Entri Populer

Entri Populer

Tampilkan postingan dengan label TAP Manajemen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TAP Manajemen. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 November 2011

TAP Manajemen 2010.2 (New)

NASKAH UJIAN TUGAS AKHIR PROGRAM (EKMA4500) PROGRAM STUDI MANAJEMEN MASA UJIAN 2010.2 Kode Naskah 26; Tgl Ujian : Sabtu, 13-11-10 UJIAN URAIAN MANAJEMEN (EKMA4500) Penting! Kerjakanlah soal ujian ini dengan jujur, jika terbukti melakukan kecurangan /contek-mencontek selama ujian, Anda akan dikenai sanksi akademis berupa pengurangan nilai atau tidak diluluskan (diberi nilai E). Apabila terbukti menggunakan JOKI pada saat ujian, semua mata kuliah yang ditempuh akan diberi nilai E. PT. MAX TOP PT. Max Top adalah suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang telekomunikasi, termasuk telepon genggam. Saat ini PT. Max Top menempati posisi pertama dalam meraih pangsa pasar di Indonesia. PT. Max Top merapkan filosofi “kepuasan pelanggan berarti kesejahteraan” yang mulai dicanangkan sejak tahun 2005. Pihak manajemen selalu menekankan bahwa apabila pelanggan puas dengan produk mereka, maka akan mendatangkan keuntungan besar bagi perusahaan dan pada akhirnya akan mendatangkan kesejahteraan bagi seluruh karyawan. Demikian pula sebaliknya, apabila pelanggan tidak puas dengan produk mereka, maka penjualan akan menurun dan pada akhirnya perusahaan akan mengalami kerugian. Selama sepuluh tahun beroperasi, PT. Max Top telah memproduksi berbagai peralatan komunikasi berteknologi tinggi bertujuan untuk memuaskan pelanggan. Dengan alasan kepuasan pelanggan itulah, pihak manajemen menetapkan standar mutu yang ketat, mulai dari pengadaan bahan baku, pemilihan pemasok, proses produksi, tenaga ahli, sampai pada model produk. Pada pertengahan tahun 2010, PT. Max Top memproduksi satu produk telepon genggam merek terbaru dengan fitur-fitur yang sangat canggih, eksklusif dan mengakomodasi kebutuhan konsumen masa kini. Produk telepon genggam baru tersebut memiliki kelebihan fitur kamera perekam dengan resolusi tinggi serta dilengkapi dengan memori yang cukup besar. Telepon genggam ini dapat dikatakan juga berfungsi sebagai computer mini, mengingat kemampuannya yang menyamai kemampuan computer PC. Selain kelebihan dari sisi teknologi komunikasi, telepon genggam ini juga memiliki kelebihan utama yaitu tahan air sehingga pemakai tidak terlalu risau apabila telepon genggamnya terkena air. Telepon genggam baru ini diperkenalkan ke pasar dengan Tipe G221 sebagai pengembangan dari tipe sebelumnya. Produk G221 ini diharapkan mampu meraih pasar yang lebih luas, karena pihak manajemen sangat yakin akan kemampuan dan kelebihan produk tersebut. Agar dapat meraih pasar seluas-luasnya, perusahaan melakukan promosi melalui berbagai media agar konsumen semakin mengenali produk tersebut. Sebagai salah satu pemain dalam industri elektronik, PT. Max Top juga menghadapi beberapa pesaing potensial yang bermaksud akan mengikuti inovasi yang dilakukan PT. Max Top. Adanya beberapa pesaing dalam industri ini menyebabkan tiap-tiap produsen berusaha untuk membangkitkan keunggulan terhadap merek bagi pasarnya. Menyadari akan semakin ketatnya persaingan dalam bisnis telepon genggam. PT. Max Top selalu berusaha meningkatkan kualitasnya melalui perbaikan-perbaikan dalam bidang manajemen keuangan, sumber daya manusia, pemasaran sampai pada proses produksinya. Divisi marketing selaku divisi yang cukup berperan dalam keberhasilan produk di pasar harus dapat menentukan harga yang tepat serta strategi promosi yang dapat dilakukan. Produk G221 dibuat sebagai produk yang eksklusif yang ditujukan bagi para eksekutif yang menuntut kemudahan layanan sesuai yang diinginkan. Tepat pada bulan Juni 2010, G221 resmi diluncurkan di pasaran dengan wilayah pemasaran utama meliputi pulau Jawa, Bali, dan Sumatera. Pertumbuhan penjualan yang masih lambat di awal-awal penjualan produk merupakan tantangan utama yang harus dihadapi pihak manajemen. Agar G221 dapat menarik minat konsumen yang mengutamakan kualitas dan kemudahan, maka dilakukan strategi pemasaran yang memfokuskan pada harga yang tinggi yang dibarengi dengan promosi yang gencar melalui berbagai media. Sebagai perusahaan yang telah memiliki reputasi yang cukup baik dalam hal kualitas, maka PT. Max Top selalu menekankan pada kualitas produk walaupun harga akan menjadi lebih mahal. Saat ini PT. Max Top memiliki pabrik perakitan di