelanggan akan menjadi terpikat, maka profit dan keuntungan tinggal soal waktu. vJika demikian maka penyedia jasa harus mulai memperhatikan arti penting segmentasi dalam upaya memikat hati konsumen melalui pemenuhan kebutuhan secara baik. Untuk memperkuat segmentasi pasar, perlu dilakukan targeting untuk dapat membidik kelompok konsumen yang lebih spesifik.
Kegiatan Belajar 3
Positioning dan Differensiasi Produk Jasa
Banyak perusahaan jasa mengenalkan satu atau beberapa diferensiasi namun gagal karena positioningnya kurang kuat. Oleh karena itu perusahaan jasa perlu mengembangkan satu positioning yang membedakan tawarannya (offering) kepada pasarnya.
MODUL 3
MEMAHAMI HARAPAN DAN PERSEPSI KONSUMEN
Kegiatan Belajar 1
Harapan Konsumen Terhadap Jasa
Memahami harapan konsumen menjadi salah satu kunci keberhasilan bagi penyedia jasa. Harapan sering dinyatakan sebagai titik acuan (point of reference) Perbandingan antara apa yang dirasakan dengan yang diharapkan. Jika harapan tidak sesuai, maka konsumen akan kecewa dan kemungkinan pindah ke produk jasa pesaing. Sampai dimana perusahaan dapat memenuhi harapan pelanggan akan berpengaruh terhadap persepsi kualitas jasa. Oleh karena sangat penting artinya bagi perusahaan untuk mengetahui harapan pelanggan dalam penyampaian pelayanan berkualitas.
Harapan konsumen terdiri dari dua tingkatan yaitu harapan tertinggi (desired service) dan harapan minimum (adequacy service). Di antara tingkatan itu ada zona toleransi yaitu konsumen mau menerima variasi dan heteoginitas produk jasa.
Kegiatan Belajar 2
Persepsi Pelanggan Terhadap Jasa vAspek intangibility yang menyebabkan produk jasa hanya dapat dirasakan telah menyebabkan kualitas pelayanan (service quality) sangat menentukan. Keunggulan suatu produk jasa tergantung keunikan serta kualitas yang diperlihatkan oleh jasa tersebut, Jasa secara spesifikasi harus market oriented serta memperhatikan kebutuhan dan keinginan pelanggan. Untuk mengukur seberapa jauh konsumen dapat merasakan kualitas jasa maka Parasuraman dan Zeithalm, mengemukakan 5 dimensi yaitu reliability, assurance, empati, tangible dan responsiveness.
Kegiatan Belajar 3
Peningkatan Kualitas Jasa Melalui Sistem Informasi Pelanggan-Riset Pemasaran
Sistem informasi kualitas pelayanan membantu perusahaan meningkatkan penyampaian kualitas jasa yang optimal. Sistem ini membantu memperbaiki pelayanan dalam organisasi sangat komplek, melibatkan pengetahuan tentang apa yang dilakukan pada banyak bidang seperti tekhnologi, sistem pelayanan, seleksi pegawai, training dan pelatihan, dan sistem penggajian.
Dengan mengembangkan sistem informasi kualitas pelayanan yang efektif maka perusahaan dapat memperoleh manfaat yaitu: mendorong dan memungkinkan manajemen untuk menyatukan suara-suara konsumen dalam membuat keputusan; menemukan prioritas pelayanan konsumen, mengidentifikasikan prioritas perbaikan pelayanan dan memberikan pedoman dalam mengambil keputusan alokasi sumber daya; memperhatikan pengaruh dari langkah awal kualitas pelayanan dan investas dan menawarkan pekerjaan berdasarkan data untuk pelayanan utama yang baik dan pelayanan sederhana yang benar.
MODUL 4
BAURAN PEMASARAN JASA
Kegiatan Belajar 1
Produk Jasa
Konsep produk jasa harus dilihat sebagai suatu bundle of activities antara produk jasa inti dan jasa-jasa pendukung, untuk dapat menghasilkan total offering secara optimal, sehingga dapat memenuhi kebutuhan, keinginan dan harapan konsumen. Dengan mengembangkan jasa-jasa pendukung suatu produk jasa akan mempunyai keunggulan bersaing sebagai senjata untuk survive.