Bekasi. Pada awal tahun 2011, PT. Max Top berencana untuk memperluas daerah pemasaran meliputi wilayah Indonesia bagian timur yang diharapkan dapat memberikan tambahan keuntungan bagi perusahaan. Untuk itu pihak manajemen merencanakan untuk mendirikan satu pabrik baru. Terdapat 3 alternatif kota yang dapat dijadikan lokasi pabrik yaitu kota A, kota B, dan kota C. Apabila pabrik ditempatkan di kota A, maka biaya tetap per bulan yang akan ditanggung perusahaan saat pabrik telah beroperasi adalah sebesar Rp. 50.000.000,00 dan biaya variable sebesar Rp.350.000,00 per unit. Untuk kota B, biaya tetap per bulan adalah sebesar Rp. 35.000.000,00 dan biaya variable sebesar Rp. 400.000,00 per unit. Dan untuk kota C biaya tetap per bulan adalah sebesar Rp. 40.000.000,00 dan biaya variable sebesar Rp.300.000,00 per unit. Pihak manajemen memperkirakan bahwa produk G221 akan mampu meraih sukses sampai dengan minimal dua tahun mendatang. Pada tahun ketiga, akan dikembangkan produk baru yang lebih canggih dari tipe G221 yaitu tipe G222 dengan fitur yang jauh lebih memuaskan. Untuk mempersiapkan produk G222, pihak manajemen berencana untuk melakukan investasi pembelian mesin yang dapat menunjang keakuratan fitur-fitur G222. Pihak manajemen menerima tawaran mesin dari Jerman dengan merek “PEGASUS” seharga Rp.1.000.000.000,00. Mesin ini diharapkan mampu memberikan penghasilan ke perusahaan sebesar Rp.270.000.000,00 per tahun. Di samping tawaran mesin “PEGASUS”, perusahaan juga tengah mempertimbangkan tawaran dari Jepang dengan merek “HOKAIDO” seharga Rp.900.000.000,00. Mesin ini mampu memberikan penghasilan sebesar Rp.210.000.000,00 per tahun. Pimpinan PT. MAX TOP menyadari betul bahwa agar dapat memenangkan persaingan, perusahaan harus melakukan berbagai efisiensi dan perbaikan di segala bidang, termasuk dalam bidang sumber daya manusia. Saat ini PT. MAX TOP tengah menyusun analisis kebutuhan tenaga IT mengingat tenaga IT merupakan tenaga kerja inti bagi kalancaran produksi perusahaan. Saat ini bagian HRD sedang melakukan riset mengenai probabilitas daya tahan tenaga IT pada dua perusahaan pesaing utama, yaitu PT. Prima Mandiri dan PT.Indo Nusa Telekomindo untuk dibandingkan dengan probabilitas daya tahan tenaga IT PT. Max Top. Data yang dapat dikumpulkan pada bagian ini adalah seperti pada Tabel 1. Tabel 1 Data Probabilitas Karyawan NAMA PERUSAHAAN LEVEL KARYAWAN IT TAHUN 2010 JUMLAH KEHILANGAN TENAGA IT PT. PRIMA MANDIRI PT. INDO NUSA TELEKOMINDO PT. MAX TOP 500 400 700 50 70 40 Sejak tahun 2009 perusahaan menetapkan upah sesuai dengan keputusan pihak manajemen perusahaan. Upah yang diterima para karyawan dibagi dalam dua golongan yaitu : 1. Gaji bulanan. Gaji ini diberikan kepada karyawan staf tetap yang besarnya antara dua hingga lima juta rupiah setiap bulan. 2. Upah harian yang dibayarkan seminggu sekali. Upah ini diberikan kepada karyawan tidak tetap yaitu karyawan bagian finishing dan petugas angkut. Besarnya upah antara Rp. 50.000,00 hingga Rp. 60.000,00 per hari. PERTANYAAN : 1. Hitunglah total biaya untuk setiap lokasi dengan mempertimbangkan biaya tetap dan biaya variable pada kapasitas 400 unit per bulan, kemudian tentukan kota manakah yang sebaiknya dipilih! Jelaskan alasan Saudara!. (Nilai Maximum : 25%) 2. Hitunglah payback period tiap-tiap mesin, kemudian tentukan mesin manakah yang sebaiknya dibeli perusahaan. Jelaskan alasan Saudara! (Nilai Maximum : 25%). 3. a). Tentukan produk G221 saat ini berada pada tahap apa dalam daur hidup produknya?. Jelaskan ciri-ciri tahapan daur hidup tersebut. b). Berdasarkan uraian kasus, strategi pemasaran apakah yang digunakan oleh pihak manajemen PT. Max Top sesuai tahapan daur hidup produk yang sudah Anda pilih pada point a).? Jelaskan alasan Saudara! c). Jelaskan bauran promosi produk yang dapat dipilih perusahaan! (Nilai Maximun [point a, b,c ] : 25%) 4. a). Hitunglah probabilitas daya tahan karyawan bagian IT untuk ketiga perusahaan! b). Tentukan perusahaan manakah yang mempunyai probabilitas daya tahan yang paling baik! c). Jika pada perusahaan lain besarnya upah bagian finishing dan petugas angkut berkisar antara Rp. 70.000,00 hingga Rp.80.000,00 per hari, maka sesuai dengan teori keadilan (equity theory) tindakan apa yang kemungkinan akan dilakukan oleh karyawan bagian finishing dan petugas angkut PT. Max Top. (Nilai Maximun [point a, b, c]: 25%) Kiriman soal dari Lily Arifin - Peserta Ujian TAP UPBJJ Jakarta file : jtriwiyanto