Selain itu penyedia jasa dapat memilih alternatif strategi produk jasa yaitu: melakukan penetrasi pasar, pengembangan pasar, pengembangan produk jasa dan diverifikasi. Strategi mana yang dipilih sangat tergantung pada situasi masing-masing perusahaan. Bagi penyedia jasa yang akan melakukan diversifikasi harus memanfaatkan teknologi dan melakukan inovasi, sehingga dapat menghasilkan produk jasa yang mampu memberikan solusi bagi pelanggan.
Kegiatan Belajar 2
Strategi Harga Jasa
Penentuan harga produk jasa harus melihat dari perspektif konsumen dan pasar, yaitu dengan melihat 3 (tiga) komponen yang dapat menjadi pertimbangan yaitu biaya, nilai dan kompetisi. Penentuan produk jasa dapat dikaitkan dengan konsep net value, semakin besar manfaat yang dirasakan dibanding biaya yang dikeluarkan akan dinilai konsumen sebagai positif value.
Ada 3 (tiga) faktor penting yang perlu dipertimbangkan dalam penentuan harga yaitu persaingan, elastisitas dan struktur biaya. Penyedia jasa dapat memilih banyak alternatif dalam menentukan harga yang tepat sesuai dengan produk jasa yang ditawarkan.
Kegiatan Belajar 3
Promosi dan Edukasi
Promosi pemasaran berperan bagi perusahaan jasa tidak hanya sekedar memberikan informasi penting mengenai produk jasa yang ditawarkan perusahaan, tetapi juga sangat bermanfaat untuk mempengaruhi dan membujuk konsumen untuk membeli jasa perusahaan dibanding pesaing. Untuk melakukan kegiatan promosi ini dengan optimal perusahaan jasa dapat menggunakan bauran promosi yang terdiri dari periklanan (advertising), Penjualan Langsung (personal selling), promosi penjualan (sales promotion), PR (public relation), informasi dari mulut ke mulut (word of mouth), Pemasaran Langsung (direct marketing), dan publikasi.
Kegiatan Belajar 4
Perantara Pemasaran
Salah satu faktor penentu keberhasilan perusahaan jasa adalah bagaimana delivery proses produk jasanya dapat berjalan secara efektif. Peran perantara dalam hal ini menjadi penting tidak hanya berkaitan dengan keputusan pemilihan channel (saluran) yang digunakan tetapi juga keputusan mengenai pemilihan lokasi dimana perusahaan harus beroperasi.
Dalam penentuan lokasi ada tiga pertimbangan penting yang harus diperhatikan perusahaan jasa yaitu: konsumen mendatangi penyedia jasa, konsumen didatangi penyedia jasa atau ada mediator (kepanjangan tangan) antara penyedia jasa dan konsumen. Pemilihan saluran distribusi yang dapat digunakan perusahaan jasa adalah: agen penjualan, agen/broker, franchise dan agen pembelian.
MODUL 5
PENGEMBANGAN JASA BARU
Kegiatan Belajar 1
Perusahaan Dagang
Untuk mempercepat pengembangan jasa baru maka proses linier dimana antar tahapan berjalan saling berurutan menjadi tidak efisien. Banyak perusahaan memutuskan untuk mempercepat pengembangan jasa baru dengan cara mengembangkan produk jasa secara fleksibel dimana tahapan dilakukan secara fleksibel. Fleksibilitas ini diperlukan untuk mempercepat proses, khususnya pada industri yang bergerak dibidang teknologi, dimana jasa berubah dengan sangat cepat.
Tahapan pengembangan jasa baru dapat dilihat pada tahapan berikut Pada pengembangan jasa baru ada dua tahapan inti yaitu perencanaan (front end planning) dan tahap implementasi. Pada tahap front end planning ada beberapa langkah yang dapat dipergunakan yaitu strategi pengembangan bisnis, strategi pengembangan jasa baru, penerapan ide, pengembangan konsep dan evaluasi dan analisis bisnis. Sedangkan tahap implementasi terdiri dari beberapa langkah yaitu: pengembangan jasa dan pelayanan, test pasar, komersialisasi dan evaluasi.