Kamis, 03 November 2011

TAP Manajemen 2010.1


NASKAH UJIAN TUGAS AKHIR PROGRAM (EKMA4500) PROGRAM STUDI MANAJEMEN MASA UJIAN 2010.1 Kode Naskah 20; Tgl Ujian : Sabtu, 15-05-10 UJIAN URAIAN MANAJEMEN (EKMA4500) Penting! Kerjakanlah soal ujian ini dengan jujur, jika terbukti melakukan kecurangan /contek-mencontek selama ujian, Anda akan dikenai sanksi akademis berupa pengurangan nilai atau tidak diluluskan (diberi nilai E). Apabila terbukti menggunakan JOKI pada saat ujian, semua mata kuliah yang ditempuh akan diberi nilai E. PT. UNICLEAN PT. Uniclean adalah perusahaan yang memproduksi berbagai macam produk kecantikan seperti shampoo, sabun madi, pasta gigi, hand and body lotion serta berbagai jenis produk lainnya. Perusahaan berdiri sejak tahun 1995 dengan produk utamanya saat itu adalah sabun mandi merek Lembut. Seiring dengan pesatnya permintaan konsumen, perusahaan mulai memproduksi produk-produk lainnya yaitu shampoo merek Dimensi, pasta gigi merek Putihdent dan hand and body lotion merek Marini. Jangka waktu limabelas tahun sejak berdiri, PT Uniclean mampu membuktikan sebagai perusahaan yang dapat bertahan di tengah badai krisis ekonomi dan keuangan yang sempat melanda Indonesia di tahun 1998 dan 2008. Pada tahun 2008, tiga belas tahun setelah perusahaan berdiri, pihak manajemen berencana untuk mengembangkan satu produk perawatan wajah khusus wanita di atas usia 30 tahun karena pihak manajemen mulai membaca keinginan sebagian besar wanita Indonesia yang semakin peduli pada kecantikan wajah. Produk baru tersebut direncanakan akan diluncurkan pada tahun 2010, dua tahun sejak ide awal produk ditemukan. Tuan Henri Kusno sebagai presiden direktur PT Uniclean menunjuk Tuan Adi Mulya selaku manajer pemasaran untuk membentuk tim yang akan merumuskan dan akhirnya memproduksi produk yang dimaksud. Sebagai langkah awal, Tuan Adi Mulya membentuk satu tim lintas divisi. Tim tersebut terdiri dari beberapa orang dari divisi marketing, divisi Research $ Development, divisi finansial serta divisi operasi. Hasil pertemuan awal tim tersebut menunjukan bahwa langkah pertama yang harus dilakukan adalah melakukan survei keinginan konsumen. Tim akan mengadakan riset mengenai keinginan konsumen mengenai produk perawatan wajah yang aman. Survei dilakukan di lima kota besar di Indonesia yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Medan. Survei dilakukan pada wanita diatas usia 30 tahun yang diharapkan menjadi target pasar utama produk yang akan dikembangkan. Survei dilakukan selama enam bulan dan hasil survei menunjukan bahwa konsumen menginginkan produk yang murah, sehat, aman untuk daerah tropis, serta ampuh mengatasi keluhan wanita di usia tersebut, yaitu mampu menghilangkan noda hitam dan kerut di wajah. Hasil survei tersebut langsung ditindaklanjuti oleh divisi Research & Development dengan mengembangkan formula sesuai dengan yang diinginkan konsumen. Setelah dilakukan berbagai macam percobaan dan uji laboratorium, divisi Research & Development akhirnya dapat mengembangkan satu produk yang berkwalitas aman dan sesuai untuk daerah tropis. Menindaklanjuti hasil temuan divisi Research & Development tersebut, divisi finansial harus memutuskan untuk melakukan pembelian satu unit mesin baru yang dapat digunakan untuk memproduksi produk baru tersebut. Terdapat penawaran mesin yang akan diimpor dari Jepang dengan harga Rp 300.000.000, taksiran umur ekonomis mesin selama 4 tahun dan nilai sisa sebesar Rp 80.000.000 pada tahun keempat berdasarkan perhitungan metode penyusutan garis lurus. Mesin ini diharapkan mampu memberikan laba setelah pajak Rp 100.000.000 oada tahun pertama sampai dengan tahun keempat. Pihak manajemen harus menentukan apakah mesin tersebut memberikan keuntungan bagi perusahaan ataukah tidak. Apabila hasil analisis finansial menunjukan bahwa mesin tersebut memberikan keuntungan maka perusahaan akan membelinya. Sebaliknya, apabila ternyata mesin tersebut tidak memberikan keuntungan, maka perusahaan akan beralih ke tawaran lain yang lebih menguntungkan. Divisi marketing selaku divisi yang cukup berperan dalam keberhasilan produk di pasar harus dapat menentukan harga yang sesuai, kemasan serta strategi promosi yang dapat dilakukan. Produk yang baru tersebut diberi merek Masiwhite agar mudah diingat konsumen serta memberikan kesan lebih ekslusif. Tepat pada awal tahun 2010, Maxwhite resimi diluncurkan dipasaran dengan wilayah pemasaran utama meliputi pulasu Jawa, Bali dan Sumatera. Pertumbuhan penjualan yang masih lambat di awal-awal penjualan produk merupakan tantangan utama yang harus dihadapi pihak manajemen. Agar Maxwhite dapat menarik minat konsumen yang peka terhadap harga, maka dilakukan strategi pemasaran yang memfokuskan pada kemasan dan harga yang terjangkau. Produk dibuat dalam dua macam kemasan, yaitu kemasan kecil seberat 5 gram dan kemasan besar seberat 15 gram. Untuk menerobos pasar dan memperoleh pangsa pasar yang besar, divisi pemasaran melakukan strategi lebih memperkenalkan kemasan kecil dengan harga per unit yang murah diiringi dengan tingkat promosi yang tinggi. Survei pasar menunjukan saaat ini beberapa katagori perusahaan juga menawarkan produk yang sama. Promosi gencar dilakuak pada stasiun-stasiun televisi swasta serta beberapa majalah dan tabloid wanita untuk menghadapi persaingan yang kuat. Kemasan 5 gram dibuat dengan pertimbangan bahwa kemasan tersebut cukup untuk digunakan selama satu bulan, sehingga lebih ekonomis. Promosi gencar dilakukan untuk memperkenalan produk Maxwhite dengan harga murah dan pas untuk penggunaan selama satu bulan. Pada pertengahan tahun 2010, PT Uniclean berencana untuk memperluas daerah pemasaran meliputi wilayah Indonesia bagian timur yang diharapkan dapat memberikan tambahan keuntungan bagi perusahaan. Pihak manajemen memiliki 3 alternatif kota yang dapat dijadikan gudang distribusi pengiriman yaitu kota A, Kota B, dan Kota C. Gudang ini berfungis untuk menerima barang dari pusat dan selanjutnya memasarkan barang-barang tersebut ke seluruh kota pemasaran di wilayah Indonesia timur. Apabila gudang ditempatkan di kota A, maka biaya tetap per bulan yang akan ditanggung perusahaan saat gudang telah beroperasi adalah sebesar Rp 20.000.000 dan biaya variable sebesar Rp 1.200 per unit. Untuk kota B biaya tetap perbulan adalah sebesar Rp 30.000.000 dan biaya variable sebesar Rp 1.000 per unit, dan untuk kota C biaya tetap perbulan adalah sebesar Rp 26.000.000 dan biaya variable sebesar Rp 1.100 per unit. Gudang yang akan digunakan diharapkan mampu menampung produk sebanyak 1.000 unit per bulan. Pimpinan puncak PT Uniclean menyadari betul bahwa tingkat persaingan yang dihadapi tidaklah ringan. Untuk mempersiapkan pengoperasian gudang baru yang diperkirakan mulai beroperasi pada tahun 2011, pihak manajemen mulai menghitung jumlah karyawan dan tenaga penjual yang akan dipekerjakan. Dalam merekurt karyawan baru, perusahaan biasanya menggunakan recruiting yield pyramid untuk menghitung jumlah pelamar yang harus dihasilkan oleh perusahaan. Dari pengalaman yang lalau diperoleh data sebagi berikut : 1. Rasio antara penawaran deng karyawan (baru) yang benar-benar diangkat adalah 2:1 2. Rasio antara calon karyawan yang diwawancara dengan penawaran yang diberikan perusahaan adalah 3:2 3. Rasio antara calon karyawan yang diundang untuk diwawancara dengan calon yang senyatanya diwawancara adalah 2:1 4. Rasio antaracalon karyawan yang pertama kali kontak dengan perusahaan dengan yang benar-benar diundang adalah 2:1 PERTANYAAN : 1. Tentukan apakah penawaran mesin dari Jepang tersebut sebaiknya dibeli atau tidak dengan menggunakan metode Net Present Value (NPV) dengan tingkat bunga yang relevan adalah 16% pertahun ! 2. Tentukan lokasi gudang mana yang sebaiknya dipilih dengan mempertimbangkan biaya tetap dan biaya variable di tiap-tiap lokasi ! 3. a. Tentukan produk Maxwhite berada pada tahap apa dalam daur hidup produknya ! Jelaskan alasan Saudara berdasarkan uraian pada soal ! b. Berdasarkan uraian soal, strategi pemasaran apakah yang digunakan oleh pihak manajemen PT. Uniclean sesuai dengan tahapan daur hidup produk yang sudah Anda pilih pada point a? Jelaskan alasan Saudara berdasarkan uraian pada soal! 4. Tentukan besaran pengontak awal yang harus dihasilkan oleh perusahaan jika perusahaan menetapkan jumlah karyawan yang akan diangkat sebanyak 40 orang ! Disalin dari aslinya oleh - Roy Mahendrajaya Gautama - 014307928 file Jtriwiyanto