Kegiatan Belajar 2
Penyajian Jasa
Keberhasilan penyedia jasa dalam penyajian jasa sangat tergantung pada peran beberapa pihak seperti karyawan, konsumen dan perantara. Untuk itu perusahaan harus dapat membina hubungan (relationship) yang baik atas dasar prinsip win-win situation untuk mendorong dan mengoptimalkan kinerja mereka. Membina hubungan baik dengan karyawan dapat dilakukan dengan meningkatkan kompensasi, mengurangi konflik dan motivasi. Dengan pihak konsumen penyedia jasa harus dapat memanfaatkan mereka sebagai co-production tanpa membebani konsumen. Dengan pihak perantara hubungan baik dapat dikembangkan dengan pembagian tugas dan tanggung jawab dan pembagian keuntungan yang jelas.
Kegiatan Belajar 3
Bukti Fisik Jasa (Phisical Evidence)
Bukti jasa dapat dibagi menjadi tiga yaitu yaitu orang (people), proses (process) dan bukti fisik (physical evidence). Ketiga elemen ini berkaitan dan saling mendukung keberhasil dalam menciptakan image kualitas jasa. Selain people dan process, maka peran bukti fisik jasa menjadi penting untuk mengeliminasi aspek intangibility (ketidak nampakan) karena pelanggan seringkali melihat pada petunjuk-petunjuk yang bersifat tangibles dalam bentuk bukti fisik (phisical evidence), Tanda-tanda bukti fisik yang harus diberikan penyedia jasa juga dapat memberikan kesempatan untuk memberikan pesan-pesan yang kuat dan konsisten berkenaan dengan karatkteristik jasa dan apa ingin ditampilkan atau dicapai kepada segmen pasar sasaran.
Bukti fisik berperan penting bagi penyedia jasa dalam membantu sosialiasi, berperan memfasilitasi unjuk kerja atau tindakan-tindakan individual maupun interdependen dari orang-orang yang berada di lingkungan servicescape, yaitu konsumen dan karyawan, sebagai paket dari jasa yang ditawarkan dalam suatu cara yang berbeda dengan cara menawarkan barang, dapat membedakan perusahaan jasa dari pesaing serta menjadi tanda dari segmen pasar mana yang dituju.
MODUL 6
KEPUASAN PELANGGAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PERILAKU PURNA PENGGUNAAN JASA
Kegiatan Belajar 1
Kepuasan Konsumen Memberikan kepuasan konsumen merupakan salah satu strategi untuk mempertahankan kelangsungan hidup perusahan. Pelanggan yang tidak puas akan membuat mereka lari ke pesaing, artinya perusahaan akan kehilangan konsumen. Kehilangan satu konsumen berdampak sangat besar baik dalam jangka pendek dalam bentuk kehilangan revenue penjualan dan dampak pertumbuhan perusahaan jangka panjang. Seperti yang dikemukakan oleh salah seorang CEO terkenal yaitu There is nothing more devastating to your business than the loss of one of your customers. When customer becomes dissatisfied and stops buying from you, your loss is far greater than the sales revenue. You also lose your investment and undermine your ability to grow. Kepuasan konsumen dapat diukur dengan membandingkan antara kinerja produk jasa dengan harapan konsumen. Untuk menciptakan keunggulan bersaing pada saat ini perusahaan jasa tidak cukup sekedar memuaskan konsumen (kinerja=harapan), tetapi harus memberikan delight (perasaan yang sangat puas (kinerja >harapan).
Kegiatan Belajar 2
Kesetiaan Konsumen Banyak pelangan yang menyatakan puas terhadap satu produk jasa pindah ke produk jasa pesaing. Hal ini disebabkan karena, sekedar memuaskan pelanggan tidaklah cukup. Di era hiperkompetitif seperti sekarang ini, penyedia jasa yang sukses perlu membangun dan mempertahankan kesetiaan pelanggan. Loyalitas pelanggan akan memberikan nilai strategik bagi perusahaan yaitu: pembelian ulang, rekomendasi ke konsumen lain dan tidak tergoda produk jasa pesaing.