TAP Manajemen 2011.1

NASKAH UJIAN TUGAS AKHIR PROGRAM (EKMA4500) PROGRAM STUDI MANAJEMEN MASA UJIAN 2011.1 Kode Naskah 32; Tgl Ujian : Sabtu, 14-05-11 UJIAN URAIAN MANAJEMEN (EKMA4500) Penting! Kerjakanlah soal ujian ini dengan jujur, jika terbukti melakukan kecurangan /contek-mencontek selama ujian, Anda akan dikenai sanksi akademis berupa pengurangan nilai atau tidak diluluskan (diberi nilai E). Apabila terbukti menggunakan JOKI pada saat ujian, semua mata kuliah yang ditempuh akan diberi nilai E. PT. MERAH DELIMA PT. Merah Delima merupakan perusahaan yang memproduksi makanan dan minuman dan telah berdiri sejak tahun 1982. Selama 29 tahun berdiri, PT. Merah Delima telah memproduksi berbagai jenis makanan instant, termasuk mie instant, bubur instant, sirop, biscuit kaleng, dan beberapa jenis makanan ringan lainnya. Presiden direktur PT. Merah Delima saat ini adalah Tuan Michael Hadijaya yang merupaka generasi kedua pemilik perusahaan sekaligus anak dari Tuan Ronnie Hadijaya. Sejak ayahnya menyerahkan kepemimpinan paa tahun 2005, Tuan Michael Hadijaya menghadapi tantangan yang sangat berat karena semakin banyaknya pesaing dalam industri sejenis. Sejak tahun 2000, pelaku industri makanan dan minuman di Indonesia semakin menjamur dikarenakan peluang pasar yang cukup menjanjikan. Beberapa pemain utama dalam industri ini mampu bertahan sebagai pemimpin pasar, namun tidak jarang juga perusahaan yang terpaksa gulung tikar. PT. Merah Delima memiliki produk unggulan, yaitu mie instan yang merupaka produk dengan tingkat penjualan terbesar. Untuk produk mie instan, PT. Merah Delima juga berhasil melakukan ekspor ke berbagai negara antara lain Jepang, Singapura, Malaysia, Hongkong dan Taiwan. Produk mie instan yang diproduksi PT. Merah Delima diberi merek Rasamie yang telah memimpin pasar selama sepuluh tahun terakhir. Perencanaan yang strategis yang selalu ditekankan oleh Tuan Michael adalah melakukan promosi melalui berbagai media periklanan, termasuk televise, media cetak, dan radio. Namun demikian, seiring dengan semakin banyaknya pesaing-pesaing dalam industri ini dan perubahan selera konsumen, menyebabkan penurunan penjualan produk Rasamie selama satu tahun terakhir. Tuan Michael menyadari bahwa hanya melakukan promosi tidaklah cukup untuk membangkitkan kembalai penjualan Rasamie. Tuan Michael ingin tetap mempertahankan Rasamie dengan melakukan beberapa perbaikan. Kendala yang dihadapi PT. Merah Delima saat ini adalah keterbatasan mesin dan peralatan yang menyebabkan PT. Merah Delima kesulitan memenuhi permintaan Rasamie untuk Pulau Sulawesi dan Kalimantan. Hal ini menyebabkan konsumen beralih ke merek lain yang mudah mereka dapat di daerah tersebut. Berkaitan dengan keinginan Tuan Michael untuk meningkatkan kembali penjualan Rasamie, dilakukan perencanaan strategis tidak hanya pada usaha melakukan promosi dan periklanan saja, tetapi juga berusaha meningkatkan citra merek Rasamie di mata masyarakat. Disamping itu, Tuan Michael juga tengah mempertimbankan ekspansi dengan mendirikan pabrik baru. Selian itu dipertimbangkan penggantian mesin yang lama karena dinilai sudah tidak produktif lagi dan memerlukan biaya perawatan yang mahal karena sering mengalami kerusakan. Berkaitan dengan pengadaan mesin baru, Tuan Michael tengah mempertimbangkan untuk melakukan pembelian mesin yang diimpor dari Jepang. Mesin tersebut memiliki kemampuan otomatisasi yang tinggi, sehingga dapat mengurangi tenaga kerja langsung. Mesin tersebut bernilai Rp. 320 juta dan memiliki umur ekonomis selama 30 tahun. Dalam hal pengadaan mesin, Tuan Michael memiliki dua alternative pengadaan, yaitu alternative pertama adalah membeli mesin tersebut dengan cara dicicil langsung melalui produsen dengan keharusan membayar DP sebesar Rp. 20 juta dan sisa cicilan dibayarkan sebesar Rp. 16,5 juta per bulan selama 30 bulan. Alternatif kedua adalah melakukan pinjaman kepada pihak lain sebesar Rp. 320 juta dengan cicilan Rp. 19,5 juta per bulan selama 35 bulan. Tuan Michael harus menentukan pilihan yang lebih menguntungkan bagi perusahaan. Apabila mesin baru mulai berproduksi, maka tugas Tuan Michael selanjutnya adalah menentukan orang-orang yang akan menempati posisi yang baru yang berkaitan dengan operasional mesin. Tugas tersebut diserahkan kepada Tuan Ridwan selaku manager HRD. Tuan Ridwan tengah mempertimbangkan metode rekrutmen yang paling sesuai bagi perusahaan. Menurutnya, akan lebih menguntungkan bagi perusahaan jika mencari orang-orang lama yang berkompetensi baik untuk menempati jabatan supervisor pada lini mesin yang baru. Apabila menggunakan orang-orang baru, maka akan memakan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Orang-orang lama ini akan dianalisis dan dievaluasi untuk menilai kemampuan mereka menempati posisi baru. Untuk penempatan posisi tersebut, Tuan Ridwan membuka semua kesempatan pada semua karyawan dan seleksi awal adalah menilai komitmen, kedisiplinan, dan masa kerja karyawan baik karyawan yang telah menjabat sebagai supervisor maupun yang belum menjabat sebagai supervisor. Rencana ekspansi yang telah disusun menghasilkan empat alternative lokasi yaitu mendirikan pabrik di kota A, kota B, kota C atau kota D. Data biaya tetap dan biaya variabel apabila berproduksi adalah sebagai berikut : Lokasi Biaya Tetap / bulan Biaya Variabel / unit Kota A Rp. 10.000.000,- Rp. 1.250,- Kota B Rp. 9.000.000,- Rp. 1.500,- Kota C Rp. 11.000.000,- Rp. 1.000,- Kota D Rp. 10.000.000,- Rp. 1.500,- PERTANYAAN : Bedasarkan kasus pada PT. Merah Delima, maka analisislah : 1. Lokasi pabrik manakah yang sebaiknya dipilih, apabila perusahaan menetapkan untuk berproduksi pada tingkat produksi 5.000 unit per bulan. Jelaskan jawaban Anda ! (nilai 25%). 2. Cara pembelian mesin yang paling menguntungkan, apakah membeli mesin langsung secara kredit atau menggunakan pinjaman dana dari pihak lain dengan menggunakan metode internal rate of return (IRR) !. (nilai 25%) 3. a. Jenis sumber karyawan yang digunakan oleh PT. Merah Delima untuk rekrutmen dan jelaskan jawaban Anda !. b. Cara-cara pengisian lowongan jabatan yang dapat dilakukan oleh Tuan Ridwan berdasarkan jenis sumber karyawan yang Anda pilih pada poin 3.a diatas dan jelaskan pengertian masing-masing cara tersebut !. (nilai 3.a dan 3.b 25%) 4. a. Berada pada tahap daur hidup apakah produk Rasamie ? Jelaskan alasan Anda memilih daur hidup tersebut.!. b. Strategi pemasaran apakah yang yang digunakan Tuan Michael berdasarkan jawaban Anda pada poin 4.a dan jelaskan jawaban Anda !. (nila 4.a dan 4.b 25%) Kiriman soal dari Irwansyah - Peserta Ujian TAP 2011.1 File Jtriwiyanto