Kegiatan Belajar 3
Mempertahankan Konsumen Perusahaan akan rugi jika kehilangan pelanggan. Berdasarkan hasil penelitian menyatakan bahwa kehilangan satu pelanggan berdampak pada perolehan profit jangka panjang yang besar. Hasil riset mengatakan bahwa untuk mendapat pelanggan baru biayanya 5 (lima) kali lebih mahal dibanding mempertahankan konsumen. Oleh karena itu pelanggan harus selalu dijaga agar jangan berpindah. Richard Cross dan Jane Smith memperkenalkan suatu sistim yang dikenal dengan customer bonding atau customer retention sebagai suatu strategi untuk mengikat pelanggan kepada suatu perusahaan. Sistim ini berusaha untuk mempertahankan hubungan yang sudah ada antara perusahaan dengan konsumen, sehingga dapat menciptakan keunggulan bersaing. Proses customer bonding berisikan 5 tahap yaitu awareness bonding, identity bonding, relationship bonding, community bonding dan advocacy bonding.
Kegiatan Belajar 4
Penanganan Keluhan dan Pemulihan Jasa Komplain harus dilihat sebagai sesuatu yang positif bukan merupakan sesuatu yang menunjukkan kelemahan perusahaan. Komplain harus dilihat sebagai gift (hadiah), karena perusahaan dapat memperbaiki kesalahan pelayanan. Komplain mempunyai nilai strategis penting karena konsumen yang mau melakukan komplain hanya sedikit yaitu 4 %, sedangkan yang 96% pergi begitu saja ke perusahaan lain. Melalui komplain sebenarnya konsumen menginkan penggantian, kecepatan dan perhatian yang baik dari perusahaan. Untuk memulihkan kekecewaan konsumen perusahaan dapat menerapkan strategi service recovery (do it right for the second time) jika tidak dapat do it right for the first time.
MODUL 7
MANAJEMEN KUALITAS JASA
Kegiatan Belajar 1
Kualitas Jasa Kualitas diartikan sebagai derajad sejauh mana produk jasa dapat memenuhi desain atau spesifikasi. Pada dasarnya terdapat tiga orientasi kualitas yang seharusnya konsisen satu sama lain yaitu: produk jasa, proses dan persepsi konsumen. Kualitas jasa dapat didayagunakan untuk mengidentifikasi bentuk kepuasan pelanggan. Menurut Parasuraman dan Zeithalm (1985). Perwujudan kepuasan pelanggan dapat diidentifikasi melalui lima dimensi kualitas yaitu tangible, responsiveness, reliability, assurance dan emphaty. Ada 5 (lima) gap yang menyebabkan adanya perbedaan antara persepsi mengenai kualitas jasa yaitu: gap persepsi manajemen, gap spesifikasi kualitas, gap penyampaian pelayanan, gap komunikasi pemasaran dan gap pelayanan yang dirasakan.
Kegiatan Belajar 2
Mengelola Kapasitas dan Permintaan Aspek perishability bahwa jasa tidak dapat disimpan, sehingga penyedia jasa tidak dapat menciptakan inventory untuk jasanya. Pada saat permintaan meningkat sedangkan kapasitas tidak memadai maka perusahan akan mengalami kerugian. Dan sebaliknya pada saat permintaan turun maka ada kapasitas yang tidak digunakan. Untuk itu penyedia jasa dituntut mengelola permintaan dengan baik. Ada lima pendekatan yang dapat digunakan untuk managing demand capacity yaitu tidak melakukan apa-apa; mengurangi permintaan; peningkatan permintaan; sistiem reservasi melalui persediaan permintaan dan antrian formal melalui persediaan permintaan.
Kegiatan Belajar 3
Menunggu Antrian dan Reservasi Antrian (queue) merupakan sebuah gejala dari permasalahan mengenai kapasitas yang tidak mudah dipecahkan. Sebuah antrian terjadi ketika kedatangan pelanggan pada sebuah fasilitas yang melebihi kapasitas. Untuk meningkatkan efektivitas antrian ada beberapa elemen yang perlu diperhatikan yaitu: populasi konsumen, proses penerimaan, balking, reneging, kebijakan bagi konsumen dan proses pelayanan.
MODUL 8
PERAN PENTING SUMBER DAYA MANUSIA (KARYAWAN) DALAM BISNIS JASA
Kegiatan Belajar 1
Peran SDM dalam Organisasi Jasa Inovasi atau mati adalah credo yang harus dilakukan oleh penyedia jasa untuk dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya. Untuk mengembangkan budya inovatif maka peran karyawan sebagai internal marketing sangat besar. Program-program umum yang digunakan untuk mengimplementasikan konsep internal marketing ini adalah melalui training, dukungan manajemen dan komunikasi interaktif dan manajemen SDM .