Kamis, 05 November 2009

Soal TAP Manajemen 2008.1

TAP 2008.1 (Soal Kasus :”PT. Sonya Indonesia”).
NASKAH UJIAN
TUGAS AKHIR PROGRAM (EKMA4500)
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
MASA UJIAN 2008.1

Kode Naskah 54; Tgl Ujian : Sabtu, 10-05-08
Penting!
Kerjakanlah soal ujian ini dengan jujur, jika terbukti melakukan kecurangan /contek-mencontek selama ujian, Anda akan dikenai sanksi akademis berupa pengurangan nilai atau tidak diluluskan (diberi nilai E).
Apabila terbukti menggunakan JOKI pada saat ujian, semua mata kuliah yang ditempuh akan diberi nilai E.

PT. SONYA INDONESIA
PT. Sonya Indonesia adalah suatu perusahaan yang memproduksi alat-alat elektronik keperluan rumah tangga mulai dari televise, DVD player, radio tape, sampai dengan computer dan berbagai peralatan elektronik lainnya. Pada tahun ini, PT. Sonya Indonesia telah mengeluarkan produk baru berupa laptop yang juga berfungsi sebagai viewer. Produk ini dinilai memiliki banyak kelebihan, yaitu dapat digunakan untuk melakukan presentasi dengan lebih mudah karena adanya integrasi antara laptop dan viewer dengan cara pemakaian yang lebih sederhana dan mudah. Integrasi antara laptop dan viewer ini menyebabkan pengguna tidak perlu menggunakan kabel-kabel penghubung yang terkesan rumit. Produk ini diharapkan mampu meraih target pasarnya yaitu pasar yang menginginkan spesifikasi produk baru tersebut dikarenakan pihak manajemen yakin akan kemampuan dan kelebihan produk tersebut.
Agar dapat meraih laba sebanyak-banyaknya dan pasar seluas-luasnya, perusahaan menetapkan harga yang tinggi dan promosi yang tinggi. Sebagai salah satu pemain dalam industri elektronik, PT.Sonya juga menghadapi beberapa pesaing potensial yang kemungkinan akan mengikuti inovasi yang dilakukan PT. Sonya. Adanya beberapa pesaing dalam industri ini menyebabkan perusahaan berusaha untuk membangkitkan kesukaan terhadap merek bagi pasarnya.
Menyadari semakit ketatnya tingkat persaingan dalam bisnis ini, PT. Sonya berusaha memperluas daerah pemasarannya. PT. Sonya yang saat ini memiliki pabrik di Bekasi berencana untuk mendirikan pabrik baru di Surabaya, Medan dan Makasar untuk memasok permintaan di pulau Bali, Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Pihak manajemen harus menentukan pabrik manakah yang akan memasok ke setiap wilayah pemasaran. Data biaya kirim ke masing-masing wilayah pemasaran adalah sebagai berikut :

Tabel 1
Data biaya kirim untuk setiap daerah pemasaran
Bali Jawa Sumatera Kalimantan Sulawesi Papua Kapasitas
Sby 300 100 200 200 450 400 4.000
Medan 450 450 100 300 300 800 4.000
Mkasar 350 350 350 250 250 500 4.000
Permin-
taan 3.000 5.000 2.000 1.000 600 400 12.000

Agar pendirian pabrik-pabrik tersebut dapat berjalan lancar, PT. Sonya Indonesia memerlukan dana yang kemungkinan besar akan diperoleh dari pihak luar. Terdapat beberapa kreditur yang sanggup menyediakan dana dan saat ini para kreditur tersebut mempelajari laporan keuangan PT. Sonya Indonesia.
Data financial PT. Sonya Indonesia tahun 2007 tampak pada Tabel 2 dan Tabel 3.