Kegiatan Belajar 2
Pengaruh Teknologi dalam Jasa Perkembangan yang cepat di dalam teknologi informasi memungkinkan bisnis jasa untuk membuat pengembangan yang radikal dalam proses bisnis dan bahkan menggerakkan operasi bisnis secara lengkap. Pengembangan tersebut dapat membuka perubahan pada pegawai lebih kepada sisi positif karena dapat memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas pelayanan. Tetapi implementasi teknologi informasi seperti tidak mudah, penyedia jasa dihadapkan pada beberapa tantangan yaitu: persaingan harga, kesulitan untuk membuat standard jasa, kurangnya konsistensi karena keterlibatan konsumen yang tinggi, perubahan perilaku dan kepedulian terhadap faktor keamanan
Kegiatan Belajar 3
Menjadi Organisasi Jasa Terkemuka Struktur Organisasi Berorientasi Konsumen Perusahaan Jasa untuk menciptakan inovasi organisasi. Struktur organisasi customer-oriented didasarkan pada konsep kualitas jasa yang merupakan senjata untuk menciptakan keunggulan bersaing. Penerapan struktur organisasi yang berorientasi konsumen tidak hanya berlaku pada perusahaan besar tetapi juga bagi perusahan kecil. Penerapan struktur berorientasi konsumen ini lebih mudah diterapkan pada perusahaan kecil relatif kecil pada tingkat lokal, lebih market-oriented daripada perusahaan besar. Dalam organisasi yang lebih kecil keputusan dibuat lebih cepat dan lebih dekat kepada pasar. Lebih mudah untuk mengembangkan kinerja pemasaran interaktif yang lebih baik dan memberikan kualitas fungsional yang lebih kompetitif pada situasi tersebut. Pemasaran internal tidak terlalu memakan waktu dan memberikan kesulitan. Tetapi Pada pihak lain, ada kekuatan potensial bila perusahaan jasa itu besar. Pada perusahaan yang lebih besar lebih banyak sumber daya yang bisa digunakan dengan maksud untuk mengembangkan dimensi kualitas teknikal pada kebanyakan kasus. Terkadang juga lebih mudah untuk menarik orang yang terlatih untuk memimpin posisi di organisasi besar. Terlebih lagi, skala ekonomi bisa dicapai pada fungsi yang berhubungan dengan produksi, administrasi, keuangan dan sebagainya, yang tidak terlihat di pasar.
MODUL 9
EFEK EKONOMI DAN FINANSIAL
Kegiatan Belajar 1
Efek Ekonomi Jasa Profit tidak dapat dipungkiri merupakan tujuan utama perusahaan, sehingga banyak perusahaan berusaha keras untuk meningkatkan pangsa pasarnya antara lain dengan melakukan penetrasi pasar. Tetapi tingginya profit yang dicapai perusahaan tidak menjamin kesuksesan perusahaan dan hanya memberikan indikasi sesaat padahal perusahaan harus bertahan dalam jangka panjang. Pada saat ini perusahaan harus melihat lebih melihat delivery proses dapat berjalan dengan optimal. Jika delivery berjalan dengan baik perusahaan dapat menahan konsumen (customer retention) yang diharapkan dapat meningkatkan konsumen loyal.
Kegiatan Belajar 2
Efek Finansial Jasa: Pengukuran Kinerja Jasa dengan Balanced Scorecard Penilaian kinerja perusahaan tidak hanya dapat dilihat dari sisi keuangan saja yaitu dengan melihat dampak penawaran jasa terhadap profit karena hanya memperlihatkan kinerja sesaat dan parsial. Untuk mengetahui kinerja perusahaan yang dapat merepresentasikan kelangsungan hidup jangka panjangnya maka Model Balance Score Card dapat menjadi pilihan tepat. BSC ini menggunakan variabel pengukuran yang lebih komprehensif yaitu dengan memperhitungkan
Sumber : www.ut.ac.id
Langganan:
Postingan (Atom)