TABEL 2
PT. SONYA INDONESIA
NERACA
Per 31 Desember 2007
(dalam ribuan rupiah)

Kas 10.000.000
Piutang 12.000.000
Persediaan 8.000.000
Total Aktiva Lancar 30.000.000
Aktiva Tetap 40.000.000
TOTAL 70.000.000

Utang Dagang 10.000.000
Utang Wesel 6.000.000
Utang Pajak 4.000.000
Total Kewajiban Lancar 20.000.000
Utang Jangka Panjang 10.000.000
Modal Sendiri 40.000.000
TOTAL 70.000.000
Tabel 3
PT. SONYA INDONESIA
LAPORAN RUGI LABA
Untuk Periode yang berakhir pada 31 Desember 2007
(dalam ribuan rupiah)
Penjualan 20.000.000
Potongan Penjualan 800.000
Penjualan Netto 19.200.000
HPP 12.000.000
Laba Kotor 7.200.000
Biaya Adiministrasi, Umum dan Pemasaran 1.200.000
Laba Operasi (sebelum bunga dan Pajak) 6.000.000
Bunga 500.000
Laba sebelum pajak 5.500.000
Pajak 1.000.000
LABA SETELAH PAJAK 4.500.000
Berkaitan dengan rencana pendirian pabrik baru, perusahaan menetapkan akan menambah pekerja di masing-masing pabrik. Model perekrutan yang digunakan adalah Recruiting Yield Pyramid. Model ini digunakan untuk menghitung jumlah pelamar yang harus dihasilkan oleh perusahaan. Jumlah pekerja di setiap pabrik diperkirakan sama karena kapasitas di setiap pabruk juga sama. Berdasarkan pengalaman yang lalu, diperoleh data mengenai jumlah perekrutan karyawan sebagai berikut :
1. Rasio antara penawaran ddengan karyawan (baru) yang benar-benar diangkat adalah 3 : 2.
2. Rasio antara calon karyawan yang diwawancara dengan penawaran yang diberikan perusahaan adalah 3 : 1
3. Rasio antara calon karyawan yang diundang untuk diwawancara dengan calon yang senyatanya diwawancara adalah 4 : 3.
4. Rasio antara calon karyawan yang pertama kali kontak dengan perusahaan dengan yang benar-benar diundang adalah 2 : 1.


PERTANYAAN
1. Berdasarkan keadaan Keuangan PT. Sonya, Anda diminta untuk menilai kondisi keuangan perusahaan dengan menggunakan rasio keuangan sebagai berikut :
a. Debt to Equity Ratio
b. Quick Ratio
c. Profit Margin
d. Rentabilitas Ekonomis
Berdasarkan hasil perhitungan yang Anda peroleh, jelaskan artinya !
2. Tentukan kota pemasok untuk masing-masing wilayah pemasaran dengan biaya pengiriman yang paling ekonomis dengan menggunakan metode maksimisasi penghematan !.
3. a. Menurut Saudara, strategi pemasaran apa yang sedang diterapkan oleh PT. Sonya Indonesia dalam memasarkan produk barunya ?.
b. Jelaskan alasan yang mendasari PT. Sonya Indonesia menerapkan strategi tersebut.
4. Dengan menggunakan model recruiting yield pyramid, tentukan berapa jumlah pengontak awal yang harus diusahakan oleh perusahaan jika tahun depan perusahaan benar-benar harus merekrut 200 orang karyawan baru.a. Dengan menggunakan model recruicting yield pyramid, tentukan berapa jumlah pengontak awal yang harus diusahakan oleh perusahaan jika tahun depan perusahaan benar-benar harus merekrut 100 orang karyawan baru?

Pustaka : Jtriwiyanto

Soal TAP Manajemen 2007.2

TAP 2007.2 (Soal Kasus :”PT. Cahaya Electric”).

NASKAH UJIAN
TUGAS AKHIR PROGRAM (EKMA4500)
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
MASA UJIAN 2007.2
Kode Naskah 54; Tgl Ujian : Sabtu, 17-11-07
Sifat Ujian : Open Book
Boleh Menggunakan Kalkulator

Sesungguhnya, apapun yang Anda perbuat, Tuhan Maha Mengetahui.
Karena itu, bekerjalah dengan jujur dan jangan berbuat curang !

PT. CAHAYA ELECTRIC

PT. Cahaya Electric adalah suatu perusahaan yang memproduksi alat0alat elektronik keperluan rumah tangga mulai dari televisi, radio tape, sampai dengan DVD player. Produk yang saat ini sedang gencar diproduksi oleh PT. Cahaya Electric adalah televisi layar datar jenis “Super Boom” dengan spesifikasi suara stereo dan warna yang sangat jelas. Produk “Super Boom” ini diharapkan mampu meraih pasar yang lebih luas, karena pihak manajemen sangat yakin akan kemampuan dan kelebihan produk tersebut. Agar dapat meraih pasar seluas-luasnya, perusahaan melakukan promosi melalui berbagai media agar konsumen semakin mengenali produk tersebut.
Sebagai salah satu pemain dalam industri elektronik, PT. Cahaya Electric juga menghadapi beberapa pesaing potensial yang kemungkinan akan mengikuti inovasi yang dilakukan PT. Cahaya Electric. Adanya beberapa pesaing dalam industri ini menyebabkan tiap-tiap produsen berusaha untuk membangkitkan kesukaan terhadap merek bagi pasarnya. Menyadari akan semakin ketatnya persaingan dalam bisnis televisi, PT. Cahaya Electric selalu berusa meningkatkan kualitasnya melalui perbaikan-perbaikan dalam bidang manajemen keuangan, sumber daya manusia, pemasaran sampai pada proses produksinya.
Saat ini PT. Cahaya Electric memiliki pabrik ditiga lokasi yaitu di Bekasi, Semarang dan Surabaya. Daerah pemasaran produk meliputi kota Jakarta, Medan, Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya. Adapun data tentang biaya kirim per unit, kapasitas masing-masing pabrik serta permintaan masing-masing daerah pemasaran adalah sebagai berikut.


Jakarta Medan Bandung Semarang Yogyakarta Surabaya Kapasitas
Bekasi 50 400 100 200 200 400 2000
Semarang 200 500 200 0 50 300 3000
Surabaya 400 600 350 300 300 0 2000
Permintaan 2000 1000 1000 900 1300 800 7000

Agar dapat meningkatkan produksinya, PT. Cahaya Electric juga tengah mempertimbangkan untuk membeli sebuah mesin baru yang lebih efisien. Pihak Manajemen memiliki dua alternatif pembelian mesin tersebut, apakah membeli dari Korea dengan merek “Don Jung” ataukah membeli mesin yang sama buatan Jepang dengan merek “Yamako”. Apabila membeli merek “Don Jung”, maka investasi untuk mesin tersebut adalah sebesar Rp. 55.000.000,00, sedangkan investasi untuk merek “Yamako” sebesar Rp. 70.000.000,00. Masing-masing mesin mempunyai umur 5 tahun tanpa nilai sisa. Besarnya pajak yang harus dibayar perusahaan adalah 25 %. Dalam menghitung penyusutan, perusahaan menggunakan metode lurus. Adapun perkiraan penghasilan dan biaya operasi dari masing-masing mesin tersebut selama lima tahun adalah sebagai berikut :

Tabel 1
PERKIRAAN PENGHASILAN DAN BIAYA OPERASI
MESIN “DON JUNG”
Tahun Penghasilan Biaya Operasi
1 Rp. 40.000.000,00 Rp. 30.000.000,00
2 Rp. 45.000.000,00 Rp. 33.000.000,00
3 Rp. 47.000.000,00 Rp. 35.000.000,00
4 Rp. 50.000.000,00 Rp. 36.000.000,00
5 Rp. 52.000.000,00 Rp. 36.000.000,00

Tabel 1
PERKIRAAN PENGHASILAN DAN BIAYA OPERASI
MESIN “YAMAKO”
Tahun Penghasilan Biaya Operasi
1 Rp. 60.000.000,00 Rp. 48.000.000,00
2 Rp. 63.000.000,00 Rp. 51.000.000,00
3 Rp. 67.000.000,00 Rp. 53.000.000,00
4 Rp. 69.000.000,00 Rp. 53.000.000,00
5 Rp. 71.000.000,00 Rp. 53.000.000,00

Pimpinan PT. Cahaya Electric menyadari betul bahwa agar dapat memenangkan persaingan, perusahaan harus melakukan berbagai efisiensi dan perbaikan disegala bidang, termasuk dalam bidang sumber daya manusia. Saat ini PT. Cahaya Electric memiliki total tenaga kerja sebanyak 600 orang yang terdiri dari karyawan tetap maupun karyawan tidak tetap. Sebagian besar karyawan tidak tetap adalah karyawan finishing sedangkan sisanya adalah tenaga angkut. Dengan semakin majunya usaha, pada tahun depan pihak manajemen berencana untuk menambah karyawan baru sebanyak 100 orang yang akan bertugas pada bagian Finishing. Dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya diketahui bahwa perbandingan antara calon yang diberi penawaran oleh perusahaan dengan karyawan baru yang senyatanya diangkat adalah 3 : 2; perbandingan antara calon karyawan yang diwawancarai dengan calon yang diberi penawaran oleh perusahaan adalah 3 : 2; perbandingan antara calon karyawan yang diundang untuk wawancarai dengan calon karyawan yang senyatanya diwawancarai adalah 2 : 1; dan perbandingan antara calon karyawan yang pertama kali mengontak perusahaan dengan calon yang benar-benar diundang adalah 3 : 2.

Sejak tahun 2004 perusahaan menetapkan upah sesuai dengan keputusan pihak manajemen perusahaan. Upah yang diterima para karyawan dibagi dalam dua golongan yaitu :
1. Gaji bulanan. Gaji ini diberikan kepada karyawan staf tetap yang besarnya antara satu hingga tiga juta rupiah setiap.
2. Upah harian yang dibayarkan seminggu sekali. Upah ini diberikan kepada karyawan tidak tetap, yaitu karyawan bagian finishing dan perugas angkut. Besarnya upah antara Rp. 30.000,00 hingga Rp. 40.000,00 per hari.

Disamping upah yang diterima karyawan tersebut, perusahaan memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) setiap tahun yang besarnya satu kali gaji/upah. Tunjangan kesehatan juga diberikan perusahaan bagi para karyawannya. Demikian juga apabila terjadi kecelakaan ketika karyawan sedang menjalankan tugas, maka biaya pengobatan akan ditanggung perusahaan sepenuhnya, sedangkan bila kecelakaan terjadi diluar jam kerja maka perusahaan hanya memberikan bantuan sekedarnya. Pihak manajemen telah melakukan berbagai kebijakan yang dilakukan dalam rangka peningkatan potensi sumber daya manusia meliputi melakukan rekruitmen dengan seleksi secara professional serta mengembangkan kemampuan tenaga kerja melalui program pelatihan.

PERTANYAAN
1.Tentukan kota pemasok untuk masing daerah pemasaran dengan biaya pengiriman yang paling ekonomis menggunakan metode maksimisasi penghematan! (25%)

2.Tentukanlah mesin mana yang sebaiknya dibeli oleh perusahaan dengan menggunakan metode payback period yang didiscountedkan (discount rate 10%). Jelaskan jawaban Saudara! (25%)

3.Tentukan bauran promosi produk yang tepat. (25%)


4.a. Dengan menggunakan model recruicting yield pyramid, tentukan berapa jumlah pengontak awal yang harus diusahakan oleh perusahaan jika tahun depan perusahaan benar-benar harus merekrut 100 orang karyawan baru?

b. Jika pada perusahaan lain besarnya upah penjaga toko dan petugas angkut berkisar antara Rp. 40.000,00 hingga Rp. 60.000,00 perhari, maka sesuai dengan teori keadilan (equity theory), tindakan apa yang kemungkinan akan dilakukan oleh pekerja bagian finishing dan petugas angkut PT. Cahaya Electric? (25%)

Pustaka : Jtriwiyanto

Soal TAP Manajemen 2007.1

TAP 2007.1 (Soal Kasus :”PT. Karya Makmur”).
NASKAH UJIAN
TUGAS AKHIR PROGRAM (EKMA4500)
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
MASA UJIAN 2007.1
Kode Naskah ; Tgl Ujian : Sabtu, 19-05-07
Sifat Ujian : Open Book
Boleh Menggunakan Kalkulator

Sesungguhnya, apapun yang Anda perbuat, Tuhan Maha Mengetahui.
Karena itu, bekerjalah dengan jujur dan jangan berbuat curang !

PT. KARYA MAKMUR

PT. Karya Makmur adalah sebuah perusahaan sabun yang didirikan pada tahun 1958 di kota Surakarta oleh dua bersaudara yaitu Liem dan Han. Pada awal tahun berdirinya perusahaan ini menghasilkan sabun cuci bening dengan harapan dapat menarik minat ibu-ibu rumah tangga untuk mencoba menggunakan produk ini. Ternyata, harapan tidak sesuai dengan kenyataan karena tidak banyak ibu rumah tangga yang tertarik menggunakan sabun cuci bening. Oleh karena itu PT. Karya Makmur menghentikan produksi sabun cuci bening dan beralih ke sabun cuci batangan.

Pada awal produksi hingga berjalan sekitar 4 tahun, permintaan produk sabun batangan PT. Karya Makmur terus meningkat, tetapi setelah memasuki tahun kelima permintaan sabun batangan mulai merosot dan puncaknya pada tahun ini tingkat permintaan sabun batangan tinggal 30% sehingga manajemen mempertimbangkan untuk beralih ke jenis produk sabun lain yang pada saat ini masih digemari oleh para ibu rumah tanggal, yaitu sabun krim dan sabun bubuk. Namun mengingat terbatasnya sumber daya dan pangsa pasar sabun krim dan sabun bubuk, perusahaan terpaksa harus menentukan prioritas produk yang akan diproduksi untuk dilempar ke pasar. Untuk itu, perusahaan melakukan prosedur penyaringan ide, terutama ditujukan untuk membuang ide produk baru yang tidak selaras dengan tujuan dan/atau sumber dari perusahaan.

Kegiatan penyaringan ide sebagai salah satu tahapan penting dalam daur pengembangan produk baru tersebut dilakukan dalam tahap dua. PERTAMA, membuat suatu pendapat secara cepat untuk melihat apakah akan membuat produk baru sesuai dengan rencana perusahaan, keahlian teknis yang dimililki dan kemampuan financial perusahaan. KEDUA, menentukan urutan ide secara lebih terinci berdasarkan pada faktor-faktor yang berkaitan dengan pengembangan produk dan memberikan penilaian secara kualitatif terhadap factor-faktor tersebut. Hasil penilaian secara kualitatif dan bobot masing-masing factor untuk masing-masing sabun krim dan sabun bubuk dapat dilihat pada Tabel 1 dan Tabel 2.

Tabel 1 : Penilaian Produk Sabun Krim dengan Metode Nilai Faktor Tertimbang :


FAKTOR

BOBOT NILAI FAKTOR
Sangat Baik
( 5 ) Baik

( 4 ) Sedang

( 3 ) Jelek

( 2 ) Sangat
Jelek
( 1 )
Hubungan terhadap saluran distribusi
yang ada 0.08 v
Hubungan terhadap produk yang ada 0.08 v
Hubungan terhadap kualitas / harga 0.07 v
Kemampuan diperdagangkan 0.12 v
Pengaruhnya terhadap penjualan produk
yang ada 0.05 v
Luas Pasar 0.15 v
Daya tahan terhadap perubahan siklis 0.14 v
Keperluan peralatan 0.08 v
Keperluan SDM dan pengetahuan
produksi 0.08 v
Penyediaan Bahan Baku 0.01 v
Pertumbuhan jumlah pemakai 0.05 v


Tabel 2 : Penilaian Produk Sabun Bubuk dengan Metode Nilai Faktor Tertimbang :


FAKTOR

BOBOT NILAI FAKTOR
Sangat Baik
( 5 ) Baik

( 4 ) Sedang

( 3 ) Jelek

( 2 ) Sangat
Jelek
( 1 )
Hubungan terhadap saluran distribusi
yang ada 0.08 v
Hubungan terhadap produk yang ada 0.09 v
Hubungan terhadap kualitas / harga 0.1 v
Kemampuan diperdagangkan 0.1 v
Pengaruhnya terhadap penjualan produk
yang ada 0.06 v
Luas Pasar 0.15 v
Daya tahan terhadap perubahan siklis 0.1 v
Keperluan peralatan 0.07 v
Keperluan SDM dan pengetahuan
produksi 0.07 v
Penyediaan Bahan Baku 0.13 v
Pertumbuhan jumlah pemakai 0.05 v


Dalam mengkaji kemungkinan pengembangan produk baru ini perusahaan juga melakukan analisis biaya untuk mengetahui potensi financial dari rencana pengembangan produk sabun krim dan sabun bubuk. Untuk itu perusahaan membuat penghitungan perkiraan biaya, harga jual, dan penjualan untuk kedua produk tersebut yang dapat dilihat pada Tabel 3 dan Tabel 4.

Tabel 3 : Perkiraan Biaya, Harga Jual, dan Penjualan SABUM KRIM:
Tahun Harga per unit
(Rp.) Biaya Variabel per
Unit (Rp.) Kuantitas Penjualan
(Unit) Net Cash Inflow
Pertahun (Rp.)
1 1700 986 91.000 64.974.000
2 1750 1050 88.000 61.600.000
3 1850 1075 89.000 68.975.000
4 1900 1100 88.000 70.400.000
5 1950 1150 90.000 72.000.000


Tabel 4 : Perkiraan Biaya, Harga Jual, dan Penjualan SABUM BUBUK:
Tahun Harga per unit
(Rp.) Biaya Variabel per
Unit (Rp.) Kuantitas Penjualan
(Unit) Net Cash Inflow
Pertahun (Rp.)
1 2100 1260 74.000 62.160.000
2 2300 1350 71.000 67.450.000
3 2350 1400 67.000 63.650.000
4 2800 1650 65.000 74.750.000
5 3000 1800 58.000 69.600.000

Untuk menghadapi kemungkinan memproduksi sabun krim dan sabun bubuk diperkirakan perusahaan perlu menambah karyawan. Dalam merekrut karyawan baru perusahaan biasanya menggunakan RECRUITING YIELD PYRAMID untuk menghitung jumlah pelamar yang harus dihasilkan perusahaan. Dari pengalaman yang lalu diperoleh data sebagai berikut :
1. Rasia antara penawaran dengan karyawan (baru) yang benar-benar diangkat adalah 3 : 1.
2. Rasio antara calon karyawan yang diwawancara dengan penawaran yang diberikan perusahaan adalah 3 : 2
3. Rasio antara calon karyawan yang diundang untuk wawancara dengan calon yang senyatanya diwawancara adalah 4 : 3.
4. Rasio antara calon karyawan yang pertama kali kontak dengan perusahaan dengan yang benar-benar diundang adalah 5 : 1.

PERTANYAAN :
Dari data diatas Saudara diminta untuk :
1. Menghitung nilai indeks produk baru (sabun krim dan sabun bubuk) melalui metode nilai factor tertimbang serta menentukan produk mana yang menjadi prioritas perusahaan untuk diproduksi. (Nilai 25%).
2. Menghitung tingkat PAYBACK PERIOD untuk masing-masing produk sabum krim dan sabun bubuk jika diketahui besarnya investasi untuk memproduksi sabun krim sebesar Rp. 150.000.000,00 sedangkan untuk sabun bubuk sebesar Rp. 200.000.000,00. (Nilai 25%).
3. Menghitung besarnya produksi lima tahun mendatang untuk sabun krim dan sabun bubuk (Perusahaan menetapkan untuk sabun krim : persediaan awal sebesar 20.000 unit dan persediaan akhir sebesar 30.000 unit. Sabun Bubuk : persediaan awal sebesar 15.000 unit dan persediaan akhir sebesar 25.000 unit ). (Nilai 25%).
4. Menentukan besarnya pengontak awal (dengan menggunakan recruiting yield pyramid) yang harus dihasilkan oleh perusahaan jika perusahaan menetapkan jumlah karyawan yang akan diangkat sebanyak 30 orang. (Nilai 25%).

Selamat Mengerjakan !!
pustaka :jtriwiyanto